
Setelah kami selesai menceritakan setiap kejadian yang kami alami, kepala desa memberikan kesempatan untuk pak Kodir dan bu Bety menceritakan keadaan rumah dan lingkungan dimana kami mengalami kejadian. Karena bu Bety dan Pak Kodir yang merupakan orang asli yang sudah lama tinggal di desa itu, jadi lebih tau perkembangan desa serta isu atau cerita-cerita yang memang sudah ada sejak lama.
Pak Kodir dan bu Bety hanya menceritakan kejadian-kejadian yang pernah dialami beberapa mahasiswa yang juga pernah menginap di rumah itu. Ada yang hanya mengalami kejadian-kejadian aneh, ada dua kelompok mahasiswa yang pernah mengalami kerasukan saat menginap disana namun semuanya tidak terjadi di tahun yang sama. Kami adalah kelompok mahasiswa yang ketiga yang mengalami kerasukan, dan ini yang terparah karena sampai melukai fisik.
Mahasiswa yang pertama yang menginap disana adalah mahasiswa dari kebidanan yang berjumlah lima orang pada tahun 1990, saat itu rumah itu masih ditinggali oleh orangtua dari pak Rojak. Mereka hanya mengalami kejadian aneh biasa seperti mendengar suara, penampakan yang sesekali namun saat itu hal ini lumrah di desa ini karena penerangan yang belum memadai.
Mahasiswa kedua, mahasiswa KKN dari berbagai ilmu. Mereka tinggal dirumah itu sekitar sembilan orang pada tahun 1995. Awalnya mereka akan melaksanakan KKN selama satu bulan setengah, tapi di hari ke tujuh mereka menginap disana mereka semua pulang dan tidak menceritakan apapun kepada kami sampai hari ini.
Mahasiswa ketiga, mahasiswa KKN juga pada tahun 2000 mereka tinggal di rumah itu sekitar tiga belas orang. Mereka tinggal selama dua puluh hari yang kemudian harus terpaksa menyelesaikan KKN mereka karena terjadi kesurupan massal sebanyak lima orang yang minta darah.
__ADS_1
Di kejadian keempat ini bukan mahasiswa melainkan orang-orang pekerja dari sosial yang melakukan sosialisasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Yang tinggal di rumah itu sebanyak lima orang pada tahun 2005 mereka hanya bertahan tiga hari karena salah satu anggota mereka mengalami kesurupan yang juga minta darah.
"Karena kejadian ini desa kami menutup untuk menerima mahasiswa ataupun pekerja yang melakukan kegiatan sosial yang mengharuskan mereka untuk tinggal di desa kami. Karena kami takut nama desa menjadi perbincangan yang negatif oleh masyarakat luar." Ucap bu Bety.
Karena kejadian itu sudah sangat lama, maka kepala desa serta warga setempat sudah melupakan kejadian tersebut. Karena pertumbuhan penduduk yang pesat di desa tersebut kejadian dan cerita-cerita ini hanya dijadikan cerita desa yang dianggap mitos belaka. Hingga akhirnya kami berkunjung ke desa ini melakukan PKL selama empat puluh lima hari.
"Kami minta maaf atas kejadian yang menimpa saudari Joana, kami tidak menyangka hal sebesar ini akan terjadi. Kami berdoa agar kiranya perlindungan Allah selalu menyertai saudari." Ucap bu Bety.
"Amin, terimakasih bu." Jawabku.
__ADS_1
Setelah mendengar dari semua pihak, dosen kami memutuskan bahwa PKL kami dianggap selesai atau tuntas karena sudah sampai tahap sosialisasi. Dan dari keterangan pak Kodir dan bu Bety teman-teman kami yang masih ada di desa dusun lima tersebut, yang akan melanjutkan program kami dengan menyerahkan perlengkapan yang sudah ada ke kepala desa. Agar kiranya kepala desa dapat melanjutkan program dengan membagikan wadah yang sudah kami sediakan tersebut ke setiap dusun yang ada di desa tersebut.
Setelah kami selesai berbincang yang selesai pada pukul satu siang, kami semua makan siang bersama di rumah kakek Alex. Setelah selesai makan siang bersama, kepala desa dan dosen kami pun pamit pulang untuk melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda. Tapi tidak dengan pak Kodir dan bu Bety yang masih tinggal, karena ternyata ada hal penting yang belum mereka sampaikan kepada kami dan kakek yang memang sengaja untuk tidak di ceritakan di hadapan kepala desa serta dosen-dosen kami.
Oleh karena itu, beliau tinggal untuk menyampaikan hal penting itu kepada kami dan kakek Alex yang beliau percaya. Karena hal ini dianggap tabu jika disampaikan ke sembarang orang karena akan dapat merusak citra desa yang sudah baik.
To be continue.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit teman-teman. Jika teman-teman bersedia berikan hadiah seikhlas teman-teman sebagai bentuk dukungan untuk saya 🥰.
__ADS_1