
Aku membuka mataku, ku lihat ke plafon kamar aku termenung sebentar dan setelahnya merenggangkan tubuhku. Pagi ini tubuhku terasa ringan sekali, karena kelelahan kami semua tertidur pulas semalam hingga pagi ini. Aku melihat handphoneku ternyata sudah jam setengah 7 pagi.
Aku menoleh untuk melihat sekeliling kamar, ku lihat Anggi dan Tasya sudah mau bersiap untuk mandi.
"Selamat pagi teman-teman." Ucapku dengan keras, suaraku memenuhi kamar.
Alhasil semua terbangun, ku lihat Anggi tersenyum karena aku berhasil membangunkan satu kamar.
"Anggi, Tasya jam berapa tadi bangun??" tanyaku sambil duduk bersandar di dinding.
"Jam setengah 6 Jo, kami kesiangan sholat." Jawab Anggi.
"Tapi jadi sholat kan??" tanyaku.
"Jadi." Jawab Anggi.
"Kok gak bangunin kita??" tanyaku kembali.
"Kalian pulas banget, gak tega aku Jo banguninnya." Jawab Anggi sambil tersenyum.
"Lain kali bangunin aja Anggi, kalau kalian kenapa-kenapa gimana??" ucapku.
"Iya Joana sayang." Jawab Tasya.
"Kami mandi dulu ya." Pamit Anggi.
"Oke Anggi." Jawabku.
Biasanya Alex dan Jonathan akan pindah kamar jika salah satu dari kami sudah bangun. Terkadang mereka melanjutkan tidur di ruang tengah di kursi, terkadang juga di kamar mereka tapi hari ini mereka tidur sangat pulas.
Walaupun saat aku teriak tadi mereka juga terbangun dan menoleh ke arahku tapi mereka malah tidur kembali. Jadi muncul niat jailku pada Alex. Aku mengambil handphone ku, merekam dan memfoto wajah Alex yang sedang tidur.
Aku kirim ke handphone nya dan ku jadikan wallpaper handphone. Ku akui aku juga menjadikan foto tidurnya wallpaper di handphone ku, karena sangat menggemaskan bagiku.
Pukul setengah 9 pagi, kami semua pun selesai dan pergi sosialisasi ke dusun lingkungan 1. Saat di dalam mobil aku terus melihat ke arah Alex sambil bergumam dalam hati.
"Sepertinya dia belum melihat handphonenya, dia tidak komplain sedikit pun denganku." Batinku.
Tak lama kami pun sampai di dusun lingkungan 1, kami lihat disana banyak warga dan ternyata ada mahasiswa lain yang mungkin sedang KKN atau PKL juga sama dengan kami.
__ADS_1
Karena kami sudah mengenal setiap pengurus di setiap dusun di desa itu aku bertanya ke pengurus dusun lingkungan satu, kami memanggilnya bu Ida.
"Bu itu mahasiswa lain ada kegiatan apa disini, dari universitas mana bu??" tanyaku pada bu ida.
"Lagi KKN neng, dari universitas yang di medan juga tapi keguruan neng. Jadi mereka disini mengajar anak-anak di sekolah." Jawab bu Ida.
"Oh begitu bu." Ucapku sambil tersenyum.
"Iya neng." Jawab bu Ida dan membalas senyumanku.
Kami pun mulai melakukan sosialisasi kami, kami melakukan sosialisasi hanya 1 jam setelahnya menyerahkan tempat untuk memilah sampah. Jadi setiap hendak membuang sampah kami mengharapkan warga di setiap dusun membedakan sampah-sampah seperti yang sudah kami jelaskan, agar dapat lebih bermanfaat serta tidak merusak lingkungan.
Setelah kami melakukan sosialisasi, kami ada makan siang bersama di salah satu rumah warga, disana kami berkumpul dengan mahasiswa lain yang sedang melakukan KKN.
