Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 33


__ADS_3

Tepat pukul 13.00 siang, akhirnya teman-teman kami sampai di rumah kos, mereka membawa makanan yang kami pesan melalui chatting grup kami.


" Eh udah sampe ya, mana makanannya??" tanya Tasya.


" Baru juga sampe depan rumah, udah nanya makanan. Buat kan teh dulu dong temannya haus nih." ucap Ruth.


" Oh tenang, ini sudah tersedia es teh. Silahkan di minum." Ucap Tasya sambil tersenyum.


Kami pun tertawa bersama. Tanpa basa basi karena semua udah pada lapar, kami langsung menyantap makanan kami tanpa berbicara. Semua fokus ke makanannya masing-masing tidak butuh waktu lama, kami selesai makan bersama-sama.


Setelah selesai makan, aku membuka percakapan.


" Ruth, kemaren waktu kita bakar-bakar, kan kau bilang udah permisi ke ibu kos. Dimana kalian permisi nya?? tadi ibu kos kemari katanya baru hari ini dia sempat ke rumah." Ucapku bertanya-tanya.


" Oh itu, kami ketemu ibu kos di perjalanan menuju rumah bu Bety. Dia menyapa dan bertanya kami mau kemana, yaudah ku jelaskan sekalian permisi supaya dia gak nyari kita." Jawab Ruth.


" Eh tunggu dulu, tadi kau bilang Jo ibu kos baru sempat kemari?? maksudnya?? bukannya ibu kos memang disini ya, inikan rumahnya." tanya Ruth kembali.


" Iya, makanya itu aku tanya ke kau. Dan ini juga yang mau kita bicarakan bareng-bareng. Tadi ibu kos di rumah, ibu itu bilang kalau dia baru bisa hari ini ke rumah ini untuk liat kita. Ternyata selama ini ibu kos tinggal di rumah mertuanya, makanya ibu itu gak pernah nyamperin kita kan kalau kita sedang berisik. Ya karena memang ibu itu tidak tinggal disini selama kita disini" Jawabku.


" Ah yang serius lah Jo, jadi yang selama ini di liat Anggi siapa dong??" tanya Ruth keheranan.


" Ya gatau Ruth.." Jawabku.

__ADS_1


" Kemaren kan udah terbukti Ruth kalau itu bukan ibu kos, itu hanya yang menyerupai ibu dan bapak kos kita." Ucap Anggi.


" Iya aku tau, tapi aku pikir hari itu hanya sialnya kau dan Tasya. Aku pikir di hari-hari lainnya ya itu nyata karena kau gak pernah cerita atau merasakan hal aneh." Ucap Ruth.


" Iya Ruth, tapi setelah ku ingat kembali mereka emang tanpa ekspresi setiap kali lewatin aku. Selama ini yang ku liat bukan manusia deh kayaknya." Ucap Anggi.


" Emang bukan manusia Anggi." Ucapku.


" Besok subuh kita liat lagi bareng-bareng yuk, temani kami ambil wudhu dan sholat apakah masih ada kalau kita semua pada bangun. Kalian mau kan??" tanya Anggi.


" Iya, kan udah janji mau temani kalian sholat subuh. Besok kita liat deh." Ucapku.


" Kalian aja ya, bangunin kami kalau ada apa-apa." Ucap Alex.


" Iya bang." Jawab Anggi.


" Kalau gitu kita jadi buru-buru banget, takutnya program kita gak berjalan sesuai yang kita rencanakan." Ucap Ruth.


" Iya, yaudah gini aja kita tetap tinggal disini tapi ajak aja teman-teman sering nginap di sini biar kita selalu rame." Usul Tasya.


" Saran ku gak usah, kita gak tau niat atau perilaku teman-teman yang lain. Kita semua udah tau rumah ini beda, banyak kita alami hal aneh, kalau ternyata teman yang kita ajak ke sini buat masalah malah nambah rumit keadaan kita." Ucap Jonathan.


" Tapi kita juga perlu tau ni Jo, teman-teman yang lain merasakan hal aneh gak disini atau emang kita aja yang takut. Karena dari kemaren yang kita alami gak terlalu nyata gitu, aku takutnya hal itu terjadi karena kita emang lagi pada stres aja karena laporan. Jangan tiap hari sesekali kita ajak teman-teman kita nginap di hari sabtu gimana??" Usul Alex.

__ADS_1


" Boleh juga tuh bang, tapi setiap sabtu aja ya mumpung kita masih ada waktu beberapa minggu disini." Ucap Tasya.


" Yaudah deh, kita coba buat acara manggang sabtu ini ya, kita undang teman kita yang satu desa dengan kita dulu minggu depannya baru yang lain." Ucap Jonathan.


" Oke. " Jawab Alex.


Kami hanya saling menatap tanda setuju.


" Ntar sore aku mau ke indomaret siapa yang mau ikut sama ku??" tanya Alex.


" Aku ikut dong, aku mau beli roti, udah bosan aku makan ikan dan ayam terus. " Ucapku.


" Oke." Jawab Alex.


" Jam berapa??" tanyaku.


" Jam 4, jangan lama ya awas kalau lama dandan." Ucap Alex mengingat kan ku.


" Idih, iya iya lagian ke indomaret ngapain juga dandan." Ucapku.


" Ya biasanya kan cewe gitu..." Ucap Alex.


" Gak semua." Jawabku.

__ADS_1


Alex melirikku. Setelah itu kami masing-masing masuk kamar untuk istirahat sebentar, mumpung masih siang kami pun akhirnya tidur siang di kamar masing-masing.


To be continue.


__ADS_2