
Setelah kami selesai makan bersama, kami mengucapkan terimakasih kepada pengurus dusun karena sudah menjamu kami dengan sangat mewah. Kami bersyukur bisa makan pagi gratis.
Saat hendak kami berpamitan, kami di ajak untuk berkumpul oleh ketua kelompok di basecamp mahasiswa yang dari universitas Medan itu.
Karena kami masih harus melakukan sosialisasi lagi, kami menolak untuk singgah ke basecamp mereka. Mereka mengundang kami datang malam ini ke basecamp mereka karena mereka akan buat acara makan-makan.
Ruth sebagai ketua kelompok kami, berterima kasih kepada ketua mereka karena sudah mengundang kami.
"Makasih ya bang udah undang kami. Kami akan usahakan datang jika tidak ada hambatan, kami permisi ya." Ucap Ruth.
"Oke kak, salam kenal." Jawab ketua kelompok tersebut.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami ke dusun lingkungan 2 dan 3. Selama melakukan sosialisasi, aku tidak ada bicara sedikit pun pada Alex, Alex juga tidak menanyaiku mungkin di cegah oleh Irene agar sosialisasi kami tidak berantakan hari ini.
Akhirnya kami selesai melakukan sosialisasi tepat jam 4 sore. Hari ini makan kami sudah lepas karena setiap berkunjung melakukan sosialisasi kami selalu di jamu oleh makanan-makanan khas melayu dari cemilan hingga makanan berat.
Sampai di depan mobil, Jonathan menarik tanganku dan mengarahkan ku agar duduk di depan di samping Alex.
"Aku di belakang aja bang." Ucapku.
"Aku mau di belakang, kau aja yang di depan gantian oke." Jawab Jonathan.
Sebenarnya aku tau maksud Jonathan, karena aku gak mau ribut aku masuk saja. Begitu masuk mobil ku pake seat beltku dan ku pejamkan mataku.
Mobil pun jalan, aku dan Alex diam beberapa saat sampai akhirnya Alex berkata padaku.
"Joana.. Jo.. Sayang, kenapa kok dari tadi diamin aku. Kalau kamu kesal aku bicara pada Jane tadi, aku minta maaf, kita bicarakan baik-baik ya. Jangan gini dong." Ucap Alex sambil mengambil tanganku dan menggenggamnya.
Teman-temanku yang lain diam, tidak ada yang bicara atau pun membahas hal lain.
"Sayang.." Panggil Alex kembali sambil menggerakkan tanganku.
"Iya, nanti aja kita bicarakan." Jawabku dan menarik tanganku dari genggamannya tanpa membuka mataku.
__ADS_1
"Baiklah." Ucap Alex kembali.
Kami semua tinggal di dusun lima, posisi dusun di desa ini sedikit berbeda yaitu hitung mundur. Begitu melewati gapura yang di dapat pertama yaitu dusun 5 baru dusun 4-1, jadi dusun satu dusun yang paling akhir. Dapat di katakan ujung dari desa.
Karena dari dusun 3 ke dusun 5 tidak terlalu jauh tak lama kami sampai di depan kos kami, semua teman-temanku pada turun kecuali aku dan Alex karena memang kami ingin membicarakan masalah itu.
Tinggallah aku dan Alex berdua di dalam mobil, tapi Alex melihat sekeliling banyak warga yang lewat dan melihat ke arah mobilnya. Alex gak mau pandangan warga buruk pada mereka, akhirnya Alex mengajakku bicara di kamar kami agar tidak di liatin oleh warga.
"Sayang kita bicara di kamar aja yuk, disini di liatin warga gak enak sayang. Nanti mereka mikir aneh-aneh." Ucap Alex.
Tanpa menjawabnya aku langsung membuka seat beltku dan turun dari mobil, Alex pun mengikutiku. Ku lihat semua teman-temanku duduk di ruang tengah aku masuk ke dalam rumah.
Aku langsung minta kunci kamar pada Ruth.
"Aku minta kunci kamar Ruth, mau ngomong sama Alex di dalam." Ucapku.
Tanpa menjawabku Ruth langsung memberikan kunci kamar.
"Makasih.." Ucapku kembali.
Aku dan Alex masuk kamar dan bicara di ujung kamar tapi kami tidak menutup pintu kamar, kami tetap membukanya dengan lebar.
"Sayang, jangan diamin aku terus dong." Pinta Alex sambil duduk di hadapanku dan menatap mataku.
Ku tatap matanya juga.
"Aku gak suka perempuan lain peluk kamu kayak gitu, apalagi dia dari masa lalu kamu." Ucapku.
"Iya sayang, aku minta maaf ya. Aku juga tadi gk kepikiran dia bakal gitu ke aku, karena dia belum tau aku punya kamu. Sekarang dia udah tau aku punya pacar dia gak akan seperti itu lagi." Jawab Alex.
"Aku juga mendengar hal yang buatku sangat kesal, teman-teman nya bilang kalian serasi kenapa harus putus." Ucapku.
"Itukan menurut mereka sayang, bagiku aku serasinya, sukanya, sayangnya sama kamu." Ucap Alex dan mengelus pipiku.
__ADS_1
Aku gatau mau bilang apa lagi, walaupun aku sangat kesal tapi aku menyayanginya. Aku mendekatkan diriku padanya, aku memeluknya. Aku takut Alex akan jadi milik orang lain, karena bagaimanapun Alex pernah memiliki perasaan yang dalam pada wanita itu.
Alex membalas pelukanku, Karena aku merasa sangat lelah menahan emosi setengah hari ku biarkan aku tertidur dalam pelukan Alex. Aku belum terlalu pulas tapi malas membuka mata, aku merasakan Alex memposisikan agar aku tidur dengan posisi yang nyaman. Dari yang tadinya aku duduk tertidur di pelukannya, di tidurkannya aku di atas tikar tempat biasa kami tidur.
Aku juga merasakan saat Alex mengelus pipiku dan juga ikut golek di sampingku, tak lama setelahnya ku rasakan Alex mencium keningku dan keluar dari kamar. Tapi aku tidak mendengar Alex menutup pintunya.
Di luar Alex dan teman-temanku.
"Mana Joana bang, kok keluar sendirian??" tanya Tasya.
"Ketiduran." Jawab Alex
"Dia gitu kalau marah beneran, kalau gk nangis ya ketiduran." Ucap Irene.
"Tapi kalian udah saling memaafkan yakan bang??" tanya Anggi.
"Sudah, tapi terlihat dia masih sedikit kesal padaku." Jawab Alex.
"Nanti dia begitu bangun juga bakal mendingan kok, kita tunggu aja." Ucap Irene.
"Undangan ke basecamp mereka gimana, kita datang gak??" tanya Jonathan.
"Gausahlah, ngapain juga." Ucap Alex.
"Iya bang, gausah deh kita gk ada yang kenal-kenal banget juga sama mereka." Ruth menambahi.
"Ada kok Ruth, bang Alex kenal pake banget tuh sama Jane." Ucap Tasya Sambil tertawa.
"Hush nanti dengar Joana dia makin bete." Jawab Ruth.
Mereka semua tertawa. Karena aku juga tidur di kamar mereka semua mengunci pintu depan dan ikut tiduran di dalam kamar. Alex minta izin kepada semuanya untuk tidur di sampingku tapi di batasi oleh bantal.
Mereka semua mengizinkan untuk Alex tidur di dekatku dengan syarat membatasi jarak denganku menggunakan bantal, Alex golek sambil menggenggam tanganku dan menatap wajahku.
__ADS_1
To be continue.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit teman-teman ❤️❤️.