
Pagi ini kami semua bangun jam 5 pagi untuk menemani Tasya dan Anggi sholat subuh. Saat Tasya dan Anggi ke kamar mandi untuk ambil wudhu, aku, Irene, Ruth, Jonathan dan Alex berencana membersihkan ruang tengah yang kami tinggalkan berantakan semalam.
Begitu sampai di ruang tengah, meja bersih tidak ada sampah dan piring kotor, bahkan gelas kotor pun tidak ada lagi yang tersisa hanya bungkusan Indomaret yang berisikan minuman dan coklat yang Alex berikan untukku.
Kami semua saling tatap.
"Tuhkan bener ibu kos semalam datang." Ucapku.
"Tapi sebelum kau pulang Jo bu kos gadak ke rumah, kalau datang mana mungkin kami gatau sementara kita semua di ruang tengah, jelas-jelas jalan utama untuk ke dapur ruang tengah." Ucap Ruth.
"Tapi Ruth aku lihat bu kos emang sedang di dapur, rambutnya di sanggul pake baju hijau dan rok hijau. Dia mondar mandir kayak lagi beberes aku lihat." Jawabku.
"Kalau gitu yok coba kita lihat ke dapur yok." Ucap Irene.
Karena Tasya dan Anggi sedang sholat di kamar, kami pun ke dapur bersama-sama untuk memastikan. Ya, benar saja gelas, piring semuanya sudah bersih, disana ada gelas dan piring yang kemarin kami pakai dan sudah tercuci bersih.
Kami kembali saling tatap. Alex dan Jonathan pun kembali ke ruang tengah kami pun mengikuti mereka, mereka ngecek semua pintu dan jendela di rumah itu. Mereka juga mengecek kamar mereka dan semua masih terkunci rapat tidak ada yang terbuka. Akhirnya mereka memutuskan memindahkan barang-barang mereka yang ada di kamar ke kamar kami, karena memang di kamar mereka tidak ada kunci kamar.
Setelah semua kami cek, kami duduk kembali di ruang tengah dengan membuka jendela yang ada di ruang tengah. Tak lama Anggi dan Tasya pun datang karena sudah menyelesaikan sholat mereka.
Mereka yang melihat raut wajah kami bingung, mereka duduk dan bertanya.
__ADS_1
"Kenapa wee??" tanya Tasya.
"Masih ingat yang di bilang Jo, kemaren dia lihat ibu kos di dapur." Ucap Irene.
"Iya, kenapa emang bu kos pulang ya??" tanya Tasya kembali.
"Masalahnya kita semua gadak lihat ibu kos pulang kan, waktu nunggu Joana dan bang Alex balik. Jelas-jelas ini jalan utama ke dapur." Jawab Irene.
"Iya sih, kita juga gk dengar ada kegiatan di dapur kan semalam." Ucap Tasya.
"Itu dia Sya." Jawab Irene.
"Tapi bisa aja benar ibu kos, dia masuk lewat pintu belakang, kan ada pintu belakang." Ucap Anggi.
"Iya benar wee kayaknya ibu kos deh, karena pintu belakang gak terkunci." Ucap Jonathan.
Aku merasa lega karena ucapan Jonathan.
"Huh syukurlah memang manusia asli." Ucap Ruth.
Namun begitu Alex dan Jonathan datang aku malah melihat Alex seperti sedang memikirkan sesuatu. Sama dengan Jonathan wajahnya yang seperti sedang berfikir, aku pikir cuma aku saja yang merasa seperti itu ternyata Anggi juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
"Woi bang kalian berdua kenapa, kan kita udah tau semalam ibu kos kok wajah kalian gitu?? mikirin apa??" tanya Anggi.
"Ah enggak, gakpapa kok." Jawab Jonathan.
"Iya gakpapa, gak mikirin apa-apa." Jawab Alex kemudian.
Aku yang kurang yakin, berniat akan menanyakan hal itu nanti saat kami sedang berdua bersama.
"wih apaan nih??" tanya Ruth sambil melihat isi plastik yang terletak di meja.
"Coklat wee, yuk kita makan bareng-bareng." Ucapku sambil berdiri dan menuangkan semua isi yang ada di plastik ke meja.
Alex melihat ke arahku dan aku melihat ke arah Alex menatap matanya, dia pun menganggukkan kepalanya ternyata dia mengerti telepati batinku. Aku pun tersenyum ke arahnya dan mengucapkan terimakasih tanpa bersuara. Alex membalas senyumanku.
Pagi itu kami sarapan coklat bersama-sama, minum minuman coklat juga yang ada di meja. Karena memang semua yang di beli Alex dari makanan, minuman sampai cemilan semuanya coklat.
Alhasil pagi ini kami pesta coklat. Tapi aku sangat senang karena memang aku sangat suka dengan coklat, sebelum pacaran saja dia sudah tau kesukaanku. Ku akui dia cowo yang cepat tanggap karena dia tau kesukaanku tanpa bertanya hanya dengan mengamatiku saja.
Tapi aku jadi bergumam dalam hati.
"Pacarku ini hanya dengan melihat kebiasaanku tau kesukaanku, berarti dia pintar melihat keadaan tapi kenapa sampai sekarang penelitiannya belum selesai ya. Padahal dia cukup pintar dalam berkomunikasi saat kami melakukan penelitian kami, dasar cowo." Batinku.
__ADS_1
To be continue.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote, hadiah dan tambahkan juga ke favorit teman-teman ya❤️.