Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 46


__ADS_3

"Halo pakde, bagaimana hasilnya??" tanya Alex.


"Sebelumnya pakde ingin bertanya mengenai pemilik rumah, apa pekerjaan mereka??" tanya paman Alex.


"Aku gak tau pakde, karena kami tidak pernah berbicara banyak dengan mereka. Kenapa pakde??" tanya Alex kembali.


"Ini masih kecurigaan pakde dengan kakekmu bisa jadi benar namun bisa jadi salah juga. Pakde melihat persembahan di sebuah kamar di rumah itu dari gambar yang kamu kirimkan ke pakde. Namun yang buat pakde khawatir di persembahan itu ada satu kendi yang berisikan darah segar." Ucap Pakde.


Alex yang mendengarnya seketika jantungnya berdegup kencang. Pakde melanjutkan pembicaraan nya yang terhenti sejenak.


"Disana pakde dan kakekmu melihat 3 sosok utama dan hanya mereka yang akan terus menampakkan diri dengan kalian. Yang pertama sosok hitam besar dengan taring yang panjang, walaupun saat ini kalian belum bertemu wujud aslinya namun kalian tanpa sadar sudah bertemu dengannya saat dia menyerupai tuannya. Yang kedua, sosok perempuan berbaju merah dengan wajah yang sangat rusak, teman-temanmu sudah melihatnya namun tidak dengan baju merah dan perawakan aslinya karena dia beberapa kali berhasil menyerupai ibu pemilik rumah. Yang ketiga, sosok anak kecil yang dipenuhi amarah, kamu dan salah satu teman wanitamu sudah melihatnya. Mereka belum mengganti atau menambah persembahan mereka sejak kalian datang, tapi kalian harus berhati-hati tidak lama lagi dia akan datang dan mengganti persembahannya. Saran pakde saat itu tiba kalian jangan ada di rumah itu." Ucap pakde Alex.


"Kapan kami akan tau pakde jika mereka akan mengganti persembahannya??" tanya Alex.


"Nanti akan ada tanda, dan kamu tanpa sadar akan mengetahuinya. Persembahannya sangat dekat dengan teman-teman wanitamu, salah satu dari mereka sudah di targetkan untuk menjadi persembahan." Ucap pakde.

__ADS_1


"Apakah pakde tau siapa yang akan menjadi persembahan??" tanya Alex.


"Kata kakekmu dia wanita yang dari awal sudah di bawa ke alam mereka dengan perantara mimpi, namun mereka belum berhasil mengambil temanmu itu karena dia sangat sulit untuk di goyahkan, sekarang dia sudah tidak begitu waspada. Dia berada dekat denganmu Lex, sebaiknya kamu memberitahunya untuk waspada terhadap mimpi-mimpinya. Mereka sudah pernah hampir berhasil mengambil jiwanya namun sayangnya gagal karena doa-doamu Lex. Apa kamu sebegitu menyukainya??" tanya pakde Alex tiba-tiba.


Alex terdiam dan jantungnya berdegup bertambah kencang, karena dia sama sekali tidak pernah menceritakan hal ini pada pamannya. Tapi pamannya mengetahui semua yang terjadi padanya serta teman-temannya.


"Pakde tau dari mana??" tanya Alex.


"Dari perjalanan waktu yang diusahakan kakekmu untuk melihat isi rumah itu dan apa yang sudah kalian lakukan disana. Awalnya pakde mengira kalian sudah tidak sopan atau melakukan hal-hal tidak senonoh. Ternyata si pemilik rumah yang sudah melakukan perjanjian dengan mereka, karena itu dia selalu mengizinkan orang asing tinggal lama di rumahnya, untuk di ambil darahnya secara perlahan." Ucap pakde Alex.


"Bawa temanmu itu bertemu dengan pakde dan kakek, akan kami berikan penangkal untuknya. Dari tempatmu kan sudah tidak terlalu jauh ke rumah kakek, pergilah dari pagi jam 6 pagi agar sampai tidak terlalu siang dan bisa pulang sore. Ceritakan ini pada temanmu itu, tapi jangan beritahu dulu ke yang lain. Oia, Jonathan tidak bilang apa-apa padamu?? kamu kan tau dia bisa melihat seperti itu juga." Ucap pakde.


"Pakde kan tau bagaimana dia, dia tidak akan buka suara jika dia tidak ingin. Aku menunggu dia yang berbicara sendiri tanpa harus ku minta." Jawab Alex.


"Ya sudah kalau begitu dalam Minggu ini pergilah ke rumah kakek, pakde akan menunggu disana." perintah pakde Alex.

__ADS_1


"Baik pakde, terimakasih." Ucap Alex.


Pakde pun mematikan ponselnya. Alex termenung beberapa saat sambil minum kopinya dan makan cemilan nya, walaupun pakde tidak memberitahu siapa wanita itu Alex sudah punya firasat bahwa itu adalah Joana orang yang di sukainya saat ini.


Alex pun pulang kembali ke kos, saat sampai kos dia hanya melihat Jonathan yang duduk di teras rumah.


"Ngapain??" tanya Alex.


"Nunggumu." Jawab Jonathan.


Begitu Alex masuk rumah Jonathan pun mengikutinya, dan mereka langsung masuk kamar bersiap untuk tidur.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote dan , hadiah kalian adalah semangatku ❤️❤️❤️.

__ADS_1


__ADS_2