
Di perjalanan aku membuka satu kotak bolu gulung yang dibawakan bude untuk kami, ku cuil sedikit bolunya.
"Enak ya makan sendiri." Ucap Alex.
Aku hanya tersenyum melihat ke arah Alex.
"Idih malah senyum, emang gak peka. Aku mau tau." Ucap Alex kembali.
"Yaudah sih ambil nih." Ucapku sambil menyodorkan kotak kue.
"Emang gak peka ya, aku nyetir nih, suapin kek." Ucap Alex.
"Ihh modus." Jawabku sambil menyuapkan secuil bolu ke Alex.
Alex tersenyum sumringah, aku menutup kotak bolunya.
"Kok di tutup, kan aku masih mau." Ucap Alex.
"Nanti aja makan bareng yang lain, makan sendiri." Ucapku.
Alex tertawa.
"Lex aku haus nih, beli minuman yuk." Ucapku.
"Oke.." Jawab Alex.
Alex pun menepikan mobilnya di Indomaret yang kami lewati.
"Mau minum apa??" tanya Alex.
"Gatau, liat apa yang selera." Jawabku.
"Jadi mau turun nih??" tanya Alex.
"Iya.." Jawabku.
__ADS_1
Aku dan Alex pun turun dari mobil, saat masuk ke indomaret disana banyak anak-anak SMA perempuan. Begitu Alex masuk, pandangan mereka tak lepas dari Alex sambil senyum-senyum. Dan yang membuatku merinding, Alex malah membalas senyuman gadis-gadis itu.
Spontan ku pukul lengannya.
"Ih genit amat sih." Ucapku.
"aduh, ya kenapa, kan aku jomblo. Mana tau ada yang kepincut sama tampang ku." Ucap Alex.
"Idih udah kayak om-om sok keren lagi." Ucapku.
"Jo, liat aku baik-baik apa ada om-om seperti ku hah??" ucapnya.
"Banyak.." Jawabku sambil meninggalkannya memilih minuman dan beberapa cemilan.
Alex mengikutiku dari belakang, keranjang yang kubawa semakin lama semakin berat. Aku pun menghentikan langkahku, ku lihat isi keranjangku penuh dengan minuman dan coklat.
"Lex ih apa-apaan sih, banyak banget kau beli coklatnya berat tau." Ucapku kesal.
Alex tertawa melihat wajahku kesal, dia mengambil keranjang dari tanganku dan menarik hidungku.
"Iya aku suka narik hidung, tapi hanya hidungmu. Udah mau beli apa lagi??" tanya Alex sambil tersenyum.
"Udah itu aja, aku cuma beli minuman dan beberapa cemilan itu." Ucapku sambil menunjuk cemilan di keranjang.
"Oke.." Jawab Alex dan berjalan menuju kasir.
Dia membayar semua belanjaan kami, ya sudah nanti saja ku bayar saat di mobil pikirku. Sesudah itu kami langsung masuk ke dalam mobil, di dalam mobil aku tidak mau ada adegan memakaikan seat belt tanpa di suruh aku langsung memakainya dengan cepat.
Melihat gerak gerikku Alex tersenyum.
"Ngapain senyum-senyum??" tanyaku.
"Senyum itu ibadah, jadi aku lagi ibadah." Jawab Alex.
"Ngeles aja." Ucapku.
__ADS_1
Alex tertawa.
"Berapa punyaku Lex, nih biar ku bayar." Ucapku.
"Enggak usah, aku emang lagi ingin membelikanmu." Ucap Alex sambil memundurkan mobilnya.
"Terimakasih.." Ucapku tersenyum sumringah.
"Sama-sama." Jawab Alex dengan suara menjijikkan, bagiku.
Setelah itu di perjalanan kami lama saling diam tidak bicara sama sekali, aku menyandarkan kepalaku dan memejamkan mataku, bukan tidur aku hanya ingin memejamkan mataku sebentar tadinya. Tiba-tiba Alex berbicara.
"Jo, aku sangat menyukaimu, aku merasa nyaman di dekatmu, aku bahagia bersamamu, melihatmu marah padaku aku sangat suka hal itu. Aku senang saat kau bisa berbaur dengan kakek, pakde dan bude tadi, jujur saja belum pernah ada orang asing yang membuat mereka tertarik seperti saat mereka memperlakukanmu. Sepertinya mereka merasakan hal sama denganku, makanya mereka menyambut mu dengan hangat. Joana, bolehkah aku menjadi orang yang istimewa untukmu, aku tidak akan banyak berjanji padamu, tapi aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta dan bahagia bersamaku. Bisakah kasih aku kesempatan untuk membuktikannya??" Ucap Alex.
Aku yang mendengar semuanya sangat tersentuh, biasanya orang yang menyatakan perasaannya padaku tidak pernah mengatakan hal ini selalu mengatakan hal romantis dan menjanjikan hal-hal yang tidak pernah di wujudkan. Tapi kali ini aku mendengar hal yang mungkin formal tapi entah kenapa aku merasa kata-kata ini sangat romantis membuatku terharu dan tanpa sadar aku meneteskan air mataku karena bahagia mendengar kata-kata Alex.
Alex kaget karena mengetahui aku menangis.
"Joana, kau menangis?? jika tidak menyukai kata-kataku kau bisa menolaknya. Jangan menangis." Ucap Alex berusaha menenangkanku.
Aku melihat ke arah Alex dengan mata yang masih basah air mata, ku tatap wajahnya sangat lama untuk meyakinkan hatiku menjawab pertanyaannya.
"Tidak usah di jawab jika tidak suka Jo, aku akan memakluminya." Ucap Alex.
Aku hanya diam mengamati wajahnya. Tak lama setelahnya aku berkata.
"Ya sudah kalau begitu, akan aku beri kesempatan untukmu membuktikannya." Jawabku.
Alex yang kaget mendengarnya langsung tersenyum dan menggenggam jari-jariku.
"Aku juga menyukaimu Lex." Ucapku sambil menatap Alex.
Alex menepikan mobilnya dan menatapku lama. Kemudian menarik tanganku dan memelukku.
To be continue.
__ADS_1
Terimakasih untuk semua teman-teman yang setia membaca ceritaku. Dukungan like, komen, share, vote dan hadiah teman-teman adalah semangatku ❤️.