
Aku dan Alex akhirnya sampai di rumah kos jam 22.30 wib, semua teman-teman belum ada yang tidur, bahkan mereka belum masuk ke kamar masih berada di ruang tengah.
"Kenapa belum tidur??" tanyaku ke mereka.
"Belum ngantuk Jo." Jawab Irene.
"Sekalian nungguin mu Jo mereka.." Ucap Jonathan.
"Iyakah nunggu aku, ih jadi ngerasa spesial aku." Ucapku.
Mereka hanya melirikku dan kemudian fokus lagi ke handphone mereka masing-masing.
"Oh ternyata bukan aku yang spesial, handphone yang spesial." Ucapku sambil duduk di kursi ruang tengah.
Mereka hanya tersenyum sambil melihat handphone masing-masing. Saat itu Alex langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa berbincang lagi dengan kami atau duduk sebentar di kursi di ruang tengah.
"Jo, kenapa kalian, kok jadi kayak diam-diaman. Kau nolak Alex ya??" ucap Tasya yang penuh dengan pikirannya sendiri.
"Hah nolak?? maksudnya nolak gimana??" tanyaku kembali.
"Yah elah Jo, kayak kita gak ngerti aja kan Alex suka samamu." Ucap Tasya.
"Ya ampun Tasya, mudah-mudahan gak di dengar dengannya. Kami hanya berbicara santai mengenai PKL, kebiasaan deh nyimpulkan sendiri Sya." Ucapku.
"Tuh dengerin Sya, jangan kepo dan nyimpulkan sendiri." Ucap Ruth.
"Iya iya, ah gak seru.." Jawab Tasya dan kembali bersandar di kursinya.
Jonathan pun memasuki kamarnya.
"Bang, hari ini tidur bareng-bareng kan. Kok gak ke kamar kami, disana kan luas dari pada kamar kalian??" tanya Anggi.
__ADS_1
"Iya nanti aku dan Alex ke kamar kalian, ada yang mau aku bicarakan sama Alex." Jawab Jonathan dan kembali jalan memasuki kamar mereka.
"Yaudah yuk wee masuk kamar, ngantuk nih aku." Ucapku.
"Yok, yok." Ucap teman-temanku.
Kami pun masuk ke kamar, tapi tidak menutup pintu kamar agar Jonathan dan Alex tidak segan kalau mau memasuki kamar. Kami juga sepakat malam ini pintu kamar akan kami buka tidak kami tutup.
Di kamar Alex dan Jonathan.
"Lex gimana, dia mau menemui kakek??" tanya Jonathan.
"Gak mau dia, aku jadi bingung yakinkan dia gimana lagi." Jawab Alex.
"Pantes muka kau kusut gitu." Ucap Jonathan.
"Gimana ya Jo, aku takut terjadi apa-apa sama dia, sementara aku tau cara agar dia gak kena bahaya." Ucap Alex.
"Besok kita omongin aja lagi ke dia, gimana??" tanya Jonathan.
Alex dan Jonathan pun pergi ke kamar kami.
"Belum pada tidur??" tanya Jonathan.
"Belum, baru Jo dan Anggi aja yang tidur tuh." Jawab Irene.
"Cepat juga nih bocah tidur ya." Ucap Alex sambil duduk di bawah kakiku.
Posisi aku tidur di tengah-tengah antara Irene dan Ruth.
"Ruth, minggir dulu dong, aku mau foto wajah Jo lagi tidur." Ucap Alex.
__ADS_1
"Bucin ya bang." Ucap Irene.
Ruth tanpa bertanya langsung pindah posisi duduk, saat itu dia belum tidur. Teman-temanku yang lain menyaksikan aksi Alex yang terang-terangan itu. Irene yang penasaran pun bertanya.
"Bang kau beneran suka sama Jo??" tanya Irene.
"Menurutmu??" tanya Alex balik.
"Udah kau bicarakan sama Jo??" tanya Irene kembali.
"Belum, belum ada waktu yang pas." Jawab Alex.
"hmm begitu." Ucap Irene.
Alex hanya diam dan tersenyum sambil foto dan rekam wajahku saat tidur.
"Apa yang buatmu suka sama Joana bang??" tanya Tasya.
"Dia cantik, ternyata polos dan lemot." Ucap Alex sambil tersenyum.
"Karena itu kau suka sama Joana??" tanya Tasya sambil melihat ke arah Alex dengan wajah heran.
"Iya, dia menarik." Jawab Alex lagi.
Tasya hanya melihat Alex dengan wajah heran tanpa berkata apapun, dan akhirnya dia memilih untuk tidur.
"Minggir bang, aku mau tidur. Udah sana tidur di pojokan sama bang Nathan." Ucap Irene pada Alex.
"iya, iya." Jawab Alex.
Malam itu kami semua tidur dalam satu kamar, dengan kamar yang di buka lebar. Karena mungkin banyak udara yang masuk, membuat kamar itu sangat sejuk dan dingin, membuat kami tidur dengan pulas hingga terbangun cukup siang.
__ADS_1
To be continue.
Terimakasih untuk semua pembaca setiaku. Dukungan kalian dengan like, komen, share, vote dan hadiah adalah semangatku ❤️❤️.