
Sesampainya di gerbang rumah pak Kodir dan bu Bety, aku dan Irene melihat Arumi berserta yang lainnya mempersiapkan meja dan alat-alat untuk bakar-bakar. Dengan berjalan cepat aku dan Irene membantu beberes untuk acara bakar-bakar malam itu.
Tidak lama aku dan Irene membantu, teman-teman kami yang lain pun tiba, aku melihat Jonathan dari kejauhan dan memilih masuk ke dalam rumah bu Bety untuk membantu bu Bety mempersiapkan bumbu dan daging yang akan kami bakar.
Di luar.
" Joana mana??" tanya Alex.
" Di dalam bantuin bu Bety bang." Jawab Irene.
" Udah baikan mood dia??" tanya Alex.
" Udah mendingan sih." Jawab Irene kembali.
Di dalam aku bersama bu Bety dan yang lainnya.
" Jo kenapa pisah gitu perginya??" tanya Indah salah satu tan sekelas kami yang satu kelompok dengan Arumi.
" Tadi mereka belum selesai Ndah jadi aku dan Irene langsung aja jalan karena udah selesai lebih dulu." Jawabku.
" Oh, gitu." Jawab Indah.
Aku hanya tersenyum melihat Indah.
" Neng, neng bisa masak??" tanya bu Bety padaku.
" Bisa sedikit bu." Jawabku sambil tersenyum.
" Pantesan pegang pisau dan sutil luwes banget, sering masak ya neng di rumah??" tanya bu Bety kembali.
" Iya bu, aku dan ibuku sering masak bersama." Jawabku.
__ADS_1
" Wah enak yoo punya anak cewek, anak ibu cowok semua jadi gadak yang temani ibu masak." Ucap bu Bety.
" Tapi ibu yang jadi paling cantik di rumah kan." Ucapku sambil tersenyum.
" Halah neng, bisa aja kamu tuh." Jawab bu Bety sambil tersenyum padaku.
Sedikit tentang pasangan suami istri pak Kodir dan Bu Bety, Pak Kodir merupakan asli penduduk desa namun Bu Bety tidak. Bu Bety asli Jawa dari Solo, mereka menikah di Solo dan memutuskan untuk tinggal di desa kelahiran Pak Kodir Desa Tanjung Beringin. Dari pernikahan mereka, mereka di karuniai 4 orang putra yang semuanya sudah pada bekerja bahkan sudah ada yang menikah. Putra yang sudah menikah berjumlah 2 orang yang belum menikah 2 orang lagi. Namun yang belum menikah anak kedua dan anak yang terakhir mereka bernama Nando dan Daniel, Nando anak kedua dan Daniel anak keempat. Mereka berdua bekerja di luar kota tidak jauh dari Desa Tanjung Beringin sehingga mereka dapat pulang ke rumah seminggu sekali.
Alex muncul di dapur dan bertanya kepada bu Bety.
" Bu ada yang bisa saya bantu??" tanya Alex.
" Oh ini nak, tolong angkat kan keluar ya bantu Joana kamu angkat yang baskom besarnya ya." Pinta bu Bety.
" Baik bu." Jawab Alex.
Aku yang sedari tadi mengatur isi baskom yang akan di angkat, kaget dengan kedatangan Alex.
" Eh, kok gk bersuara si Lex jadi kaget." Ucapku spontan.
Aku hanya tersenyum sedikit.
" Yaudah yuk tolong angkat ini ya Lex." Pintaku.
" Oke Jo, Jo senyum sedikit kenapa." Ucap Alex.
Aku melihat ke arah Alex dan langsung tersenyum.
" Kok tumben nurut, kerasukan ya??" tanya Alex.
" Apaan sih gak jelas banget nih orang." Ucapku.
__ADS_1
Alex tersenyum, setelah itu suasana hening, aku dan Alex berjalan berdampingan sambil mengangkat baskom yang isinya ikan dan ayam yang sudah di bumbui untuk di panggang.
Sesampainya di pondokan, aku meletakkan ikan yang ku pegang tepat di samping Jonathan karena dia sedang menyiapkan api dan panggangan. Aku gatau Jonathan refleks atau gimana, saat aku hendak jalan menjauhi dia, dia menarik tanganku. Jujur aku kaget dia tidak pernah memegang tanganku seperti itu.
" Bantu aku disini." Ucapnya.
" Biar ku panggil Alex." Jawabku.
" Aku memintamu Jo, tolong jangan bersikap seperti ini nanti pak Kodir dan bu Bety jadi merasa tidak nyaman." Ucap Jonathan.
Karena merasa setuju dengan perkataannya aku memutuskan untuk membantunya membuat arang. Alex yang melihat itu tadinya hendak menghampiri kami tapi ditahan oleh Ruth.
" Biarkan mereka bicara bang, aku yakin ada yang ingin di sampaikan bang Jonathan." Ucap Ruth.
Alex dan teman-temanku lainnya yang menyetujui ucapan Ruth, mereka pun duduk di teras tidak jauh dari aku dan Jonathan membuat arang, mereka duduk bersama pak Kodir sembari bercerita.
Aku dan Jonathan.
" Maaf Jo, maaf untuk perkataan dan sikap Jesica." Ucap Jonathan kemudian.
" Aku dengar besok akan di bahas, jadi jangan bahas tentangnya sekarang, aku tidak menyukai pacarmu." Jawabku spontan tanpa melihat ke arah Jonathan.
Jonathan hanya terdiam.
" Besok aku bilang ke semua anak-anak kita kumpul untuk bermain, jadi jangan bilang apapun pada yang lainnya inti dari pertemuan besok." Ucap Jonathan.
" Itu urusanmu, aku gk akan ikut campur dan gk akan juga bicara apapun. Aku hanya mau besok nama baikku kembali." Jawabku.
" Iya Jo.." Ucap Jonathan.
Setelahnya kami hanya diam dan mengerjakan pekerjaan kami, setelah arang selesai aku pun menghampiri teman-teman yang lain yang ternyata sudah berkumpul semua, aku tersenyum ke arah mereka. Malam itu acara bakar-bakarnya kami mulai pukul 19.30 wib.
__ADS_1
To be continue.
Selamat membaca teman-teman 💕💕💕