Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 44


__ADS_3

Pagi ini kami disambut hangat mentari pagi yang masuk ke kamar kami lewat celah jendela yang tidak tertutupi rapat oleh gorden. Ku lihat jam di handphone ku, waktu sudah menunjukkan pukul 9.45 wib.


"Ah.. kesiangan." Ucapku panik.


Teman-temanku yang mendengar teriakan ku semua terbangun dan mengecek handphone masing-masing.


"Ah kita kesiangan, tapi hari ini cuma observasi kan?? gadak Wawancara dan sosialisasi??" tanya Ruth setengah sadar.


"Iya, sosialisasi cuma senin selebihnya wawancara observasi" jawab Irene yang sedang mengumpulkan nyawanya.


"Baguslah, kalian diluan aja mandinya." ucap Ruth.


"Oia kalian kok gak sholat Tasya, Anggi??" tanya Irene.


"Sedang datang tamu ren, gk bisa." jawab Anggi.


"Samaan??" tanya Irene.


"Aku tadi ketiduran ntar aja sholat di mushola desa." Jawab Tasya.


Irene memalingkan pandangannya dan memanggilku.


"Jo, Joana, ayo mandi.." Ucap Irene.


"Iya, sebentar." jawabku mengumpulkan nyawaku yang baru setengah.


Karena semalaman teman-temanku bergadang karena aku, jadi mereka sangat kelelahan sehingga semuanya tertidur dengan pulas dan jadi kesiangan. Aku dan Irene bergegas mandi agar tidak terlalu siang memulai observasi dan wawancara yang sudah terlewatkan kemarin.


Di pertengahan jalan menuju kamar mandi, Alex memanggil.


"Jo, mau mandi??" tanya Alex.


"Iya, kenapa??" jawabku.


"Aku dulu lah kalian cewe lama banget mandinya." Ucap Alex.


"Enggak, kan kita luan yang mau ke kamar mandi." Jawabku.


"Ngalah lah Jo." Rayu Alex.


"Yang seharusnya ngalah itu cowo, kan ladies first." Jawabku.


"Udah gini aja, suit siapa yang mandi di kamar mandi luar siapa yang mandi di kamar mandi dalam, gimana??" usul Irene.


"Eh, bukannya kita gak boleh pake kamar mandi belakang ya Ren. Janganlah takut aku" ucapku.


"Kalau gitu kita suit, siapa yang masuk kamar mandi diluan." ucap Alex.

__ADS_1


"Gamau..." Jawabku langsung berlari ke kamar mandi.


"Dasar bocil." Ucap Alex setengah kesal.


Irene tertawa dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Bodo amat, Ren buruan." Jawabku dari dalam.


Alex pun berniat menunggu mereka mandi di ruang tengah sambil minum teh botol yang di stoknya di kamar. Baru Alex mau jalan ke arah kamar mengambil teh botol, Jonathan teriak memanggil Alex.


"Lex.. handphone mu berdering ada telepon." Ucap Jonathan.


"Dari siapa??" tanya Alex sambil berjalan menuju kamar.


"Pakde." Jawab Jonathan.


Alex langsung bergegas menuju kamarnya mengambil handphone yang ada di meja kamar, setelahnya Alex keluar mengangkat telepon. Alex menjawab telepon di teras depan rumah.


"Halo pakde, apa kabar??" tanya Alex.


"Baik Lex, ada apa kok malam-malam wa?? mau membicarakan hal penting apa Lex??" jawab paman Alex.


"Gini pakde, aku mau membicarakan hal ganjil di tempatku PKL, tapi apakah bisa kalau kita lewat chatting aja pakde??" ucap Alex.


"Boleh, yaudah pakde matikan ya." Jawab pakde.


Alex dan Pakde membicarakan hal yang mengganggu dan ganjil kami alami selama di desa ini melalui chatting Wa. Alex pun membicarakan semua hal yang terjadi.


"Baiklah, nanti malam pakde kabarin lagi ya lex. Tapi kalau bisa nanti malam kamu jangan di rumah itu biar lebih leluasa kita bercerita. Pakde udah lihat beberapa hal tapi pakde mau mengkonfirmasinya dulu dengan kakek mu" ucap pakde.


"Baik pakde." Balas Alex.


Alex pun ke belakang ke arah kamar mandi.


"Joana, Jo.. buruan." aucap Alex.


Aku yang berada di kamar sudah selesai mandi dan mendengar teriakannya dari dalam kamar, membuka pintu kamar mengintip keluar.


"Ada apa lex??" tanyaku.


"Lah yang di kamar mandi siapa??" tanya Alex.


"Anggi sama Tasya." Jawabku.


Alex mendatangiku ke depan pintu kamar.


"Kan tadi giliran ku bocil, kok malah Anggi dan Tasya yang masuk hah??" tanyanya padaku.

__ADS_1


"Ya habis kau gadak di situ, aku pikir sedang di kamar." Jawabku.


"Dasar, kau udah selesai kan??" tanya Alex.


"Udah." jawabku.


"Kalau gitu temani aku duduk di belakang, ini salahmu gak bilang samaku karena udah selesai mandi." Ucapnya.


Ku pandangi dia dengan sinis.


"Modus.." Ucapku.


Alex tertawa.


Akhirnya aku menemani Alex duduk di halaman belakang rumah kos kami, dan ini pertama kalinya aku melihat halaman belakang.


"Eh ada rumah kosong toh disini." Ucapku.


"Baru tau, selama ini kemana aja??" tanya Alex.


"Eh, eh Lex dimana kau lihat anak kecil itu??" tanyaku dengan nada yang pelan.


"Disini.." jawab Alex setengah berbisik dan sambil menunjuk.


"Ih apaan sih bisik-bisik." Ucapku.


"Ceklek..." pintu kamar mandi terbuka.


"Sana mandi udah selesai tuh mereka." Ucapku.


Aku dan Alex langsung berdiri dan saat hendak masuk kami berpapasan dengan Anggi dan Tasya.


"Eh ngapain berduaan di belakang"?? tanya Tasya setengah menggoda.


"Nemenin nih orang ngobrol." Ucapku.


Alex langsung masuk ke kamar mandi.


"Joana, ngobrol atau ngobrol??" tanya Anggi menggodaku juga.


"Ihh apaan sih, ngobrol loh." Ucapku sambil berjalan ke kamar.


Mereka berdua tertawa bersamaan.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku ❤️❤️.

__ADS_1


__ADS_2