
Setelah menceritakan hal itu, kami semua kembali berbicara mengenai suasana desa dan saling bercanda dengan pak Kodir dan bu Bety.
" Eh neng, kalian udah pada ngomong kan sama ibu kos kalian kalau kalian bakar-bakar disini sampai larut malam begini??" tanya bu Bety tiba-tiba.
" Oh sudah bu, tadi sebelum kami berangkat pergi kami sempat bertemu dengan ibu Rosiana, sudah kami beritahukan padanya." Ucap Ruth.
" Oh syukurlah, nanti saya jadi gak enak padanya. Oia kalau kalian pulang bungkus kan ini untuknya ya." Ucap bu Bety kembali.
" Baik bu." Jawab Ruth.
Aku melihat jam di hp, waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 wib sudah larut malam, aku memberi kode lewat chat pada Arumi. Arumi pun langsung mengambil tindakan.
" Wah gak terasa udah setengah 1 aja ya, kita bereskan yuk biar pada tidur ntar di cariin sama ibu Ana lagi." Ucap Arumi sambil sedikit bercanda.
"Ayo, ayo kita bereskan biar pada istirahat." Ucap bu Bety.
" Ibu dan bapak masuk saja biar kami saja yang bereskan." Ucap Jonathan.
__ADS_1
" Oh begitu, baiklah kalau begitu. pak, yuk masuk biar di bersihkan mereka." Ucap bu Bety.
Pak Kodir dan bu Bety pun masuk ke dalam rumah, kami membersihkan tempat kami memanggang bersama. Ada yang mengangkat piring, ada yang mencuci piring. Aku, Ruth dan Alex kebagian pekerjaan membersihkan halaman, menyapu dan membuang sampah.
Setelah semuanya selesai kami bersihkan, kami pun berpamitan dengan pak Kodir, bu Bety dan teman-teman yang lainnya untuk permisi pulang ke rumah kos. Kami pulang dengan berjalan kaki aku jalan bersama Irene, kami berdua jalan paling belakang. Karena aku dan Irene mempunyai tinggi badan yang tidak standar jadi mereka gampang sadar kalau aku dan Irene berjalan sedikit berjarak dari mereka.
" Woi bocil, jangan jauh-jauhlah nanti hilang." Ucap Alex.
" Hmm." Jawab aku dan Irene.
Akhirnya Alex, Jonathan dan Ruth berjalan di belakang kami. Di saat itu, Jonathan berkata.
" Oke bang." Jawab Ruth.
" Kalian besok duluan aja, aku nyusul sama Irene." Ucapku.
Tidak ada yang merespon semua diam dan hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
" Jo, aku boleh bertanya padamu??" tanya Jonathan.
" Ya boleh bang, silahkan." Jawabku jutek.
"Kenapa kau sepertinya marah sekali padaku, aku bahkan tidak tau apa yang udah terjadi kalau kau tidak memberitahuku. Soal Jesica yang kebetulan pacarku, apa bisa itu jadi alasan untuk menjadikanku salah??" tanya Jonathan yang protes.
Aku diam beberapa saat.
" Besok aja kita bahas ya bang gausah sekarang, maklumi saja aku. Aku sedang sangat kesal sekarang dengan semua orang yang berhubungan dengan Jesica bukan denganmu saja, dengan semua orang di grup itu. Jadi cobalah pahami aku sekarang besok akan jelas semuanya." Jawabku.
" Baiklah kalau begitu." Ucap Jonathan.
Kami akhirnya sampai di rumah, kami masuk satu persatu ke dalam rumah dan satu persatu juga membasuh kaki dan tangan di kamar mandi. Namun sejak kejadian tadi aku bersama Alex, aku merasa semakin dekat dengan Alex. Lebih merasa nyaman dan seperti tidak ada batasan.
Setelah kami semua bebersih, kami masuk kamar dan memutuskan untuk langsung tidur, ayam dan ikan yang kami bungkus untuk ibu Rosiana kami letakkan di dalam kulkas rencananya besok pagi Anggi yang akan memberikannya kepada mereka karena Anggi lah yang paling sering bertemu dengan mereka saat ingin sholat subuh.
To be continue.
__ADS_1
Tunggu cerita selanjutnya ya teman-teman 🥰