
Setelah selesai sarapan, kami kembali ke rumah dan bersiap untuk mengerjakan tugas kami disana, sepanjang hari kami mengerjakan tugas kami masing-masing per kelompok aku dan kelompokku melakukan pendekatan dengan masyarakat agar bisa lebih leluasa, untuk mewawancarai lebih dalam mengenai daerah tersebut.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 Wib hari ini kami melewatkan makan siang kami, aku dan kelompokku kembali ke rumah, sampai di rumah kelompok lainnya sudah ada di rumah kami berkumpul di ruang tengah tanpa bicara karena kami semua kelelahan hari itu. Aku membuka percakapan.
"Wee lapar nih, pengen makan mie yang berkuah ni, makan indomie yuk." Ucapku.
"Iya ya kayaknya enak nih,," ucap Irene.
"Yaudah yok jalan nyari warung mie." Ucap Jonathan.
Kami semua bangkit dari kursi dan keluar bersama mencari warung indomie, syukurnya tidak jauh dari rumah ada warung indomie yang selalu buka malam. Saat itu kami keluar setelah magrib karena kami istirahat sejenak dan menunggu teman kami yang harus beribadah.
Kami duduk lesehan di warung tersebut sembari menunggu makanan, aku pun iseng bertanya mengenai masalah suara tangisan yang ku dengar, jujur saja aku masih penasaran.
"Kemaren malam, saat aku nangis aku mendengar suara orang menangis di ruang itu seperti merintih, kalian dengar juga gak??" tanyaku.
Teman-temanku saling tatap dan semuanya menggeleng mengisyaratkan tidak mendengar apapun.
"Jo, kau itu mungkin lagi banyak pikiran dan bisa jadi hanya halusinasi mu aja." Ucap Alex.
"Iya kali ya,," ucapku kembali.
"Bagus deh Jo, kamu masih mau cerita sama kita. apapun yang kamu alami ceritakan aja ya Jo jangan di pendam sendiri, itu tandanya kamu lagi capek." Ucap Jonathan.
" Sip bang." Ucapku sambil tersenyum ke arahnya.
Namun aku masih memikirkannya, aku yakin bukan halusinasi ku karena dengan sangat jelas ku dengar dan membuatku jadi termenung saat itu, tapi aku berharap itu bagian dari halusinasi ku.
Makanan yang kami pesan pun datang, kami makan bersama. Setelah selesai makan kami duduk sebentar sebelum pulang ke rumah, saat itu entah apa yang ada di pikiranku, aku melihat ke arah Jonathan dan aku terpaku melihatnya tanpa ku sadari aku melihatnya setengah melamun membuatnya tersadar jika sedang ku lihat. Jonathan pun berkata.
" Jo, Joana, ada apa??" tanya Jonathan.
Aku yang setengah kaget sadar dan mendengar suaranya membuatku merasa ketahuan kalau sedang memperhatikannya. Aku malu, pipiku terasa panas sekali dan detak jantungku berdetak dengan hebat. Aku berusaha agar apa yang kurasakan dalam hatiku tidak terlalu terlihat olehnya.
"Oh iya, gakpapa bang, cuma melamun aja." Jawabku sambil tersenyum dan menunduk.
__ADS_1
"Mikirin apa??" Tanya Jonathan.
"Gak mikirin apa-apa bang, lagi kosongkan pikiran aja," jawabku kembali dan tersenyum.
Aku menunduk, dan setelah itu ku liat sekelilingku, ku dapati Alex sedang melihat ke arahku, spontan aku bertanya.
"Kenapa Lex??" tanyaku.
"Gak ada apa-apa, eh bocil tadi kau ngomong sama Jonathan alus banget sopan banget kenapa sih samaku gk bisa kek gitu buat kesal terus." Ucap Alex.
"Ya bedalah Lex, kalau samamu itu berbeda paham." Jawabku dengan nada yang semakin membuatnya kesal.
"Oh aku beda sama Jonathan berarti aku lebih spesial dong ya keriting." Ucap Alex.
