
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 wib, aku dan teman-temanku sudah mandi dan sedang memakai make up. Sebenarnya perasaanku sudah gk enak untuk pergi kesana aku yakin bakal terjadi drama yang amat sangat ku benci. Semoga tidak seperti yang ada di bayanganku ucapku dalam hati.
Yang awalnya aku dan Irene ingin pergi duluan, Alex melarang mengatakan bahwa kita harus pergi bersama jadi gak akan ada yang nyangka kita akan membahas hal itu. Aku pun setuju dengan kata-kata Alex.
Karena lokasi tidak terlalu jauh dari rumah kami, kami berjalan bersama tepat pukul 17.00 wib. Aku, Irene dan Ruth jalan berdampingan paling depan, sementara yang lainnya berjalan di belakang kami.
Sampailah kami di cafe tersebut, aku cukup kaget karena teman-teman kami dari desa lain udah ada disana. Ya benar, Jesica dan kelompoknya sudah ada disana. Aku gak tau apa ini hanya perasaanku saja tapi kelompok dari desa lain yang aku tau mereka tau masalahku dan Jesica semua melihat ke arahku seperti melihat musuh yang menjijikkan.
Jujur saja emosiku seperti ingin meledak tapi aku pura-pura bego karena dengan begitu wajah polos ku tetap pada tempatnya. Jika aku mengikuti hatiku wajah marahku pasti akan terbaca oleh semua orang. Ku yakinkan hatiku untuk sabar.
Begitu sampai di dalam cafe Jesica langsung berlari ke arah kami menghampiri Jonathan. Memegang tangan Jonathan dan membawanya ke tempat duduknya. Biasa seperti anak kampus pada umumnya sorakan norak pun terdengar.
"Cie, Jesica mainnya sama kakak kelas ya." Ucap salah satu teman yang sekelompok Jesica.
Dan yang lainnya tertawa bersama, aku hanya tersenyum. Tiba-tiba ada suara sumbang berkata.
__ADS_1
"Awas loh ada yang panas biasanya yang disimpan terlalu lama bisa bau loh." Ucap salah satu teman jesica yang bernama Rina.
Dia berkata sangat kencang, yang tadinya semua orang tertawa mendadak diam. Aku yang pura-pura bego tetap tersenyum walaupun perasaanku mengatakan kata-kata itu untukku. Tapi aku mencoba mengacuhkannya dan menahan emosiku.
Alex duduk tidak jauh dariku, ku lihat ke arahnya ternyata dia juga melihatku. Saat itu saat melihat Alex aku sangat ingin menangis karena tidak suka mendengar kata-kata aneh itu. Tapi ku tahan agar tidak mempermalukan diriku sendiri.
Teman-teman sekelompok ku yang peka melihat ke arahku dan tersenyum. Irene yang duduk di sampingku memegang tanganku seperti mengatakan kami disini Jo, jangan cemas. Yang membuatku sedikit tenang dan tersenyum.
Kami semua makan sore bersama, minum bersama ada yang bernyanyi karoke ada yang main gitar disana, kami semua menikmati suasana disana.
Cafe yang kami pakai sudah kami sewa semalam untuk kami, karena kami lumayan banyak orangnya, karena juga membahas hal ini jadi Jonathan tidak mau ada orang lain selain mahasiswa dari jurusan kami.
"Aku mau ngomong, sebenarnya aku mengumpulkan kita semua disini ada yang ingin ku bahas. Mengenai rumor, fotoku dan Joana yang sudah tersebar. Aku yakin kalian semua pasti sudah paham dan tau apa yang ku maksud." Ucap Jonathan.
Aku melihat ekspresi Jesica dia seperti kaget, disitu aku percaya kalau Jonathan tidak membahas apapun pada Jesica mengenai masalah ini.
__ADS_1
Jesica tiba-tiba berdiri dan bicara.
" Kamu kenapa sih bang Jo, maksud kamu apa ini?? mau bahas apa?? kenapa dengan fotomu dan Joana??" tanya Jesica dengan nada tinggi.
" Kenapa bertanya gitu?? kamu kan udah tau, dan foto itu kamu juga sudah sebarkan di grup obrolan kalian kan. Aku sudah lihat dan baca semuanya." Ucap Jonathan melihat ke arah Jesica.
" Seharusnya kamu bicarakan dulu padaku jika ingin membahas ini, kenapa malah di tempat terbuka seperti ini." Ucap Jesica semakin marah.
" Kalau tadi semua orang gak tau aku akan bahas ini berdua denganmu, tapi semua orang disini tanpa terkecuali sudah tau Jes untuk apalagi di sembunyikan. Disini aku ingin meluruskan masalah ini agar semua salah paham ini selesai." Ucap Jonathan.
" Seharusnya kamu bilang dulu ke aku." Jawab Jesica.
Suasana semakin memanas antara Jesica dan Jonathan.
To be continue.
__ADS_1
Apa yang terjadi selanjutnya ya.