Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 50


__ADS_3

Tasya melanjutkan ceritanya.


"Yang kedua mau magrib kalau gak salah saat kita semua sedang ngumpul di ruang tengah aku mau ke kamar mandi, setelah aku masuk kamar mandi aku dengar suara keran air nyala di kamar mandi luar. Tapi aku mikir kan mungkin bang Nathan atau bang Alex pikirku saat itu, karena aku berfikir gitukan aku jadi pengen isengin. Keluarlah aku dari kamar mandi, ku buka pintu belakang saat itu masih terdengar suara keran airnya jadi aku yakin itu manusia gitu. Aku ketok kamar mandi maksudku mau nakutin, tapi malah gak ada jawaban, aku ketok sampe tiga kali karena gadak jawaban aku langsung masuk karena kan di halaman belakang gelap banget tuh. Setelah aku balik badan dan masuk ke rumah samar-samar ku dengar ketawa anak kecil perempuan, awalnya samar-samar, lama kelamaan makin jelas di telingaku walaupun kecil suaranya. Jujur di situ badanku merinding, kakiku lemas tapi aku gak bisa cerita sama kalian kayak gak sanggup aja gitu." Ucap Tasya.


"Oh, itu yang kau diam aja ya Sya waktu balik dari kamar mandi??" tanyaku.


"Iya Jo." Jawabnya.


"Terus ada lagi gak??" tanya Jonathan.


"Ada bang. Ini yang ketiga, tapi aku gatau ya ini jelasnya hantu atau manusia. Kejadiannya siang hari, aku ke belakang rumah untuk angkat kain yang aku cuci. Saat aku angkat kain ada nenek-nenek hampiri aku yang tiba-tiba udah ada di belakangku aja, nenek itu berkata." Ucap Tasya


"Masih betah disini??" tanya nenek-nenek.


"Alhamdulillah masih nek." Jawab Tasya.

__ADS_1


"Hi..hi..hi..hi" tawa nenek.


"Trus nenek itu ketawa seram banget kan, trus dia pergi cuma gitu aja. Yang anehnya lagi cepat banget hilangnya padahal terakhir ku liat masih jalan di depan rumah kosong, aku ambil jemuran ku lihat lagi ke belakang udah gadak. Langsung merinding dong aku saat itu, larilah aku ke dalam." Ucap Tasya.


"Nenek itu gimana perawakannya??" tanyaku.


"Pendek, rambutnya di sanggul tapi berantakan, rambutnya gak putih semua masih ada hitam-hitamnya, agak bungkuk, pake baju warna hijau yang gelap banget trus pake sarung batik. Ah iya gak pake sandal, gitu Jo." Jawabnya.


Aku bergumam dalam hati.


Lagi-lagi ku lihat Alex dan Jonathan saling tatap. Jonathan pun bercerita dan buka suara.


"Aku juga mengalami hal-hal aneh dari suara sampai aku melihat beberapa di rumah ini. Pertama kali kita masuk di rumah ini, aku melihat sosok bayangan hitam sangat besar bahkan kepalanya nembus plafon rumah. Tapi dia hanya berdiri diam saja seperti mematung, dan hanya berupa bayangan. Aku juga pernah melihat nenek-nenek berdiri dapur, persisi perawakannya seperti yang kau lihat Sya. Saat Joana menangis di ruang tengah, aku melihat di ruang tv ada sosok perempuan yang duduk sedang menangis menunduk. Aku juga lihat sosok anak kecil yang sering mondar mandir di ruang tengah ketika malam, aku juga pernah melihat anak kecil ini di halaman belakang rumah dan kamar mandi belakang. Sebenarnya aku juga udah tau yang kalian lihat ibu dan bapak kos yang setiap subuh ke kamar mandi, itu bukan mereka tapi sosok yang menyerupai mereka yaitu sosok hitam besar dan cewe menangis yang di ruang tv. Cewe yang ada di ruang tv sama dengan cewe yang Anggi lihat di kayu plafon rumah." Ucap Jonathan.


Aku yang mendengarnya spontan melihat ke arah Jonathan.

__ADS_1


"Bang, kau bisa lihat "mereka"??" tanyaku.


"Hmm, sedikit Jo." Jawab Jonathan.


"Itu bukan sedikit, emang kau bisa lihat iyakan??" tanyaku memastikan.


"Iya, tapi jangan sebar ya, gk banyak yang tau soal ini. Sebenarnya juga aku gamau kalian tau tapi karna kejadian nya udah berantakan gini makanya aku cerita." Ucap Jonathan.


Beberapa saat kami terdiam semua, mencoba mencerna apa yang terjadi dan kenapa semua ini terjadi. Padahal kami belum mendengar cerita Alex tapi rasanya semuanya jadi makin jelas dan sulit untuk dipahami, dan rasanya semakin kami enggan balik ke rumah itu.


"Kira-kira Alex sudah melihat apa saja ya." Gumamku dalam hati.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote dan hadiah kalian adalah semangatku ❤️.

__ADS_1


__ADS_2