Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 57


__ADS_3

Kami semua berkumpul di kamar malam itu, tepat pukul 01.00 dini hari. Anggi membuka pembicaraan.


"Jo kenapa, tadi mimpi buruk ya??" tanya Anggi yang berada di depanku.


Aku hanya mengangguk, isyarat mengiyakan perkataan Anggi.


"Mimpi apa, bisa diceritakan??" tanya Anggi kembali.


Ku tatap Alex dan kemudian aku nunduk lagi.


"Mimpinya aneh, aku malu." Ucapku.


"Gakpapa Jo, ceritain aja kita bakal ngertiin kok." Ucap Anggi mencoba meyakinkanku.


Aku diam sejenak mengumpulkan keberanianku dan kemudian ku ceritakan.


"Intinya aku melihat Alex, Alex mau tidur denganku, tapi berubah ternyata bukan Alex." Ucapku sambil menunduk karena malu.


Alex kaget, pandangannya gak lepas dariku.


"Karena itu kau mendorongku Jo??" tanya Alex.


Aku mengangguk.

__ADS_1


"Tapi sekarang kau tau kan itu bukan aku??" tanya Alex kembali.


Lagi-lagi aku hanya mengangguk.


"Bisa bicara denganku berdua aja, aku janji gak akan menyentuhmu. Aku perlu tau cerita lengkapnya Jo, agar aku bisa meluruskan kesalahpahaman ini." Ucap Alex.


"Aku akan menceritakan lengkapnya di depan kalian semua, tapi tolong jangan potong ceritaku sebelum aku selesai. Nanti aku jadi semakin malu." Jawabku.


"Baiklah, ceritakan semuanya." Ucap Alex.


Ku ceritakan semuanya dari awal, bagaimana perasaanku, bagaimana aku mengira bahwa itu bukan mimpi. Aku menceritakannya secara detail. Setelah aku selesai bercerita Alex mendekatiku, memegang pundakku dengan kedua tangannya.


"Jo, coba lihat aku. Aku sama tidak dengan yang ada di mimpimu??" tanya Alex.


Aku menggelengkan kepalaku dan kembali menunduk.


"Sekarang gimana, percaya samaku kenapa aku memintamu ikut denganku ke rumah kakek??" tanya Alex lagi.


Aku kembali mengingat semua perkataan Alex saat kami sedang bicara berdua di cafe malam itu, aku ingat beberapa kejadian yang menyerupaiku, menyerupai ibu dan bapak kos. Ku tatap mata Alex dan berkata.


"Berarti sosok yang menyerupai ibu dan bapak kos, yang menyerupaiku dan kau sosok yang sama??" tanyaku sambil menatap Alex.


"Bisa jadi Jo, itu sosok yang sama. Besok mau ikut denganku ke rumah kakek?? aku tidak akan memaksa dan aku juga tidak akan menyakitimu atau bersikap kurang sopan padamu aku berjanji di depan semua orang yang ada disini." Ucap Alex.

__ADS_1


Aku menatap Alex.


"Bisa percaya dengan ku sekali ini?? jika aku berbuat hal yang salah saat kita bersama kau boleh tidak mempercayaiku seumur hidupmu. Dan kau bisa melaporkanku jika aku berusaha tidak bersikap baik padamu." Ucap Alex kembali.


Aku mengangguk.


"Pagi ini jam 7 pagi nanti, mau ikut denganku ke rumah kakek?? kita akan pulang sesudah itu, tidak akan menginap disana." Ucap Alex meyakinkanku.


"Jo, jika dia bersikap kurang ajar padamu aku yang akan bertanggung jawab untuk melaporkannya. Aku mengenal seluruh keluarga nya Jo." Ucap Jonathan.


"Iya, baiklah. Tapi jangan bilang ke ayah dan mamaku ya. Aku tidak ingin mereka khawatir." Ucapku.


"Tidak akan, ya sudah kalau begitu ayo istirahat biar kita bisa pergi hari ini jam 7 pagi nanti." Ucap Alex.


"Tunggu...tunggu, sebenarnya ini gimana?? ada apa?? untuk apa menemui kakek bang Alex??" tanya Ruth yang bingung mewakili pertanyaan Irene, Anggi dan Tasya.


"Besok aku ceritakan ke kalian, sekarang kita istirahat aja dulu udah mau jam 2 nih." Ucap Jonathan.


"Baiklah kalau gitu." Jawab Ruth.


Akhirnya kami semua tidur di kamar pagi itu, dengan pintu yang terbuka. Tak lama dari kami berbaring, kami langsung tertidur pulas.


To be continue.

__ADS_1


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku ❤️.


__ADS_2