
"Mama, ayah kenapa disini?? aku kenapa??" tanyaku melihat ke ibu.
"Kata teman-temanmu kamu pingsan kemarin malam, mama dan ayah di kabarin untuk pergi ke rumah sakit ini begitu kami sampai kakak sudah tidak sadarkan diri. Sudah satu harian kakak tidak sadarkan diri." Jawab ibuku sambil memegang tanganku.
"Ini jam berapa ma??" tanyaku.
"Jam 02.00 subuh kak" Ucap ibuku.
"Kata mama aku udah satu harian gak sadar, tadi aku masuk kamar kira-kira jam 22.00 malam ma, sekarang masih jam 02.00 kan ma." Ucapku.
"Sayang kemarin hari Senin sekarang sudah hari Rabu dini hari." Jawab ibuku.
"Hah?? kok aku bisa pingsan ma??" tanyaku.
Irene yang sedari tadi nangis, begitu melihatku sadar dia langsung duduk di sampingku di sebelah kiri kasur di dekat tanganku.
"Udah Jo gausah pikirkan, yang penting kau udah sadar." Ucap Irene.
Alex berdiri menghampiri ibu dan ayahku.
__ADS_1
"Bu saya minta maaf, sepertinya Joana sakit karena habis hujan-hujanan dengan saya kemarin sore." Ucapnya dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Eh, gakpapa nak ibu yakin kok Joana sakit bukan karena itu. Dia anak yang suka sekali dengan hujan, di rumah juga setiap turun hujan dia bermain dengan adik-adiknya. Bukan karena itu, jangan merasa seperti itu. Dia hanya kelelahan saja." Ucap ibuku pada Alex sambil menepuk pundak Alex.
"Ayah dan mama keluar dulu ya sayang, kalian ngobrol saja dulu ya." Ucap ayahku.
"Iya yah." Jawabku.
Teman-temanku yang lain pada mendekat, Alex duduk di kasur dekat kakiku di sebelah kiri. Tasya, Anggi, Ruth dan Jonathan duduk di sofa di sebelah kanan dekat kasur.
"Jo, kau kenapa kok bisa pingsan??" tanya Irene.
"Senin malam waktu kau masuk kamar gak berapa lama aku masuk kamar Jo, aku lihat kau tidur, tapi wajahmu pucat sekali, bibirmu seperti membiru, ku dekati kau ku sentuh tanganmu, terasa sangat dingin tidak normal. Ku guncang badanmu kau gk bangun Jo, biasanya ku sentuh aja kau bangun, aku panik aku teriak dan semua masuk ke kamar. Akhirnya Ruth dan Jonathan pergi memanggil becak langganan kita untuk membawamu ke rumah sakit. Syukurnya bapak Dessy membawa mereka ke puskesmas untuk meminjam mobil ambulans desa jadi kau di bawa menggunakan mobil ambulans desa oleh bapak Dessy. Kami juga kaget Jo baru beberapa menit kau masuk kamar masa sudah seperti itu." Ucap Irene sambil mengelus tanganku.
"Sudah ku bilang waktu itu untuk kita berteduh dulu, lain kali aku gak akan mendengarkan mu jika pergi bersamaku." Ucap Alex sambil menunduk dan mengurut kakiku.
"Kenapa Lex?? kok ngomong gitu??" tanyaku pada Alex.
"Aku merasa karena aku menerobos hujan kau jadi seperti ini, lain kali aku tidak akan mendengarkan mu Joana untuk menerobos hujan." Ucap Alex kembali sembari berdiri dan keluar dari ruangan.
__ADS_1
Baru kali ini aku melihatnya seserius itu, aku bingung kenapa dia menjadi merasa bersalah seperti itu. Kenapa dia menjadi seperti sangat sedih seperti itu, inikan bukan salahnya juga, aku juga gak ngerasa aku sedang sakit. Aku kebingungan melihat ekspresi dan sikap Alex.
Ku lihat Irene.
"Ren, Alex kenapa??" tanyaku.
"Dari kau tidak sadarkan diri, dia seperti kebingungan dia yang memakaikan jaketnya padamu dan menggendong mu masuk ke ambulans. Tapi dia tidak berkata apapun sampai tadi dia baru berbicara padamu dan orangtuamu." Ucap Irene.
Ruth pun berdiri dan mendekat ke tempat tidurku, dia berdiri di ujung kasurku dan berkata.
"Jo kau gak merasa aneh dengan sikap Alex?? atau kau yang tidak peka ya padahal sudah sangat jelas loh Jo. Kau tau sudah dua kali ku pergoki dia sedang mengusap air matanya sambil jongkok di depan rumah sakit selama kau tidak sadarkan diri. Tadinya mau ku hampiri tapi ku lihat dengan jelas dia sedang menangis, jadi aku tidak menghampirinya, dia baru ini masuk ke kamar ini menunggumu sadar dengan berjongkok di dekat pintu. Sebelumnya dia hanya melihatmu dari luar dan dia langsung pergi ke depan rumah sakit sendirian ku ikuti makanya aku tau dia nangis." Ucap Ruth.
Aku yang kaget mendengar perkataan Ruth dan Irene hanya terdiam sambil menatap Ruth. Hatiku berdegup kencang, dalam hati aku bergumam.
"Alex menyukaiku??" aku bertanya-tanya dalam hati, tanda tidak percaya.
To be continue.
Terimakasih untuk pembaca setiaku, dukungan like, komen, vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku.
__ADS_1