Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 56


__ADS_3

Aku mencoba melawannya dan mulai berdoa.


"Ya Tuhan tolong aku, tolong aku." Pintaku dalam hati.


Semakin dia melakukan aksinya, semakin ada yang aneh. Saat aku terus berdoa, aku mulai sedikit bisa menggerakkan tanganku, ku gerakkan tanganku untuk mendorongnya dan aku berhasil. Namun saat Alex berhasil ku dorong, Alex menatapku dengan penuh amarah, matanya berubah menjadi sangat merah.


Aku menyadari bahwa sepertinya itu bukan Alex yang ku kenal. Karena doronganku membuatnya marah, dia kembali menahan kedua tanganku dan mulai merobek bajuku dengan giginya.


Saat itu ku lihat, ini bukanlah tingkah seorang manusia. Ku perhatikan lebih dalam, ku lihat ada yang aneh. Alex memiliki taring, dalam hati aku bergumam.


"Ini bukan Alex, bukan. Lantas ini siapa??" batinku.


Dia menatapku dengan tajam, matanya yang merah semakin merah dan menyala, taringnya memanjang seketika aku berteriak dengan sekuat tenagaku, aku menyadari bahwa itu bukanlah Alex, dia berkata.


"Sudah ketahuan ya." Ucap sosok itu dan tersenyum sangat menyeramkan.


Samar-samar ku dengar suara ramai, sangat ramai yang memanggil namaku, suara itu tidak asing bagiku.


"Jo.. Joana..Joana..sadarlah." Ucap suara laki-laki yang tak asing di telingaku, seperti suara Alex.


"Joana.. Joana." Ucap beberapa suara perempuan.

__ADS_1


Aku membuka mataku, benar saja ku lihat Alex di depanku dan aku ketakutan, ku dorong dia dan aku menangis dengan kencang. Alex yang ku dorong, kaget dan hanya menatapku, karena melihat hal itu Irene langsung memelukku.


"Kenapa Jo, ada apa??" tanya Irene.


Aku menangis dengan kencang, bahkan semakin kencang saat Irene memelukku.


"Aku takut Ren, gamau disini lagi. Aku mau pulang." Ucapku sambil memeluk Irene.


"Tenangkan dirimu Jo, tenang, aku disini Jo jangan takut." Jawab Irene sambil mengelus punggungku.


Seketika semua yang sedang melihatku, terdiam bingung dengan apa yang terjadi.


Akhirnya semuanya keluar, begitu juga dengan Alex yang keluar rumah duduk di teras menyendiri. Jonathan pun menghampiri Alex.


"Kenapa bro, kok disini??" tanya Jonathan sambil berjongkok di dekat Alex.


"Gakpapa bro." Jawab Alex.


"Kaget ya di dorong Jo, nanti kita tanya ada apa dengan dia. Kenapa begitu takut melihatmu." Ucap Jonathan.


"Itu dia yang membuatku jadi khawatir, kenapa dia begitu takut melihatku dan seperti ingin marah." Ucap Alex.

__ADS_1


"Kayaknya dia mimpi buruk, nanti coba kita bicarakan." Ucap Jonathan.


Karena keadaan yang tidak baik, semua membereskan makanan dan minuman.


"Kayaknya kita pulang aja deh bang, makanan dan minumannya kita bawa aja ya.." Ucap Jesica.


"Oh yaudah kalau gitu, yuk kita bereskan dulu." Jawab Jonathan.


Mereka pun membereskan makanan dan minuman. Sebagian di bawa kelompok Jesica, sebagian di tinggalkan untuk kami dirumah. Malam itu pukul 12.20 wib mereka semua kembali ke kos masing-masing.


"Kita pamit pulang ya, semoga Joana baik-baik aja." Ucap salah satu senior kami yang satu desa dengan Jesica.


"Hati-hati kalian." Ucap Jonathan.


Kos kami pun kembali sepi, selain Irene yang bersamaku di kamar. Yang lainnya menunggu di ruang tengah, menunggu aku tenang baru masuk ke kamar memintaku menjelaskan apa yang terjadi.


Beberapa saat kemudian aku pun berhenti menangis, Irene keluar mengambilkan minuman yang berasa untukku, sembari menyuruh teman-temannya yang lain untuk masuk kamar. Malam itu kami semua berkumpul dikamar untuk membicarakan hal ini.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote dan hadiah kalian adalah semangatku ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2