" Idih, spesial, gadak yang spesial-spesial cuma mie goreng yang bisa spesial." Jawabku setengah meledek.
"Awas aja kalau kedepannya minta tolong sama seniormu ini, akan ku buat perhitungannya ku pastikan kau harus sopan padaku." Ucap Alex.
"Idih gak akan tuh minta tolong sama dirimu." Jawabku dan tersenyum.
Aku hanya tersenyum melihat ekspresi kesalnya padaku. Aku sangat menikmati waktu PKL tak di pungkiri karena keberadaan Alex yang lumayan asik, dia bisa memecah suasana dan humoris anaknya sehingga kami lebih banyak tertawa saat bersama dengannya.
Setelah itu kami semua memutuskan untuk pulang ke rumah untuk beristirahat, hari ini hari yang sangat melelahkan bagi kami pikiran kami di penuhi oleh laporan-laporan penelitian.
"Wee gimana kalau bsk kita kerjain laporan bareng dari sore sampe malam biar bisa bangun siang, capek banget nih soalnya." Ucap Tasya.
" Iya ya biar bisa saling diskusi kan wee,," ucap Anggi kemudian.
"Aku sih ayok aja." Ucap Ruth
Aku dan Irene hanya mendengar mereka dan menganggukkan kepala tanda setuju.
"Seru tuh, boleh deh." Ucap Alex.
" Gimana bang Nathan ?? ikut gak??" tanya Tasya ke Jonathan.
__ADS_1
"Oke ikut, siang kan?? jam 12an aja ya makan siang bareng baru ngerjain tugas, gimana??" usul Jonathan.
"Setuju." Jawab Anggi dan Tasya serentak.
" Ngerjain laporannya dimana??" tanya Ruth.
" Ke pantai aja yok ngerjainnya kan sampe malam tuh biar pikiran tenang itung-itung sekalian liburan disini panas banget sumpek, ke pantai yang dekat aja kita tanya sama pak Amin dan pak Rudi gimana??" usulku.
"Kita ikutin kalian aja deh." ucap Jonathan, Alex mengangguk kan kepalanya.
" Boleh deh, tapi besok jam 11 kita udah pergi lah ya jangan siang kali." Ucap Irene.
Kami menganggukkan kepala menyetujui ucapan Irene, begitu sampai di rumah kos kami langsung bersih-bersih dan masuk kamar masing-masing. Di kamar kami semua sibuk dengan handphone masing-masing, tapi tidak denganku, aku sendiri yang jomblo jadi tidak ada yang menarik di handphone ku aku memutuskan untuk tidur. Dalam hati aku bergumam.
"Kapan bisa punya cowo ya yang asik" (ucapku dalam hati) dan menghela nafas.
Ruth yang tepat di sebelahku ternyata mendengar helaan nafasku yang panjang.
"Kenapa Jo?? berat amat kayaknya hidupmu." Ucap Ruth padaku.
"Gakpapa Ruth capek aja pengen bobo." Ucapku.
"Yakin, yaudah jomblo banyak-banyak doa ya kalau masalahmu berat." Ucap Ruth sambil tertawa lepas.
"Iya deh yang gak jomblo." Ucapku.
Teman-temanku yang awalnya ada yang memanggil kamu, lu, lo, sekarang udah ngikut bahasa disini aku tersenyum memikirkan itu, cepat juga nih bocah-bocah beradaptasi pikirku sambil tersenyum. Aku pun menutup mata dan bersiap tidur.
"Jo, Joana,," panggil Irene.
Aku mendengar Irene memanggilku tapi aku udah sangat ngantuk dan malas jika harus membuka mata lagi, aku pura-pura tidak mendengarnya dan mengabaikannya.
"Udah tidur ya, ih cepat banget padahal aku mau curhat loh." Ucap Irene kembali.
"Yaudah deh besok aja, dasar tukang tidur." Gerutu Irene.
__ADS_1
To be Continue.