Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 32


__ADS_3

Hari ini hari yang sangat cerah dan sejuk, awal yang baik untuk kami melanjutkan penelitian kami. Kami sudah membicarakan dengan dosen, apa yang sudah kami alami selama tinggal di rumah pak Rojak dan ibu Rosiana. Kami di minta untuk menunggu keputusan dari jurusan apakah kami bisa menyelesaikan penelitian kami lebih awal, sehingga kami tidak sampai 45 hari di desa ini.


Kami meminta keringanan hanya 30 hari di desa ini, kami berharap mendapat persetujuan agar lebih cepat menyelesaikan penelitian kami. Hari ini kami memulai penelitian kami jam 08.00 pagi dan kami sudah sepakat menyelesaikan penelitian kami paling lama jam 12.30 siang.


Kami pun pergi melanjutkan penelitian kami, aku dan kelompokku sudah melakukan penjadwalan di kantor kepala desa untuk melakukan sosialisasi mengenai sampah kepada masyarakat dan kami juga melakukan observasi target-target yang dapat di wawancara oleh kelompok pertama agar penelitian kami dapat terstruktur dan dapat dengan cepat di selesaikan.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, aku dan kelompokku sudah menyelesaikan target penelitian kami hari ini.


"Ternyata kalau kita melakukan penelitian mulai jam 8.00 pagi lebih enak ya, jalan lebih sejuk dan gak terasa cepat selesai pula." Ucapku.


" Iyakan, besok kita mulai jam segini aja yuk paling lama kita 09.30 pagi deh ya." Ucap Tasya.


" Iya jadi cepat istirahat yakan." Ucapku.


" Kalau gitu, kita pulang aja yuk nunggu yang lain di kos aja." Ucap Ruth.


Ruth pun memberitahu di grup chatting kami, kalau kami sudah jalan pulang ke kos untuk menunggu mereka di kos. Dan kami juga meminta mereka untuk membeli makan siang, karena jika kami yang beli kami gak tau kapan mereka pulang takut makanannya dingin atau basi.

__ADS_1


Kami pun jalan menuju tempat kos, sesampainya di tempat kos kami meminum minuman yang sudah kami beli di perjalanan. Kami semua istirahat di ruang tengah tempat biasa kami berkumpul.


Tak lama kami duduk, ibu Rosiana lewat. Kami semua tersenyum untuk menyapa, namun Ruth tiba-tiba bertanya dengan ibu Rosiana.


" Bu, saya ingin bertanya boleh??" tanya Ruth.


" Oh iya boleh, kenapa neng??" tanya bu Rosiana.


" Ibu gak merasa terganggu kalau kami terkadang berisik??" tanya Ruth.


" Enggak neng, ibu gk tidur disini selama kalian disini neng. Ibu di rumah mertua ibu sekalian mengurus beliau yang sudah lansia." Jawab bu Rosiana.


" Oh gitu, saya kira ibu tidur di sini juga, terkadang kami gak enak kalau kami berisik." Ucap Irene.


" Pantas ya bu kita baru ini ketemu lagi." Ucap Tasya.


" Iya neng, baru sempat kemari ibu neng." Jawab bu Rosiana.

__ADS_1


" Gimana, nyaman tidak tinggal di rumah ibu??" tanya bu Rosiana.


" Alhamdulillah, nyaman bu." Jawab Tasya.


" Alhamdulillah kalau gitu neng." Ucap bu Rosiana.


" Ibu pamit dulu ya neng, soalnya ibu mau kembali ke rumah nenek." Ucap bu Rosiana.


" Oh iya bu, silahkan bu. Hati-hati ya bu." Jawab Irene.


Banyak yang ingin kami pertanyaan dan diskusikan, kami saling pandang seperti berbicara melalui batin, membicarakan ini di benak kami masing-masing. Namun kami menunggu ibu Rosiana keluar dari rumah, karena kami takut akan di dengar oleh ibu Rosiana.


Kami juga tidak ingin ibu Rosiana melihat kami takut, agar kami dapat menelusuri sebenarnya apa yang terjadi di rumah ini kenapa kami di ganggu terus menerus selama tinggal di rumah ini.


Kami menunggu kelompok pertama pulang, agar kami dapat membicarakan hal ini bersama-sama.


Kira-kira gimana kisah selanjutnya ya.

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2