Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 45


__ADS_3

Akhirnya kami semua selesai dengan drama-drama kecil pagi ini, ya benar, kami kesiangan. Kami berangkat pukul 11.00 wib untuk melakukan penelitian, syukurnya hari ini kami hanya melakukan wawancara dan observasi jadi tidak terlalu terburu-buru. Target kami hari ini hanya 4 informan (orang yang memberi informasi) saja.


Karena kami mulai pukul 11.00, kami sepakat untuk makan pagi sekaligus makan siang agar dapat melakukan penelitian sampai sore. Karena kami hanya melakukan observasi dan wawancara kami semua melakukan penelitian bersama hari ini.


Sesampainya di warung makan, kami bergegas memesan makanan masing-masing. Sambil menunggu pesanan kami datang, kami menyusun pertanyaan-pertanyaan yang hendak kami tanyakan kepada setiap informan kami. Tidak lama pesanan kami datang, kami fokus makan tanpa berbicara sedikit pun. Setelah selesai makan kami langsung menuju lokasi penelitian kami.


Kami melakukan observasi dan wawancara yang dimulai pukul 12.00 siang dan kami akhiri pukul 16.00 sore. Kami sangat lega karena penelitian kami sesuai dengan yang kami harapkan semua berjalan dengan baik sepertinya kami akan menyelesaikan penelitian kami dengan baik, walaupun ditemani dengan nuansa-nuansa aneh di tempat kami tinggal.


Sebelum pulang ke rumah kami melewati warung bakso yang aromanya membuat perut kami lapar, akhirnya kami sepakat untuk makan bakso sebelum kembali ke kos. Tidak pakai lama semangkok bakso ditemani es teh pun datang.


"Wee kalian bilang, kalian juga mengalami hal aneh yang belum kalian ceritakan. Kapan diceritakan?? aku penasaran." Tanyaku pada teman-temanku.


"Jangan di daerah ini Jo, mereka pasti tau dimana kita tinggal dan mengenal pemilik rumah kalau ada yang dengar dan menyampaikan ke ibu kos gimana. Ntar kita di kira suka menyebar gosip." Jawab Anggi.


"Iya juga sih." Ucapku sambil makan bakso.


"Ntar aja kalau kita liburan ke pantai lagi." Ucap Ruth.


"Oke kalau gitu" jawabku.

__ADS_1


Sedari kami berangkat Alex dan Jonathan hanya diam saja, di tambah raut wajah Alex seperti sedang menunggu dan memikirkan sesuatu. Karena bakso yang ku makan sangat enak, niatku untuk bertanya dan basa basi ke Alex dan Jonathan ku urungkan, aku takut merusak suasana hatiku yang sedang senang karena semangkok bakso.


Setelah selesai makan, kami semua jadi malas berjalan untuk pulang.


"Kita naik becak aja ya." Ucap Irene.


"Iya, naik becak aja ya." Ucapku menambahi.


Semua mengangguk tanda setuju, kami pulang dengan naik becak yang ada tidak jauh dari warung bakso tersebut. Di daerah ini becak adalah salah satu angkutan umum beroda tiga, kendaraan yang sering di pakai oleh masyarakat desa karena lebih cepat dan juga bisa di panggil untuk menjemput ke rumah-rumah.


Kami sampai di kos tepat pukul 17.00 sore, karena masih sore dan suasana juga masih terang kami memutuskan untuk mandi secara bergantian agar tidak kemalaman. Karena dari awal kami sepakat untuk tidak mandi di malam hari. Kami merasa sangat lelah, padahal hari ini kegiatan kami tidak begitu banyak. Memang benar ya, pekerjaan akan lebih enak jika di mulai di pagi hari.


Teman-temanku satu per satu masuk ke kamar untuk istirahat, namun aku masih tetap duduk di ruang tengah.


Alex lewat sepertinya mau mandi, aku hanya melihatnya tanpa bertanya apapun dia juga hanya melewatiku dengan menatapku sebentar. Tiba-tiba dia mundur dan menghampiriku dengan duduk di depanku.


"Kenapa?? gak jadi ke kamar mandi??" tanyaku.


"Jadi, sebentar lagi. Aku penasaran sama diriku yang gak bisa mengabaikanmu." Jawabnya.

__ADS_1


"Dasar." Ucapku sambil tersenyum.


"Nanti malam jam 7 aku mau pergi nongkrong dengan teman-temanku, kau gak mau nitip sesuatu??" tanyanya.


"Enggak, yaudah nongkrong aja sana ngapain bilang-bilang." Ucapku.


"Oke baiklah." Ucapnya sambil berdiri dan ke kamar mandi.


Setelah dia masuk ke kamar mandi, aku pun masuk ke dalam kamar. Hari ini kami kelelahan sehingga tidak terlalu banyak saling berinteraksi.


Tepat jam 7 malam ku dengar suara motor Alex menyala, benar saja dia pergi malam ini. Tak lama setelahnya aku tertidur, karena teman-temanku sudah pada tertidur pulas kecuali Ruth yang memang sulit yg tidur.


Di sisi lain Alex, dia tidak bertemu teman-temannya namun dia ingin membicarakan hal yang sudah di tanyakannya oleh pakdenya. Sesampainya di cafe dia memesan beberapa cemilan serta kopi, dia hanya sendirian tidak mengajak Jonathan atau temannya yang lain.


Dia mulai menelpon pakde dan mulai membicarakan hal itu.


Kira-kira apa yang sedang terjadi dan yang ada di rumah itu ya.


To be continue.

__ADS_1


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share,vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku ❤️❤️.


__ADS_2