Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 52


__ADS_3

Aku dan Alex pergi ke cafe yang berbeda, bukan cafe yang biasa tempat kami nongkrong bersama teman-teman. Kali ini cafenya outdoor dengan lampu-lampu hias, walaupun ada tempat indoor juga, tapi aku dan Alex memilih untuk duduk di luar.


"Wah bagus banget cafenya, tau dari mana Lex??" tanyaku.


"Pernah lewat sini mau nyari makanan, aku lihat bagus jadi aku bawa kau kemari. Bosan di situ terus, pengen beda suasana." Jawab Alex.


"Bagus sih ini, lain kali harus bawa teman-teman yang lain nih." Ucapku.


"Oke, ntar kita bawa mereka kemari." Jawab Alex.


"Jadi mau ngomong apa Lex??" tanyaku.


"Pesan cemilan dan minum dulu, gausah buru-buru Jo." Ucap Alex.


"Yaudah kalau gitu." Jawabku.


"Mau apa??" tanya Alex.


"Terserah yang penting cemilan." Jawabku.


"Kentang goreng sama cumi goreng mau??" tanya Alex.


"Jangan cumi dong, Stik keju aja gimana??" usulku.


"Hmm yaudah kalau gitu, tadi katanya terserah." Ucap Alex.


"Minumannya mau yang mana??" tanya Alex kembali.


"Coklat hazelnut aja yang dingin." Jawabku sambil tersenyum.

__ADS_1


Alex melambaikan tangan ke pelayan nya, dia pun memesan cemilan dan minuman. Sambil menunggu pesanan kami, Alex berkata.


"Sebenarnya aku bilang ke pakdeku soal pengalaman kita ini, aku bertanya pada pakde karena sudah merasa aneh kenapa kita terus di ganggu. Tapi aku tidak menceritakan apa yang kau alami dengan pakde, bahkan mimpi-mimpimu juga tidak ku ceritakan. Tapi saat pakde memberitahuku apa yang dia lihat dengan kakek semuanya yang sudah pernah kita lihat dan rasakan sendiri, dan pakde juga memberitahuku bahwa ada satu temanku yang bermimpi dan katanya yang bermimpi itu sudah di bawa ke alam gaib. Ini masih dugaan saja, pakde bilang kau sudah di targetkan untuk menjadi tumbal." Ucap Alex.


Aku yang mendengar Alex, merasa heran dan bingung.


"Apaan sih Lex, bercanda kan??" tanyaku.


"Aku gk bercanda." Jawab Alex.


"Jadi maksudmu apa??" tanyaku.


"Pakde dan kakek bilang kau harus menemui mereka agar di beri penangkal untukmu dijauhkan dari hal seperti itu." Jawab Alex.


"Maksudnya kita ke rumah kakek?? semuanya??" tanyaku.


"Gak semuanya hanya kau dan aku." Jawab Alex.


"Iya, kita berdua." Jawab Alex.


"Aku gak mau." Ucapku tegas.


"Kenapa??" tanya Alex.


Aku diam beberapa saat, gimana aku mau kesana aku tidak terlalu mempercayai hal seperti itu dan lagi aku dan Alex baru kenal, mana bisa aku percaya gitu aja walaupun aku menyukainya.


"Gausahlah pokoknya Lex, kita berdoa sama-sama aja ya." Ucapku.


"Jo, ini untuk keselamatanmu. Aku sengaja membawamu kemari agar teman-teman yang lain tidak tau hal ini, cuma aku, kau dan Jonathan saja yang tau. Tolong percaya samaku." Ucap Alex.

__ADS_1


"Kenapa teman-teman gak boleh tau tentang ini??" tanyaku curiga.


"Ada waktunya Jo, kalau mereka tau sekarang aku takut mereka panik. Kau tau gimana Anggi dan Tasya, apalagi Irene yang dekat denganmu dia akan kebingungan jika tau kau sudah di targetkan. Aku akan ceritakan semua ke mereka setelah selesai memberimu penangkal dan kita sudah tidak disana. Percayalah samaku kali ini." Ucap Alex meyakinkan ku.


Di tengah pembicaraan kami pesanan kami datang. Aku hanya terdiam mendengar perkataan Alex. Ku minum minuman ku, jujur saja aku takut berurusan dengan hal seperti itu dan lagi bagiku tidak masuk akal bisa sampai seorang manusia akan menyakiti manusia lain dengan hal yang tidak dapat disentuh seperti itu. Mana mungkin hal itu bisa terjadi, aku terus berdebat di dalam pikiranku.


"Oke, aku gak akan maksa Jo. Pikirkanlah terlebih dahulu jika kau memang bersedia bilang samaku, kita pergi ke rumah kakekku." Ucap Alex kembali.


"Ya begitu saja, kasih aku waktu untuk memikirkannya." Jawabku.


"Baiklah.." Ucap Alex.


Aku bingung apakah aku harus menurutinya atau tidak, sementara aku belum bisa cerita ke teman-teman lainnya untuk meminta solusi, apalagi ke mama dan ayah bisa-bisa mereka juga panik. Ku yakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja, aku hanya perlu mengulur waktu sampai PKL ini selesai aku yakin semua akan baik-baik saja.


Aku dan Alex mengemil dan minum tanpa bercerita apa-apa lagi, sepertinya Alex sadar bahwa aku sedang memikirkannya.


Aku yang sedari tadi menunduk di kagetkan dengan suara dan sentuhan Alex.


"Jo, gakpapa kan??" tanyanya sambil menyentuh tanganku.


"H-hah, enggak kok, gakpapa Lex." Jawabku kaget.


"Gausah terlalu dipikirkan, santai saja. Oke." Ucap Alex.


"Oke.." Jawabku sambil tersenyum.


"Setelah ini kita pulang ya." Ucap Alex.


Aku mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku ❤️❤️.


__ADS_2