Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 75


__ADS_3

Ruth pun kembali melanjutkan ceritanya.


"Selama ibu dan bapak kos di mesjid kau Jo hanya duduk menunduk. Bapak dan ibu kos sempat ingin menyentuh tanganmu, tapi Irene menepisnya. Aku juga gak tau kenapa Irene melakukan hal itu, karena saat tangan ibu kos hampir menyentuh jarimu Irene langsung menepis tangan ibu kos. Ren kenapa tiba-tiba gitu, kau belum cerita.." Ucap Ruth dan bertanya ke Irene.


Irene menceritakan mengapa dia melakukan hal tersebut.


"Saat ibu kos mau sentuh tangan Joana, aku melihat dari sudut bibirnya seperti dia tersenyum tipis, aku gatau itu benar atau cuma perasaanku saja, atau mungkin aku salah liat. Tapi hal itu membuatku marah dalam hati, dia melihat keadaan Joana seperti itu tapi tersenyum tipis itu yang membuatku menepis tangan ibu kos. Tapi aku masih sopan kok, aku bilang maaf karena Joana baru aja tenang setelah kerasukan jadi jangan di sentuh dulu, itu yang ku ucapkan padanya. Walaupun raut wajahnya seperti tersinggung padaku, ku lihat." J,awab Irene.


Aku tersenyum melihat ke arah Irene.


"Bisa ya anda tersenyum setelah membuat gempar satu desa." ucap Irene mencubit pipiku.


"Aku minta maaf." Jawabku sambil tertawa kecil.


"Setelah itu gimana lagi ceritanya??" tanyaku pada Ruth.


"Setelah itu aku ngomong sama ibu kos menceritakan kejadian sebenarnya dan akhirnya aku permisi untuk kita pulang ke rumah kita masing-masing. Ibu kos setuju, gak lama setelah itu Bang Jo, bang Alex dan pak ustad sampe di mesjid. Bang Jonathan ngomong sama bapak dan ibu kos, bang Alex nelepon kakeknya, kemudian kita pergi dari situ jam 3 atau jam 4 ya bang.." Ucap Ruth sambil memastikan kepada Alex.


"Jam 3 deh kalau aku gak salah." Jawab Alex.

__ADS_1


Karena penasaran dengan apa yang dibicarakan Jonathan dan ibu bapak kos aku menanyakan hal itu padanya.


"Bang Nathan, kalau aku boleh tau apa yang abang bicarakan dengan bapak dan ibu kos??" tanyaku pada Jonathan.


"Waktu di mesjid aku bicara sama ibu dan bapak kos untuk permisi pulang ke rumah kita masing-masing karena keadaan kamu yang tidak memungkinkan untuk kita melanjutkan PKL kita di desa itu, sebelum pulang juga bu bidan datang mengobati semua lukamu di kaki, leher dan tanganmu. Setelah aku ngomong ke bapak dan ibu kos, aku telepon dosen kita untuk meminta izin sekaligus berpamitan dengan ibu dan bapak kos. Syukurnya diangkat sama dosen kita jadi kita di perbolehkan untuk pulang terlebih dahulu, di situ aku belum cerita selengkapnya sama dosen kita. Tapi mereka ada rencana mau datang kemari untuk mengetahui cerita lengkapnya. Yaudah setelah itu kita pulang jam 3 subuh ke rumah kakek Alex" jawab Jonathan.


"Kan tadi kalian bilang aku duduk dan tatapan ku masih kosong, gimana kalian bisa membawaku kemari??" tanyaku.


"Saat aku teleponan dengan kakek, kakek bilang kalau aku harus terus berada di dekatmu karena gelang dan cincin yang ada samaku akan membuatmu jauh lebih tenang, dan sulit untuk dirasuki lagi. Yaudah aku pegang tanganmu kamu tertidur dan ku sandarkan di lenganku, saat mau pulang ku gendong kamu ke mobil aku duduk di sampingmu Jonathan yang nyetir sampe rumah kakek, kamu tau gak ini hari apa??" tanya Alex padaku.


