Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 26


__ADS_3

Setelah selesai makan, beberapa menit kami semua hanya diam. Bu Bety membuka pembicaraan.


"Neng, tadi kenapa balik-balik nangis gitu??" tanya bu Bety.


" Tadi ada kejadian aneh bu yang buat saya takut waktu saya telfonan dengan ibu saya di kamar." Jawabku.


"Kejadian apa neng?? coba ceritain." Ucap bu Bety.


Teman-temanku yang memang dari tadi penasaran dengan apa yang terjadi padaku, semua fokus melihat ke arahku menungguku untuk bercerita, melihat ekspresi mereka saat itu sebenarnya aku ingin tertawa tapi karena ada pak Kodir dan bu Bety aku hanya bisa tersenyum sembari menceritakan yang ku alami.


"Gini bu, sewaktu saya ke kamar hp saya sudah berdering, ibu saya telfon. Saya angkat dan saya sedikit berbincang dengan ibu saya, selagi saya berbicara dengan ibu saya tiba-tiba ibu saya bilang di tempat saya berisik sekali. Padahal waktu saya di rumah tidak ada siapapun di rumah hanya saya dan Alex, saat itu pun Alex di kamar mereka bukan di dekat saya. Ibu saya bilang sangat berisik ada acara ya seperti itu, saya bilang ke ibu, iya bu ada acara, karena saya bingung dan takut saya jawab secepat mungkin. Kemudian ibu saya bilang lagi bu, itu teman kamu kok terus ajak kamu ngobrol, maksud ibu saya lagi telfonan sama ibu kok terus di ajak ngobrol gitu bu. Jadi saya langsung bilang ke ibu, kalau saya mau berbicara dengan teman saya agar saya cepat keluar dari kamar itu, saya seperti membeku saat itu bu. Setelah itu saya matikan telfon, di telinga saya, seketika saya merasa berisik sekali seperti banyak orang berbicara di dekat saya, saya semakin tidak bisa bergerak. Sebelum saya berhasil keluar dari kamar ada satu suara yang saya dengar lirih sekali namun saya tau itu suara perempuan. Dia seperti berbisik bilang " main yuk" seperti itu sampai tiga kali. Saya sangat merinding dan akhirnya saya paksakan tubuh saya untuk bergerak makanya saya langsung keluar rumah tanpa memanggil Alex." Ucapku.


Alex dan Jonathan yang mendengar ceritaku terbengong dan gak lama saling tatap. Temanku Indah bertanya.


"Udah sering kau gitu Jo disana??" tanyanya.


"Enggak kok Ndah terkadang aja tapi gak terlalu sering." Jawabku.

__ADS_1


"Kau bisa lihat dan merasakan seperti itu ya Jo??" tanya Arumi.


"Enggak mi, aku gk pernah bisa melihat atau merasakan hal itu. Jika emang sudah terbiasa aku gak takut dan parno gini kan." Ucapku.


" Iya juga sih." Ucap Arumi.


" Bu, kami sudah beberapa kali mengalami kejadian aneh di rumah itu, tapi yang baru melihat hanya teman kami Anggi dan paling parah terornya dia bu." Ucap Ruth.


Bu Bety dan pak Kodir hanya menganggukkan kepala.


" Bu apa ibu tau sesuatu tentang rumah itu?? saya rasa sangat aneh bu kenapa kami mengalami hal-hal seperti itu." Ucap Ruth.


"Kira-kira 3 minggu lagi bu." Jawabku.


" Percepat saja waktunya 2 minggu lagi ya, bicarakan pada dosen kalian, biar kalian lebih dulu keluar dari desa dan rumah itu." Ucap bu Bety.


" Baik bu, nanti kami bicarakan bersama dosen kami." Ucap Jonathan.

__ADS_1


" Saya ingatkan lagi ya, jangan cari tau apapun sampai kalian semua sudah keluar dari rumah itu." Bu Bety mengingatkan kembali.


Kami semua mengangguk menandakan setuju dengan bu Bety.


Setelah kami berbincang dengan bu Bety, aku melirik Alex, seketika aku mengingat bagaimana dia memelukku, memegang tanganku, sedikit pun tidak ada rasa sukaku padanya tapi saat dia memelukku aku malah merasakan hangat yang membuatku merasa tenang. Saat aku meliriknya ternyata dia sadar akan lirikan ku, dia menatapku kembali dan bibirnya seperti berbicara menanyakan sesuatu, aku yang mencoba memahami maksudnya mengerutkan keningku dan tanpa sadar aku bicara.


"Apa Lex?? ngomong apaan sih.." Gerutuku kesal.


Dia hanya menggelengkan kepalanya dan berkata.


"Gakpapa nanti aja." Ucapnya.


" Gak jelas." Ucapku sambil meliriknya.


Dia hanya menatapku kesal, ya seperti itulah Alex, jutek, cuek, dingin, lucu dan mengesalkan tapi jika tidak ada dia sepertinya masa-masa PKL kami tidak seru karena cuma dia sumber masalah.


To be continue.

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya ya 🥰


__ADS_2