
Keesokan harinya, Anggi dan Tasya bangun bersama untuk sholat subuh, hari ini pertama kalinya Tasya mau sholat subuh bersama Anggi biasanya dia sholat subuh setelah Anggi selesai sholat. Mereka bangun lebih pagi dari biasanya pukul 04.30 wib, seperti biasanya mereka mengambil air wudhu di kamar mandi.
Saat mereka hendak keluar kamar, pak Rojak dan ibu Rosiana lewat di depan mereka untuk mengambil air wudhu di kamar mandi belakang. Karena Anggi sudah terbiasa melihat wajah ibu kos dan bapak kos yang dingin saat melewatinya, dia sudah menganggap hal itu biasa saja. Namun berbeda dengan Tasya yang super ingin tau dan merasa aneh akan hal itu.
" Anggi, kok wajah mereka dingin banget sih gk negur-negur lagi lewat gitu aja." Ucap Tasya.
" Biarin ajalah, udah biasa aku mah liat mereka begitu. Emang begitu kali orangnya." Jawab Anggi.
" Jadi kalian gk pernah tegur sapa gitu??" tanya Tasya.
" Enggak, udah ah yuk ambil wudhu dulu." Ucap Anggi.
Akhirnya mereka berdua bergantian masuk kamar mandi mengambil wudhu, tapi Tasya makin merasa aneh karena sejak tadi ibu dan bapak kos sama sekali belum melewati mereka padahal mereka cukup lama di kamar mandi. Niatnya mereka ingin menyampaikan ayam dan ikan bakar yang mereka bawa kemaren malam yang sudah di letakkan di kulkas.
Setelah mereka berdua selesai mengambil wudhu, mereka berdiri cukup lama di dapur untuk menyampaikan itu kepada ibu dan bapak kos.
" Anggi, lama banget mereka kita samperin aja yuk ke belakang, pintu belakang juga masih kebuka belum ke tutup tuh." Ucap Tasya yang sudah tidak sabar menunggu.
" Iya ya, yuk lah kita samperin tapi lampu kamar mandi belakang kok gak di hidupkan ya ambil wudhu kok gelap-gelapan ya." Ucap Anggi.
" Lah selama ini gak kau perhatikan??" tanya Tasya.
" Enggak, selama ini ya selesai ambil wudhu aku langsung masuk ke kamar untuk sholat." Jawab Anggi.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menghampiri ke kamar mandi belakang hanya untuk memberitahukan hal itu. Ketika mereka sampe di dekat kamar mandi Anggi memanggil ibu kos.
__ADS_1
" Bu, bu ini saya Anggi." Panggil Anggi.
Tidak ada sautan sama sekali, dia coba sampai tiga kali.
" Anggi, perasaanku kok jadi gk enak ya masuk ke kamar aja yuk." Ucap Tasya dia sudah merasakan hawa yang berbeda serta merinding sekujur tubuhnya.
" Sebentar, kali aja gak kedengaran." Jawab Anggi.
Tiba-tiba pintu kamar mandi pun terbuka.
" Tuh kan apa aku bilang." Ucap Anggi kembali.
Namun saat itu Tasya sudah sangat gelisah, perasaannya campur aduk. Mereka tetap menunggu namun tidak ada yang keluar dari kamar mandi itu, ibu dan bapak kos tidak keluar sama sekali. Anggi yang penasaran mengintip sedikit ke dalam kamar mandi, betapa terkejutnya dia ternyata kamar mandi itu kosong tidak ada orang sama sekali. Anggi pun langsung teriak dan membuat Tasya kaget ikut berteriak juga.
" Ahhhh... ahhhhh" Teriak Tasya dan Anggi.
" Kenapa?? ada apa??" tanya Jonathan.
Namun Anggi dan Tasya sudah menangis karena ketakutan.
"Gamau disini ceritanya, di kamar aja, kamar kalian aja bang jangan disini." Ucap Tasya sambil menangis.
Tanpa berfikir panjang karena melihat keadaan mereka, kami langsung membawa mereka ke kamar Jonathan dan Alex kami semua berkumpul disana.
Setelah menenangkan mereka dan mereka sudah tidak menangis lagi, Ruth mulai bertanya kepada mereka apa yang sudah terjadi. Anggi pun menceritakan semua hal itu pada kami, kami semua terkejut kenapa hal kayak gini terus terjadi dan makin ekstrim aja.
__ADS_1
" Serius gadak orangnya??" Alex memastikan.
" Gadak bang serius, kalau ada kami gak akan kaget gini. Kau gak dengar gimana tadi kami teriak gadak kan ibu dan bapak kos menghampiri kalau memang mereka ada di sini." Ucap Tasya.
" Udah aneh banget ini, dari awal kita udah di teror kayak gini. Kita pindah aja atau gimana??" tanya Alex.
" Jangan, tahan dulu ya sampe dua minggu supaya kita dapat jawaban. Kan bu Bety sudah janji akan menceritakan sesuatu pada kita mengenai rumah ini." Ucap Jonathan.
" iya bang, tapi kalau bahaya di kita gimana??" tanya Ruth.
" Enggak bakal bahaya kok tenang aja, yang penting kita selalu berdoa dan bareng-bareng terus, oke." ucap Jonathan.
" Jadi selama ini aku ambil wudhu sama siapa ya??" ucap Anggi yang mulai bertanya-tanya.
" Udah jangan di pikirkan Anggi, kalau mau sholat subuh bangunin aja kita semua ya, kita temenin." Ucapku.
" Beneran nih Jo??" tanya Tasya.
" Iyalah, masa bercanda sih itung-itung supaya sehat bangun pagi." Jawabku.
Teman-teman yang lain menganggukkan kepala tanda setuju.
Pagi ini, Anggi dan Tasya tidak jadi sholat. Kami pun memutuskan jalan pagi sembari mencari sarapan pagi bersama-sama.
Apa ya yang ada di rumah itu, kenapa semua hal ganjil terjadi di rumah itu.
__ADS_1
To be continue