
"Aku minta maaf ya teman-teman karena kecerobohanku, aku jadi buat banyak orang khawatir, susah dan sibuk. Aku minta maaf karena udah buat keributan yang besar dan pengalaman yang buruk untuk teman-teman semua. Semoga teman-teman berlapang hati memaafkan aku ya." Ucapku sambil menunduk.
Alex memegang tanganku.
"Tidak apa sayang, semua yang terjadi atas izin Tuhan. Mungkin lewat kejadian ini kita semua di tegur untuk lebih hati-hati dalam bersikap maupun tutur kata. Untuk lebih bisa membaca keadaan agar terhindar dari hal buruk, dan agar kita menjadi orang yang lebih baik dalam mendekatkan diri pada Tuhan." Ucap Alex.
Aku tersenyum memandang Alex.
"Iya Jo, benar kata bang Alex gakpapa ini semua untuk kita jadi lebih baik dalam beribadah dan berdoa." Ucap Anggi.
Ku lihat semua teman-temanku, aku tersenyum mereka juga ikut tersenyum. Anggi, Tasya, Irene memelukku.
"Yang penting sekarang Joana sehat, yakan." Ucap Irene.
"Makasih ya teman-teman." Ucapku dan tersenyum.
Saat kami semua sedang ngobrol dan bercanda di kamar. Ku dengar suara langkah kaki yang ramai dan mendekat ke arah kamar. Ibu, ayah dan kedua adikku datang. Begitu melihatku wajah ibu berubah, semua teman-temanku berdiri karena melihat ibu menghampiriku.
Ibu langsung memegang tanganku, mengecek keadaanku dari ujung kepala sampai kaki dan kemudian menangis memelukku.
"Putriku sayang kenapa bisa luka-luka begini, siapa yang berani membuatmu begini sayang. Dari kamu mama lahirkan, mama besarkan, mama sangat berhati-hati menjaga dan merawatmu agar tidak terluka sedikit pun. Tapi kenapa malah orang lain yang melukaimu sampai seperti ini." Ucap ibu menangis memelukku dengan erat.
__ADS_1
"Enggak ma, ini gak salah siapa-siapa. Jo yang gak berhati-hati ma, Jo minta maaf ya gak bisa jaga diri Jo dengan baik seperti janji Jo pada mama dan ayah sebelum berangkat PKL. Setelah ini Jo akan lebih berhati-hati ma, Jo janji." Jawabku menenangkan ibuku.
Aku yang tidak pernah melihat ayahku menangis, melihat keadaanku ayah menangis, tangan ayah bergetar ketika memegang kakiku, melihat leherku. Kemudian ayah berkata.
"Kita ke rumah sakit yuk sayang, biar kamu di obati, biar lukanya gak membekas." Ucap ayah sambil tersedu.
Alex menenangkan ayahku.
"Om sebentar lagi sepupu saya yang memang dokter akan datang kok om, dia sudah bawa alat-alat medis dan obat-obatan. Sebenarnya kemaren mau datang tapi baru ini dia libur praktek dan rumah sakit om, maaf ya om lama menangani Joana secara medis." Ucap Alex sambil mengelus pundak ayahku.
"Gakpapa nak Alex, kalian udah berusaha. Saya seharusnya berterimakasih karena kalian udah berusaha menjaga Joana dengan baik. Saya percaya kalian juga kaget dengan semua kejadian ini." Jawab ayahku.
"Sayang, sejak kapan kamu bisa menyembunyikan hal penting dari mama, hmm??" tanya ibuku.
"Mama gak akan maafin kamu kalau kamu sembunyikan hal penting lagi dari mama, mengerti." Ucap ibuku.
"Mengerti ma." Jawabku.
Kakek Alex datang ke kamar, meminta izin pada ibu dan ayahku untuk mengobati luka memar dan biru di badanku. Kakek membawa kain putih dan seperti parem yang berwarna kuning pucat. Kakek menuangkan rempah itu ke kain putih dan membalutnya ke leherku, tanganku dan kakiku. Saat di pakaikan padaku rasanya hangat dan harum membuatku nyaman.
"Ini tidak boleh di buka ya neng, bukanya besok saja, mengerti." Ucap kakek padaku.
__ADS_1
"Iya kek, makasih ya kek. Maafin aku udah gak dengerin kakek dan merepotkan semuanya." Jawabku.
"Gakpapa neng, kan jadi ada kesempatan kakek ngurus calon mantu." Ucap kakek menggodaku.
Aku tersenyum malu sambil menghapus air mataku.
"Gimana ibu, bapak boleh putrinya jadi mantu saya??" tanya kakek ke ibu dan ayahku.
Ibuku dan ayahku tersenyum sambil menghapus air mata mereka.
"Semua tergantung putrinya kek." Jawab ibu.
"Saya tau hal ini menyakiti hati kalian. Saya sudah berusaha semampu saya untuk menetralkan semuanya, kalian tenang ya nak putri kalian ini sudah tidak apa-apa. Dia sudah pulih tinggal lukanya saja." Ucap kakek menenangkan kedua orangtuaku.
"Terimakasih kek, terimakasih banyak." Jawab ibuku.
"Dan Joana kakek ada pesan untukmu neng. Setelah kamu pulih dan sembuh kamu akan jadi berbeda dari kamu yang dulu. Kamu akan bisa melihat yang tidak bisa dilihat orang lain, kamu bisa merasakan bahkan mendengar suara mereka yang tidak bisa di dengar orang lain. Kendalinya ada di dirimu, kamu yang bisa mengatur agar mereka tidak mengganggumu dan hanya kamu yang bisa mengendalikan dirimu dari mereka. Dari hari ini kamu harus belajar lebih bergantung pada Tuhan, agar apa yang terjadi di hidupmu jika atas seizin Tuhan kamu tidak akan celaka." Nasehat kakek padaku.
"Baik kek, terimakasih kek." Jawabku.
Ada yang sedikit mengganjal di hatiku sebenarnya, maksud dari kakek yang mengucapkan bahwa aku akan jadi berbeda dari aku dulu. Dan apa yang akan ku lihat yang tidak bisa dilihat orang lain, aku ingin bertanya sebenarnya tapi karena kakek dan pakde mengajak untuk makan sore bersama kami jadi ke ruang keluarga berkumpul untuk makan bersama. Aku di bantu oleh Alex agar bisa jalan sampai ke ruang keluarga.
__ADS_1
To be continue.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan tambahkan ke favorit teman-teman ya ❤️.