
Saat itu aku berbincang dengan ibu.
"Ibu apa kabar?? gimana, sudah sehat kan??" tanyaku pada ibu
" Baik nak, sudah, ibu sudah sehat kok." Jawab ibu.
Saat itu suasana rumah hening tidak ada suara apapun karena hanya aku dan Alex yang sedang berada di rumah tidak ada siapapun.
" Syukurlah bu." Ucapku.
" Lagi dimana kak??" tanya ibu.
" Lagi di rumah kos bu." Jawabku.
" Lagi ada acara ya di rumah ibu kos??" tanya Ibu.
" Enggak bu, kenapa ??" tanyaku kembali pada ibu.
" Kok berisik banget yaa, rame banget kalian disana ya kak." Ucap ibu kembali.
" Hah??" aku bergumam namun aku mulai merinding.
Aku terdiam, perasaanku jadi tidak enak, apa yang di maksud ibu, disini tidak ada siapapun. Aku berusaha tetap tenang dan akhirnya berbohong pada ibu.
"Oh iya bu kami rame disini." Ucapku terbata.
"Kak itu siapa yang di sampingmu?? kok dari tadi ajak kamu ngobrol terus, kalian mau main apa??" tanya ibu.
__ADS_1
"Ya Tuhan." aku bergumam dalam hati.
Jantungku berdegup dengan sangat kencang, keringat mulai menetes di keningku, aku ingin bergerak tapi takut sekali takut sampai sulit untuk menggerakkan badanku, aku seperti membeku.
"Oh iya bu temanku, sudah dulu ya bu, aku mau lanjut ngobrol sama teman-teman." Ucapku ke ibu.
"Iya kak jangan keluar malam terus ya." Jawab ibu.
" Iya bu." Ucapku cepat dan langsung mematikan telfon.
Aku mencabut charger ku, melihat ke sekeliling kamarku, badanku seketika bergetar dan merinding parah, sangat merinding, ku buka cepat kamar dan aku langsung berlari ke luar rumah tanpa menutup kembali pintu kamar, aku berjongkok diluar.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku aku spontan berteriak.
" Kenapa Jo, ada apa??" tanya Alex.
"Aku takut, aku takut." Ucapku dengan suara gemetar.
Alex menurunkan badannya dan berjongkok.
" Ada apa?? kenapa??" tanya Alex.
"Ayo kita pergi, pergi dari sini ayo." Ucapku terbata dan mulai menangis.
" Iya, iya, sebentar aku kunci kamar kalian dan rumah dulu, mana kunci kamarnya??" ucap Alex.
" Di pintu, masih di pintu." Jawabku.
__ADS_1
" Hpmu ?? sudah??" tanya Alex.
" Sudah." jawabku sambil menangis dengan suara bergetar.
Alex kembali masuk ke dalam rumah, dia mengunci pintu kamar, mengunci rumah ibu kos, setelah itu kami langsung bergegas pergi dari rumah saat itu. Tanganku masih bergetar, keringatku semakin banyak menetes, sesampainya di rumah bu Bety, Alex langsung turun dan memegang tanganku yang masih di atas motor, aku hanya terbengong dan gemetar.
Tanpa bertanya Alex langsung memelukku, mengusap punggungku di saat itu aku langsung menangis, menangis tersedu. Semua teman-teman wanitaku langsung mendatangi kami dan bertanya pada Alex.
" Bang kenapa??" tanya Irene yang amat khawatir.
" Gatau, tiba-tiba keluar kamar udah gemetar, kita biarkan aja dulu nanti kita tanya lagi, badannya gemetar banget nih masih dingin tangannya, jangan kita banyak tanya dulu, ambilkan aja air putih Ren" Ucap Alex.
Dengan cepat Irene mengambil air putih di teras rumah yang emang sudah ada untuk minum, setelah aku agak tenang Alex melepaskan pelukan nya dan memberiku segelas air.
" Jo, ini minum dulu ya." Ucap Alex.
Tanpa menjawab aku langsung meminum air yang diberikan Alex, Alex terus mengusap punggungku dan menenangkan ku.
"Kenapa Jo?? cerita ya biar makin tenang, jangan panik sendiri." Ucap Alex sambil memegang tangan kiri ku dan melihat ke mataku.
Aku hanya menatap Alex tanpa bisa berkata, karena emang aku masih takut.
"Yuk kita duduk di teras, kita makan dulu setelah itu ceritakan ya pada kami." Ucap Alex dengan sangat lembut.
Aku menuruti tuntunannya dan mengangguk mengisyaratkan "iya" dengan anggukan ku pada Alex. Kami duduk bersama dan makan bersama pak Kodir dan bu Bety, kami makan ayam dan ikan panggang yang sudah di panggang Alex dan Jonathan. Karena aku tidak makan nasi aku hanya makan 3 ayam dan 1 ikan panggang.
To be continue.
__ADS_1