Saat kami sampai di rumah warga tersebut, kami di sambut oleh salah satu mahasiswi disana, bukan kami sih lebih tepatnya Alex ya hanya Alex yang disambut disana.
Wanita itu datang dan kemudian memeluk Alex, sontak aku melihat ke arahnya dan lagi Irene menggenggam tanganku agar aku tidak membuat keributan. Ya, Irene sangat mengenaliku karena aku payah dalam mengontrol emosiku walaupun untuk hal-hal kecil.
"Hai Lex, apa kabar, gimana kabar mama sehat kan??" tanya perempuan itu sambil memeluk Alex.
Karena aku tidak ingin terpancing emosi aku melewatinya dan memilih masuk ke dalam. Aku pikir saat di dalam aku akan tenang, ternyata aku salah karena emosiku semakin memuncak di dalam.
"Oh namanya Jane, ternyata mantan toh." Batinku.
Ku lihat ke arah teman-temanku, mereka semua melihat ke arahku, terlebih Jonathan yang langsung menghampiriku.
"Joana, jangan masukkan hati ya. Mereka udah lama banget putusnya jangan terpancing, Alex orang yang dewasa kok jangan takut." Ucap Jonathan.
"Hmm." Jawabku singkat.
Salah satu teman Jane mendekati Jonathan.
"Bang Jonathan kan??" tanya wanita itu.
"Iya.." Jawab Jonathan
"Aku Sisil bang teman Jane. Dulu sering ada di rumah Jane saat abang dan Alex main ke rumah Jane." Ucapnya.
"Oh hai Sisil, apa kabar??" tanya Jonathan sambil menyambut tangan wanita itu.
__ADS_1
"Baik bang, baik." Jawab wanita itu.
"Bang aku mau tanya boleh??" tanya wanita itu.
"Silahkan." Jawab Jonathan.
Aku terus melihat ke arah Alex yang asik ngobrol dengan wanita genit itu.
"Huh kok gak siap-siap sih ngobrol nya." Batinku sambil aku menghela nafas.
Tapi aku tetap mendengar pembicaraan Jonathan dan teman wanita itu.
"Bang, Alex dan Jane gak ada kemungkinan balikan, Jane terus nungguin Alex loh sampai sekarang dia belum pacaran." Ucap wanita itu.
"Alex udah punya pacar dan Alex serius dengan pacarnya yang sekarang." Jawab Jonathan singkat namun membuat raut wajah wanita itu jadi beda.
"Oh gitu bang, cantik gak pacar Alex yang sekarang??" tanya wanita itu.
"Tanya Alex sendiri saja, kalau dia mau dengan pacarnya yang sekarang itu berarti wanita itu punya hal lebih dari yang pernah singgah di hatinya. Kamu kan tau Alex, dia suka wanita cantik." Jawab Jonathan.
"Oh gitu, makasih bang." Ucap wanita itu dan kembali ke tempat duduknya.
"Lex.. Alex." Panggil Jonathan.
Alex seperti menyudahi pembicaraan mereka dan menghampiri Jonathan, tapi Alex duduk di sampingku. Begitu Alex di sampingku, aku hanya diam. Aku kesal dengan tingkah Alex.
"Ngapain sih lama banget lu ngomong sama dia??" tanya Jonathan.
"Kayak gak tau dia aja, gak bisa kita menyela pembicaraan dia walaupun udah enek." Jawab Alex.
Jonathan seperi memberi kode ke Alex untuk bicara denganku.
"Sayang." Bisik Alex.
"Apaan sih bisik-bisik." Ucapku aku langsung berdiri dan pindah ke samping Irene dan Ruth.
Saat aku pindah semua mata melihat ke arahku, dan mereka mulai berbisik. Hidangan makan pun datang kami pun akhirnya makan bersama.
To be continue.
__ADS_1
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, vote, share dan jangan lupa tambahkan ke favorit teman-teman ya ❤️❤️.