
Tanpa terasa sudah memasuki hari ke - 10 kami di desa ini, hari-hari yang kami lewati seperti biasanya melakukan wawancara, penelitian sampai mengerjakan laporan tidak ada hal lain yang kami kerjakan. Semua berlalu dan berjalan seperti seharusnya.
Kejadian-kejadian aneh yang kami alami tidak lagi aneh bagi kami, terkadang kami masih mendengar suara-suara aneh, seperti mengetuk kaca, menangis di ruang tv, dan seperti suara seseorang yang mengobrol di ruang tengah namun kami memilih mengabaikannya. syukurnya aku tidak pernah melihat penampakan seperti yang di lihat Anggi, jika suara-suara kami semua mendengarnya. Jika terus kami berlarut dengan hal-hal seperti itu kami tidak akan fokus menyelesaikan tugas-tugas kami.
Hari ini hari sabtu, seperti biasanya kami lari pagi namun sekarang sudah menunjukkan pukul 13.00 siang. Teman-temanku pada tidur siang, oh iya kami hanya bekerja dari hari Senin hingga Jumat, sabtu dan Minggu kami beristirahat. Hari ini aku ngantuk sekali namun entah mengapa aku tidak bisa tidur siang ini membuatku jengkel.
Sayup-sayup aku mendengar suara cewe rame-rame, kemudian mengetuk pintu dan memanggil nama Irene berganti dengan Ruth dan kemudian ku dengar memanggil namaku, aku sadar dan langsung berdiri membuka pintu kamar ya benar itu teman kami dari kelompok lain yang tinggal satu desa dengan kami.
"Sebentar,," jawabku.
Ku buka pintu rumah.
" Ada apa wee?? tumben kemari rame-rame??" tanyaku.
" Buka aja Jo." Jawab Arumi.
"Iya iya sabar susah ni kuncinya." Ucapku.
Selain Arumi aku tidak terlalu mengenal kelompoknya walaupun kami sekelas namun aku sangat jarang berinteraksi atau berbicara dengan mereka, saat di kampus mereka lebih aktif di mesjid hal itu yang membuatku tidak terlalu mengenal mereka.
"Masuk wee, langsung aja ke kamar mereka semua tidur tuh bangunin aja udh mau sore lagian." Ucapku.
Semuanya masuk ke dalam kamar, Alex membuka pintu kamarnya mengintip keluar, memanggilku.
" Jo, Jo, siapa??" tanyanya.
Aku yang mau menuju ke kamar menoleh ke belakang.
" Kelompok sebelah, mau main." Jawabku.
Tanpa menjawab dia langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya kembali, aku pun langsung berjalan ke kamar dan tetap membuka pintu kamar agar tidak terlalu panas. Teman sekamar ku pada bangun semua begitu mereka masuk, aku tersenyum senang melihat mereka terganggu tidurnya.
" Ada apa nih mi, rame-rame??" tanya Ruth yang masih setengah sadar dengan suara beratnya.
" Kami mau undang kalian untuk acara malam ini, mau gak??" tanya Arumi.
__ADS_1
" Acara apaan??" tanyaku.
" Semalam bapak kos kami memancing dan tadi pagi pulang membawa banyak ikan segar, kata mereka malam ini kita bakar-bakar saja dan mereka suruh kami undang kalian, mau gak??" tanya Arumi.
" Maulah.." Jawab Ruth cepat.
" Jam berapa mi??" tanyaku.
" Jam 19.00 malam udah datang yaa, sama-sama kita beberes." Ucap Arumi.
" Sip." Jawabku.
Salah satu teman dari kelompok Arumi berbicara namanya Indah.
"Kamar kalian luas tapi panas banget ya." Ucap Indah spontan.
" Iya Ndah karna belum di asbes masih seng, jadi klo siang panas banget syukurnya malam dingin." Ucap Irene.
"Jadi kok betah amat tidur siang panas-panas gini??" tanya Indah.
"Ngantuk Ndah, jd yo wes langsung tepar." Jawab Irene sambil tersenyum.
aku tertawa.
