Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 36


__ADS_3

Aku dan Alex mencari warung bakso yang menarik cukup lama, sekitar 15 menit kami mencari baru kami menemukan warung bakso yang bersih dan menarik. Kami pun langsung masuk ke area tempat makan tersebut.


Warung bakso yang kami singgahi cukup besar, dimana mereka menyediakan dua tempat, lesehan dan kursi. Tempat duduk lesehan di warung bakso itu juga cantik dan bersih di sekat lumayan tinggi dan ada pintu masuknya yang setinggi betis, sehingga kalau duduk di dalamnya kita tidak terlalu terlihat ke luar.


Desain dari warung bakso ini juga cukup menarik dengan tema Jawa yang di hiasi dengan ornamen-ornamen khas Jawa. Aku dan Alex memilih duduk di lesehan karena kami juga membawa banyak belanjaan. Dan jauh lebih nyaman jika makan sambil duduk di bawah. Kami memesan bakso dan cemilan-cemilannya.


Sambil menunggu makanan kami datang, aku dan Alex mengobrol.


" Oia tadi belum di jawab pertanyaanku, mengenai Jonathan dan Jesica. " Ucapku ke Alex.


"Memang ya kalau soal gibah gak lupa." Jawab Alex.


Aku tersenyum dengan semangat sembari menunggu cerita dari Alex.


" Aku, Jonathan dan Jesica satu SMA. Jesica adik kelas kami di SMA, karena aku dan Jesica sepupu sewaktu di sekolah Jesica sering nyamperin aku untuk nongkrong dan makan siang bersama di sekolah, aku dan Jonathan sudah menjadi teman dekat sejak hari pertama kami bertemu di sekolah jadi ya dimana ada aku dan Jesica di situ juga ada Jonathan. Di sekolah kami sering main bersama, di rumah juga kami sering nongkrong bersama jadi Jonathan dan Jesica semakin dekat dan akhirnya pacaran. Setelah mereka pacaran aku keluar dari circle itu, aku gak mau jadi orang yang ada di tengah-tengah orang pacaran. Jadi mereka lebih sering menghabiskan waktu di luar sedangkan aku di rumah, ya selama mereka pacaran mereka sering putus nyambung. Kemaren itu mereka udah putus karena masalah besar. Sorry ya aku gak bisa cerita masalahnya kalau mau tau tanya aja sana sama Jonathan. Ku kira mereka gk akan pacaran balik karena emang masalah yang terakhir kali cukup serius, eh ternyata balikan lagi dan ya timbul lagi masalah baru." Ucap Alex.


" Oh gitu, pantesan kau dan Jonathan dekat ya. Sekarang aku paham, makasih udah mau ceritain." Jawabku sambil tersenyum.


Akhirnya pesanan kami datang, aku dan Alex berdoa masing-masing dan langsung menyantap makanan kami.


" Feelingmu bagus juga ya Lex, enak baksonya." Ucapku.


" Alex gitu." Ucapnya sambil sedikit tertawa.


" Oia anak kecil yang di mimpimu rupanya gimana Jo??" tanya Alex padaku.


" Kenapa, kok tiba-tiba nanya itu??" tanyaku heran.

__ADS_1


"Jawab aja dulu nanti ku ceritakan." Ucap Alex.


" Bilang aja dulu kenapa nanya gitu." Jawabku.


"Ribet banget sih Jo di suruh cerita aja." Ucap Alex.


"Situ juga ribet banget tinggal bilang alasannya aja." Jawabku.


"Aku kemaren malam melihat di belakang rumah ada anak kecil perempuan berdiri, Aku gk sengaja liat dari jendela dapur yang setengah terbuka. Masalahnya itu udah malam banget aku ke kamar mandi sekitar pukul 01.30 dini hari, makanya aku ngerasa mana mungkin ada anak kecil di luar jam segitu." Ucap Alex.


"Trus, lihat wajahnya gak Lex??" tanyaku penasaran.


" Waktu aku ke kamar mandi dia membelakangiku, tapi waktu aku keluar dari kamar mandi untuk menuju ke kamar aku melihat lagi ke jendela, dia sudah menghadap ke jendela dengan tersenyum." Jawab Alex.


" Gimana wajahnya??" tanyaku.


"Itu yang ku liat di mimpiku Lex, berarti tadi aku gak mimpi." Ucapku.


" Tapi aku lihat kau tidur pulas sekali Joana, mungkin kau di perlihatkan dari mimpi." Jawab Alex.


" Kita ceritain gak ya sama teman-teman Lex??" tanyaku pada Alex.


"Ceritain aja tapi di pantai aja jangan di daerah kos kita." Jawab Alex.


" Boleh juga tu." Ucapku.


Tanpa terasa bakso yang kami makan sudah habis, minuman dan cemilan yang ada juga sudah habis, Alex memesan kembali bakso dan cemilan untuk teman-teman yang tinggal di kos, selagi menunggu itu Irene meneleponku.

__ADS_1


" Kring..kring." Handphone ku berdering.


Ku jawab dengan cepat.


"Halo, ada apa Ren??" tanyaku.


" Dimana, kok lama banget?? di turunin Alex di jalan ya." tanyanya sambil tertawa.


"Mana mungkin dia berani nurunin aku di tengah jalan, sebentar lagi kami pulang lagi beli bakso, maukan??" tanyaku.


" Mau dong, cepat pulang ya kami tunggu bakso traktirannya." Ucap Irene.


"Iya, Alex lagi baik traktir bakso." Ucapku sambil tertawa.


Alex yang mendengarnya melirikku sinis tanpa mengucapkan apapun.


"Yaudah kalau gitu hati-hati Jo, see you bye." Ucap Irene.


" Bye Ren.." Jawabku.


"Enak aja, kau bayar mereka yang gratis." Ucap Alex.


"Dasar pilih kasih." Gerutuku meliriknya sinis.


Alex tertawa.


Akhirnya bakso yang kami pesan sudah siap, Alex membayar semua makanan hari ini, kami menuju parkiran sepeda motor dan bergegas pulang ke kos.

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2