Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 41


__ADS_3

Karena aku sudah sadarkan diri, teman-temanku pada menunggu di luar sembari istirahat. Ayah dan ibuku berada di ruangan di sofa sedang tertidur, aku sama sekali tidak bisa tertidur karena aku merasa badanku sangat ringan dan segar. Aku masih memikirkan yang ku lihat antara nyata dan mimpi, namun jika di pikirkan dari pengakuan teman-teman bahwa aku pingsan, berarti itu hanyalah mimpi tapi aku merasa itu sangat nyata, wangi masakan ibu kos, wangi bunga di dalam bak kamar mandi, rasanya saat duduk menemani ibu kos makan terasa sangat nyata.


"Ah sudahlah itu hanya mimpi, ya itu mimpi." Ucapku dalam hati meyakinkan diri.


Aku memejamkan mataku berusaha untuk tidur, akhirnya aku tertidur. Rasanya baru sebentar aku memejamkan mataku namun aku sudah di bangunkan oleh suara ibuku.


"Kakak sayang, bangun ini dokter mau periksa." Ucap ibuku.


Aku bangun dan ku lihat dokter sudah di depanku. Doker memeriksa keadaanku dan mengatakan bahwa semuanya sudah baik-baik saja aku hanya kelelahan dan diberikan vitamin untuk tubuh. Dokter juga mengatakan bahwa aku sudah bisa pulang ke rumah.


"Udah, udah sehat, minum vitaminnya ya jangan kelelahan ingat Istirahat." Ucap dokter padaku.


"Iya dokter, terimakasih." Jawabku sambil tersenyum.


Ayah keluar dari ruangan dan mengurus administrasi, ibu membereskan selimut serta pakaian ku, sementara aku duduk sembari menunggu suster untuk membuka infusku.


"Kakak, mau pulang ke rumah dulu atau tetap di sini melanjutkan PKL??" tanya ibu padaku.


"Aku lanjut PKL aja ma, lagian aku sama sekali tidak merasa sedang sakit mama." Ucapku.


"Ya sudah, tapi di jaga kesehatannya ya kakak masih lama lagi loh kamu PKL nya, jangan sakit lagi lihat kasian teman-teman kamu pada khawatir semua." Ucap ibuku.


"Iya ma, aku akan lebih berhati-hati, janji ma." Ucapku.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu." Ucap ibuku.


Setelah ibuku selesai membereskan barang-barang ku yang di bawa teman-temanku, ibuku pergi keluar ruangan sepertinya menyusul ayah.


" Jo, gak pulang ke rumah aja dulu??" tanya Jonathan.


"Enggak deh bang, aku beneran gakpapa. Aku merasa aku baik-baik saja." jawabku.


Alex mendekatiku dan berkata.


"Mengenai mimpimu, apakah ada hal lain yang belum kau ceritakan pada kami??" tanya Alex.


Aku terdiam sambil mengingat-ingat.


Alex mengangguk, ku lihat teman-temanku yang lain. Mereka pun mengangguk tanda setuju.


"Di mimpiku ibu kos berubah menjadi gadis cantik dan dia berkata padaku agar aku hati-hati." Ucapku.


"Ada lagi??" tanya Alex.


"Hanya itu saja, tapi aku merasa mimpi itu sangat nyata Lex aku yakin itu bukan sekedar mimpi." Ucapku.


"Kalau begitu aku akan menelpon pamanku, sepertinya sudah saatnya kita meminta bantuan." Ucap Alex.

__ADS_1


"Untuk apa menelpon pamanmu Lex??" tanyaku.


"Pamanku bisa melihat yang seperti "itu". Tapi gak bisa menyembuhkan seseorang atau memberi penangkal, dari kecil dia sudah sering melihat seperti itu kata nenekku. Mungkin saja dia bisa membantu kita dengan memberi tau apa yang boleh atau tidak kita lakukan, agar dia berkomunikasi dengan makhluk yang ada di rumah ibu kos, seperti yang pernah di lihat Anggi, yang pernah kau lihat dan ku lihat." Ucap Alex.


"Kalian liat apa ??" tanya Anggi.


"Maaf ya aku belum cerita, sebenarnya aku mau menceritakan nya kemarin. Aku melihat sosok anak kecil melalui mimpiku saat kita tidur siang hari itu. Tapi Alex juga melihat sosok anak kecil yang sama saat dia mau ke kamar mandi pada waktu dini hari, iyakan Lex??" Ucapku.


"Iya, aku melihat sosok anak kecil persis seperti yang Joana lihat. Aku dan Joana sudah saling konfirmasi saat kami makan bakso sore itu, dan apa yang dilihat sama dengan yang ku lihat." Jawab Alex.


"Sebenarnya aku juga mengalami hal aneh tapi aku gak berani menceritakan nya jika masih di daerah itu." Ucap Ruth.


"Aku juga punya sesuatu untuk ku ceritakan." Ucap Jonathan.


"Kami juga ada." Ucap Anggi sambil melirik Tasya.


Kami semua saling pandang, suster pun akhirnya datang. Kami semua memberhentikan pembicaraan kami, infus ku pun di buka. Setelah itu tidak lama Ibu dan ayahku datang mengatakan bahwa aku sudah bisa pulang. Kami pun kembali ke kos diantarkan oleh ayah dan ibuku menggunakan mobil. Sedangkan Alex dan Jonathan pulang dengan mengendarai sepeda motor Alex.


Kira-kira apa yang mereka semua lihat sama atau tidak ya.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen,vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku ❤️

__ADS_1


__ADS_2