" Hah?? gimana?? gimana?? rumor dari mana itu Umi??" tanya Irene yang juga tertawa.
" Dari kelompok di desa lain malah, kami aja gatau yang satu desa dengan kalian makanya ku tanya Ren," jawab Arumi.
" Ya Tuhanku, ada-ada aja deh. Enggak mi, cuma rumor kok. Tapi dasarnya apa ya kok ada yang bilang gitu??" tanyaku penasaran.
Arumi menunjukkan foto di hpnya, betapa kagetnya aku fotoku dan Jonathan sewaktu duduk berdua dan tertawa di pantai waktu itu. Melihat foto itu aku langsung tertawa kembali.
"Semoga deh kesampaian, tapi itu gak benar Arumi. Itu kami bukan hanya berdua tapi satu kelompok namun terpisah mereka di pinggiran air laut aku di pinggir pantai bersama Jonathan dan disitu agak jauh juga ada Alex. Emang aku lagi berbicara berdua dengan Jonathan itu juga karena aku duduk sendiri dan dia nyamperin gitu doang." Ucapku menjelaskan.
" Tapi apa maksud perkataan mu tadi semoga kesampaian ??? kau suka Jonathan?? " tanya Arumi.
__ADS_1
" Wanita waras mana yang gak suka sama laki-laki yang berpenampilan rapi tapi tetap kece kayak Jonathan, hah??" tanyaku ke Arumi.
" Iya sih, tapi Jo kau harus luruskan ini. Kau tau foto ini disebar oleh pacar Jonathan yang bertugas di kelompok sebelah, dia menyebar rumor dan fitnah bahwa kau menggodanya jadi kau harus berhati-hati Jo." Ucap Arumi serius.
"Jonathan punya pacar?? siapa??" tanyaku.
Entah kenapa rasanya aku sedikit kecewa, lemas dan marah. Pertama, karena ku ketahui bahwa Jonathan sudah punya pacar. Kedua, aku jadi tidak lagi mendekatinya sesuka hatiku karena harus menjaga jarak dan aku tidak bisa lagi menyukainya. dan ketiga, aku di fitnah sebagai penggoda. Aku benar-benar marah.
" Si Jesica loh Jo, masa kau gatau, mereka udah pacaran 6 bulan loh kalau aku gak salah." Ucap Arumi.
" Oh Jesica, dia fitnah aku gimana?? coba liat,," ucapku.
" Kau emang gak masuk grup resmi PKL kita?? yang lain gadak yang masuk?? " tanya Arumi.
" Aku gk masuk Mi" Ucapku.
Ku lirik yang lain mereka semua menggeleng.
" Itu bukan grup resmi PKL tapi kelompok cewe-cewe kan??" tanya Ruth.
" Kalau grup resmi PKL aku masuk mana mungkin aku gatau berita itu kalau emang mereka membicarakan Joana." Ucap Ruth.
" Iya Ruth grup khusus cewe, nih Jo kalau mau liat." Ucap Arumi sambil menyodorkan handphone nya.
Betapa kagetnya aku di tuduh penggoda, wanita gatal, pelakor dan kegenitan, siang itu benar-benar darahku panas seperti mendidih melihat dan membaca semua pembahasan mereka di grup itu hanya karena bermodalkan 1 foto gak jelas. Tanpa ku sadari aku screenshot semua percakapan itu mengirimnya ke hpku dan ke wa Jonathan tanpa mengatakan apapun hanya mengirim hasil screenshot bukti percakapan di grup itu.
Aku mengembalikan hp Arumi.
" Makasih ya mi udah beritahu aku." Ucapku ke Arumi.
" Maaf ya Jo aku tidak membelamu karena aku takut salah bicara lebih baik ku sampaikan dulu padamu." Ucap Arumi padaku.
" Itu tindakan yang bijaksana Mi, sekali lagi makasih ya,," ucapku.
" Sama-sama." Ucap Arumi.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya..
To be continue.