Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 73


__ADS_3

Setelah aku sedikit ngobrol dengan Alex dan sudah menghabiskan makananku. Aku minta tolong ke Alex untuk membawaku berkumpul dengan teman-teman, Alex menyetujuinya dan membawaku ke ruang tengah dimana Kakek dan teman-teman ku yang lain sedang berkumpul.


Saat aku mencoba berdiri kakiku terasa sangat kaku dan nyeri, aku mencoba melangkah tapi semakin sakit.


"Duh, kakiku kok sakit banget ya." Ucapku sambil memegang tangan Alex.


"Yaudah, pake kursi roda nenek aja ya sayang." Ucap Alex.


Aku kembali duduk di kasur, di kamar yang aku gak tau ini kamar siapa.


"Sayang, ini kamar siapa??" tanyaku sambil melihat sekeliling kamar.


"Ini kamarku, di rumah kakek." Jawab Alex.


Aku menganggukkan kepalaku sambil melihat sekeliling kamar.


Ku lihat kakiku penuh dengan perban.


"Aku ini kenapa sebenarnya, kok kakiku luka-luka begini sayang??" tanyaku sambil menatap Alex.

__ADS_1


Alex hanya menatapku dan menghela nafas. Teman-temanku masuk ke dalam kamar Alex dan menyapaku, terutama Irene dia sangat antusias melihatku sudah bangun.


"Joana, akhirnya bangun juga." Ucap Irene yang langsung berlari memelukku.


"Hah, emang aku kenapa sih??" tanyaku bingung.


Teman-temanku semua saling tatap.


"Kenapa sih wee, ceritain dong aku beneran gk ngerti apa-apa kakiku sakit, badanku sakit semua, leherku juga terasa nyeri. Aku kenapa, tolong ceritain kok pada diam semua sih." Ucapku dengan wajah memelas agar mereka menceritakan hal yang sudah terjadi padaku.


"Oke aku akan ceritakan semuanya ke kamu, tapi jangan panik ya. Jangan mikirkan apapun, karena semua udah terjadi dan udah lewat. Sekarang kamu juga udah aman sayang, jadi jangan takut setelah ku ceritakan semuanya ya." Ucap Alex.


Aku mengangguk tanda setuju. Aku mulai duduk mengambil posisiku dengan nyaman bersandar dengan bantal. Teman-temanku duduk di kasur mengelilingiku.


"Kamu ingat kita makan bersama yang setelahnya kamu masuk kamar karena kamu bilang pusing??" tanya Alex.


"Iya aku ingat dan aku tertidur." Jawabku.


"Tapi sebenarnya kamu bukan tidur sayang." Ucap Alex.

__ADS_1


Aku heran dengan pernyataan Alex dan dia kembali menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Malam itu saat kamu masuk ke dalam kamar, aku dan teman-teman lainnya masih ngumpul di ruang tengah. Sekitar 10-15 menit kamu di kamar kami semua mendengar suara tangisan. Irene bilang itu suara kamu, kamu nangis. Aku mencoba diam sejenak untuk memastikan ternyata benar suara kamu sedang menangis, aku masuk kamar hampiri kamu tapi pintu kamar tidak aku tutup malam itu, karena aku gamau teman-teman mikir hal lain karena sudah tau semua bahwa kita pacaran. Awalnya aku sama sekali gak tau cincin sudah kamu lepas dan kamu letakkan di meja kamar, Aku hampiri kamu aku tanya kenapa, kamu sama sekali gak jawab hanya menangis aja." Ucap Alex diam sejenak dan setelahnya kembali bercerita.


"Karena kamu nangis terus, aku suruh kamu untuk duduk, dan aku berulang kali minta maaf padamu. Kamu ikut duduk, tapi kamu tetap memejamkan matamu dan menunduk saat itu. Karena kamu terus menunduk aku tanya lagi kenapa, dan rambut kamu aku pinggirkan ke telinga kamu. Dari yang kamu nangis kamu malah berubah menjadi tertawa, tertawa sangat kencang yang akhirnya semua teman-teman masuk ke dalam kamar. Aku kaget mendengar ketawa kamu karna itu bukan suaramu, ku lihat jarimu ternyata cincin udah kamu lepas disitu aku sudah tau itu bukan kamu." Ucap Alex.


"Tunggu, maksudnya itu bukan aku sayang??" tanyaku dengan heran pada Alex.


"Iya sayang, bukan kamu tapi kamu dirasuki makhluk yang ada di rumah itu." Jawab Alex.


"Hah, kok bisa??" ucapku tanda tak percaya.


"Aku juga gak ngerti gimana tapi yang pasti kamu dirasuki saat itu." Jawab Alex.


"Terus gimana??" tanyaku kembali.


"Setelah itu karena aku kaget, aku minta Jonathan yang berkomunikasi sama kamu dan aku mencari cincin nenek yang kamu lepaskan. Aku mencari cincin nenek dan mendapatinya di meja di kamar. Ku lihat Jonathan berkomunikasi pada jin yang merasuki kamu, tapi dia tidak menjawab apa yang di tanyakan Jonathan hanya menangis sambil tertawa dan itu berlangsung 10 menit. Karena kamu hanya menangis dan tertawa kami bingung, akhirnya kami memutuskan memanggil tetangga malam itu dan mereka mengantar teman-teman untuk menemui salah satu Ustad yang paham mengenai hal seperti itu. Tak lama dari situ pak Ustad datang dan berkomunikasi pada kamu karena jin yang merasuki kamu sama sekali tidak mau keluar." Ucap Alex.


Aku mendengar nya kaget sekaligus deqdeqan, kenapa aku bisa seperti itu pikirku.

__ADS_1


To be continue.


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan tambahkan ke favorit teman-teman ya ❤️.


__ADS_2