"Ini hari Rabu kan, kan kita baru penelitian semalam." Jawabku.


Aku kaget.


"Hah, ah gak mungkin lah sayang." Ucapku pada Alex.


Alex membuka handphonenya menunjukkan tanggal dan hari yang tertera di layar ponselnya. Aku terdiam dan bingung.


"Jadi selama itu, apa aja yang udah terjadi??" tanyaku pada Alex dengan kebingungan.

__ADS_1


Alex melanjutkan ceritanya.


"Biar aku lanjutkan dulu ceritanya ya sayang, supaya kamu tau apa yang udah kamu lewatkan." Ucap Alex.


Alex melanjutkan ceritanya.


"Sampai di rumah kakek kita jam setengah 6 pagi, kamu langsung kami bawa ke kamarku. Di kamarku, kamu terbangun kemudian kakek memberimu segelas air yang sudah di doakan oleh kakek. Terus kami semua keluar Irene dan bude membantu kamu mengganti pakaian dan semua luka kamu di obati ulang oleh bude pake rempah-rempah. Sampai saat itu pun tatapan kamu kosong sekali, kamu gak bicara apapun, tapi syukurnya apa yang diberikan kakek kamu mau meminumnya. Setelah itu kamu hanya duduk diam di kasur, kakek masuk kembali ke kamar dan bicara dengan kamu. Tapi ya benar, kamu masih di rasuki, kamu setengah sadar setengah enggak. Aku menyimpulkan demikian karena mendengar jawaban kamu saat bicara dengan kakek." Ucap Alex.


Aku mendengar perkataan Alex dengan serius.


"Ketika kakek tanya ke kamu siapa namamu, kamu jawab Joana. Tapi ketika kakek tanya kenapa kamu masih di badan gadis ini, kamu juga jawab karena belum menyelesaikan tugas, kakek terus menyuruh makhluk yang di badan kamu untuk pergi hingga akhirnya kakek dan makhluk itu melakukan barter agar dia mau keluar dari tubuh kamu dan kamu gak akan di ganggu lagi. Sebenarnya kakek bisa saja memaksa makhluk itu keluar tapi itu akan bahaya di badan kamu, kalau kamu tahan syukur kami gak tahan kamu bisa kenapa-kenapa. Maka itu kakek melakukan barter dengan makhluk itu. Setelah itu kamu pingsan sampai hari ini baru bangun kembali. Tapi sayang jangan khawatir, kami sudah menelepon mama dan ayah sayang. Kami juga meminta untuk mereka tidak perlu datang ke rumah kakek karena kamu masih dalam penyembuhan. Saat kakek dan pakde melakukan penyembuhan di kamu, kami juga gak bisa terus mengunjungi kamu, jadi kami hanya melihat dari jauh aja. Dari ruang tengah itu." 7cap Alex sambil menunjuk ruang tengah yang dia maksud.


Selama aku di obati oleh kakek Alex pintu kamar selalu di buka lebar, oleh karena itu teman-temanku bisa melihatku dari jauh.


"Setiap hari mama dan ayah kamu telepon video call sama kami, hari ini belum telepon karena katanya mau datang kemari. Sepertinya sebentar lagi mama dan ayah kamu sampai, tapi kami belum beritahu mereka kalau kamu sudah sadar. Dan kenapa kita semua masih disini karena besok pihak kampus, kepala desa, bu Bety dan pak Kodir akan datang untuk meminta keterangan mengenai apa yang terjadi sama kita kenapa sampai separah ini." Ucap Alex.


Aku menunduk dan merasa sangat bersalah karena kecerobohan ku tidak mendengarkan perkataan kakek Alex. Karena amarahku membuatku jadi seperti ini, bukan hanya aku tapi juga kena imbas ke teman-temanku.


To be continue.

__ADS_1


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan tambahkan ke favorit teman-teman ya ❤️.


__ADS_2