
Malam itu aku langsung masuk ke dalam kamar, tadinya aku hanya ingin rebahan hingga akhirnya aku pun ketiduran. Aku terbangun namun aku tidak tahu saat itu pukul berapa, ku liat sinar matahari sudah sangat terang. Teman-temanku masih tertidur dengan pulas, karena langit sudah cerah aku keluar dari kamar.
Ku buka pintu kamar, ku lihat ke arah dapur seperti ada siluet seseorang. Ternyata dia ibu kos kami yang sedang memasak. Pagi itu aku sedikit heran dan bergumam dalam hati.
"Tumben ibu kos sedang di rumah dan masak." Ucapku dalam hati.
Beliau menyapaku.
"Pagi neng, baru bangun??" tanya ibu kos.
"Iya bu. Ibu masak apa??" tanyaku basa basi.
"Ini masak ikan pepes, nanti makan bareng ibu ya neng." Ucap ibu kos dengan senyuman sumringah.
"Iya bu, saya permisi ke kamar mandi dulu ya bu." Jawabku.
Aku pergi ke kamar mandi tadinya aku ingin mandi, tapi ku lihat di dalam bak mandi penuh bunga warna warni dengan aroma jeruk purut. Aku pun keluar bertanya pada ibu kos.
"Ibu ini bunga untuk apa ya bu??" tanyaku.
"Untuk mandi neng, biar harum badannya." Jawab ibu kos.
Entah mengapa saat itu aku merasa aneh, sehingga aku mengurungkan niatku untuk mandi.
"Gausah mandi deh, ntar aja sama Irene." Ucapku dalam hati.
__ADS_1
Aku pun bergegas keluar kamar mandi. Ibu kos sudah tidak ada di dapur, saat aku hendak masuk ke kamar aku melihat ibu kos sedang di ruang tengah menyusun piring, bakul yang berisi nasi dan lauk pauk. Saat aku ingin membuka pintu kamar, ibu kos berkata.
"Neng bisa gak temani ibu makan, kalau kamu mau makan bareng ibu yuk." Ucap ibu kos.
"Oh iya bu, tapi saya tidak makan nasi, saya temani ibu makan aja ya." Jawabku.
Ibu kos hanya tersenyum, kemudian dia makan dengan lahap membuatku merasa aneh karena cara ibu kos makan seperti belum makan berhari-hari.
"Pelan-pelan saja bu makannya, nanti tersedak." Ucapku.
"Iya neng, makanya makan bareng ibu." Jawab bu kos namun dia hanya menunduk.
"Terimakasih bu." Jawabku.
"Kalau haus minum aja neng, kopinya enak kok tidak terlalu pahit." Ucap ibu kos.
"Terimakasih bu tapi saya gak bisa minum kopi." Jawabku.
Aku menahan lapar dan haus, tubuhku jadi terasa sangat lelah dan lemas. Akhirnya ibu kos pun selesai makan dan aku permisi ingin masuk kamar, karena badanku yang terasa mulai lemas dan panas.
"Bu, saya permisi masuk ke kamar ya bu. Sini saya bantu beberes bu." Ucapku sambil mengambil beberapa piring dan meletakkannya di tempat pencucian piring.
"Terimakasih neng." Ucap ibu kos.
"Neng hati-hati ya, kamu baik juga cantik, jangan suka kosong pikirannya dan ingat selalu untuk berdoa." Ucap ibu kos kembali.
__ADS_1
"Iya bu, terimakasih doanya." Sembari aku melirik ke arah ibu kos namun ku lihat ada yang berbeda darinya.
Tadi aku masih melihat ibu kos menggulung rambutnya, sekarang rambutnya terurai rapi dan dia sangat cantik sampai aku terdiam melihatnya. Aku menyadarkan diriku dan berpamitan dengan ibu kos.
"Bu saya masuk ke kamar dulu ya." Ucapku.
Ibu kos hanya tersenyum dan mengangguk. Ku pegang pintu kamar kami, ku buka perlahan cahaya sangat terang memantul ke mataku dan membuatku tak bisa melihat apapun. Ku pejamkan mataku, ku dengar sayup-sayup dan semakin lama semakin kencang dan jelas suara ibuku.
"Kakak, bangun nak, bangun." Ucap suara yang mirip ibuku.
"Kenapa ada suara ibuku, bukannya aku sedang PKL." Ucapku dalam hati.
Perlahan ku buka mataku dan ku lihat ke arah langit-langit, aku berada di sebuah ruangan yang bukan kamar kami saat sedang PKL. Ku lihat sekelilingku.
"Aku dimana, kok aku diinfus??" tanyaku.
"Kakak di rumah sakit." Ucap suara yang mirip ibuku.
Ku lihat sekelilingku, ada teman-teman PKL ku, ku lihat Alex sedang duduk di bawah menunduk, Jonathan yang melihat ke arahku, Irene yang sedang menangis, Ruth yang sedang menenangkan Irene, Anggi dan Tasya yang sedang Sholat. Ku lihat ibuku dan ayahku.
"mama, ayah, kenapa disini?? aku kenapa??" tanyaku.
To be continue.
Terimakasih untuk semua pembaca setia ku, dukungan like, komen, vote, hadiah kalian adalah penyemangat ku ❤️
__ADS_1