
Aku tidak mengerti mengapa sikapku seperti itu pada Jonathan, padahal aku tau betul itu bukan kesalahannya semua ini hanya salah paham. Rasa kesalku, amarahku tidak bisa ku kendalikan saat melihat Jonathan. Mungkin karena aku menyukainya, bahkan sangat menyukainya rasa kesalku di dasarkan rasa kecewa karena tidak bisa lagi lebih dekat dengannya. Amarahku diiringi oleh rasa cemburu karena Jesica yang memilikinya.
Seharusnya aku tidak bersikap seperti ini padanya, namun satu sisi aku mensyukuri hal ini karena akan lebih mudah bagiku melupakan rasa sukaku padanya ketika aku menjaga jarak dengannya. Ya, cara ini sudah benar untuk melindungi hatiku juga.
Aku sadar saat ini aku bersikap egois, kekanakan dan tidak adil pada Jonathan, tapi harus ku lakukan untuk kebaikanku, jika tidak seperti ini aku akan terus berusaha menempel dan mencari perhatian Jonathan. Seandainya saja dia tidak memberikan perhatian seperti itu malam itu, seandainya dia tidak terlalu menunjukkan rasa khawatirnya padaku mungkin aku tidak akan menyukainya sedalam ini.
Kau Jonathan berhasil membuatku jatuh cinta namun juga berhasil memberiku kecewa.
Setelah arang berhasil dihidupkan, bara api juga sudah menyala dengan baik, Jonathan dan Alex mulai memanggang ayam dan ikan yang sudah di bumbui.
" Tasya, tolong ambilkan piring untuk tempat ayam dan ikan ini sudah ada yang matang." Ucap Jonathan.
" Iya sebentar bang." Jawab Tasya.
Alex memandang Jonathan.
" Biasanya kau suka sekali mengganggu Joana kenapa malam ini tidak merepotkan nya??" tanya Alex.
" Kau kan tau situasinya, sepertinya itu tidak bisa lagi ku lakukan sampai PKL ini selesai, Joana benar-benar mendirikan tembok padaku, dia selalu berusaha menghindari ku." Jawab Jonathan.
" Kalau gitu, biarkan aku yang mendekatinya." Ucap Alex.
" Kenapa harus bilang padaku??" tanya Jonathan.
" Kau pikir aku tidak mengenalmu, kau tidak akan memberikan perhatian atau rasa khawatir jika kau tidak tertarik atau menyukai seorang wanita." Ucap Alex.
Jonathan terdiam melihat Alex.
__ADS_1
" Apa aku salah??" tanya Alex.
" Tidak." Jawab Jonathan yang kemudian fokus kembali ke panggangan nya.
" Mulai sekarang aku akan mendekatinya, karena kau ku anggap sudah melepaskannya." Ucap Alex.
"Hmm." Jonathan hanya bergumam.
Di teras aku, pak Kodir, bu Bety dan teman-teman mengobrol sambil menunggu mereka selesai memanggang. Aku ingin mengambil hpku, aku memeriksa tas dan kantongku. Namun hpku tidak ada, Irene yang sadar dengan gerak gerik ku yang sedang mencari sesuatu bertanya padaku.
" Nyari apa Jo??" tanya Irene.
" Hp, hpku kau liat kah Ren??" tanyaku kembali.
" Hpmu, kan kau tidak membawanya Jo, kau cas di kamar. Ku pikir kau emang sengaja meninggalkan hpmu." Ucap Irene.
" Kok gak bilang Ren, aku lupa bawa hpku." Ucapku.
" Aku ingin kirim pesan ke ibuku, yaudah aku ambil sebentar ya Ren." Ucapku.
" Yaudah aku temani, ya." Pinta Irene.
" Gausah Ren aku pinjam motor bu Bety aja." Ucap Irene.
" Bener nih??" tanya Irene kembali.
" Iya.." Jawabku.
__ADS_1
" Bu saya boleh pinjam motor ibu, hp saya ketinggalan di kama.r" Ucapku sambil bertanya pada bu Bety.
" Boleh neng, kuncinya di meja makan tadi ya neng, pake aja neng." Jawab bu Bety.
" Terimakasih ya bu." Ucapku.
" Hati-hati neng." Ucap bu Bety kembali.
" Iya bu." Jawabku.
Aku bergegas ke dapur untuk mengambil kunci motor, setelah ku ambil kunci motor aku keluar dapur dan berpapasan dengan Alex. Alex menarik lenganku dan bertanya.
" Katanya kau mau ke rumah ya ambil hp??" tanya Alex.
" Iya, kenapa??" tanyaku kembali.
" Aku ikut, ada yang mau ku ambil juga di kamar." Ucap Alex.
" Yaudah ayok, bawa ya." Ucapku sambil tersenyum dan menyerahkan kunci motor.
Alex hanya menatap ku jengkel dan menghidupkan motor. Aku duduk miring karena dekat pikirku.
" Duduknya yang benar kenapa, berat sebelah tau." Ucap Alex.
" Bawel, udah cepat lagian kan dekat." Jawabku.
" Idih.." Alex menggerutu.
__ADS_1
Aku tersenyum puas mendengar gerutunya. Sesampainya di rumah kos kami, tidak ada orang di dalam rumah, aku membuka pintu rumah, Alex masuk ke kamarnya aku masuk ke kamar kami, saat aku masuk ke kamar hpku berdering panggilan dari ibu, aku mengangkat telfon ibu dan berbincang dengan ibu sebentar, tiba-tiba ibu menanyakan hal aneh padaku yang membuatku terdiam.
To be continue.