Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 49


__ADS_3

Tidak lama makanan yang kami pesan pun datang, kami mulai bercerita sembari menyantap makanan kami.


"Ruth kemaren kau bilang ada mengalami hal aneh, hal aneh gimana??" tanyaku pada Ruth.


"Aku lupa pastinya kapan, tapi aku pernah waktu itu gak bisa tidur jadi aku main game sambil ngemil. Awalnya aku dengar suara orang jalan di luar, bukan di luar halaman belakang ya tapi di ruang tengah. Cuma jalannya itu seperti sedang menggunakan sepatu heels yang di pentok ke lantai gitu jadi ada suaranya. Kayak "tak..tek..tak..tek" gitu kan. Aku ya diam aja, aku anggap itu ibu kos jadi aku acuhkan itu suara pertama. Kurang lebih 15 atau 20 menit setelah itu aku mendengar dari luar jendela kita seperti ada yang menggores kaca menggunakan kayu jadi bunyinya ngilu gitu. Aku berpikir mungkin anak tetangga yang iseng karena di belakang rumah ibu kos kan ada beberapa rumah ya, aku abaikan suara kedua. Aku lanjut terus main game sampai akhirnya aku memutuskan untuk tidur karena suara ketiga. Aku mendengar tiba-tiba suara tangisan, orang nangis kayak tersedu gitu tapi hanya samar-samar aku mencoba berpikir positif lagi mungkin tetangga. Setelah tangisan itu, aku dengar suara teriak yang sangat kencang seperti dekat dengan telingaku, aku kaget handphoneku, aku campakkan dan akhirnya aku memilih tidur dengan keringat dingin." Ucap Ruth.


Kami yang sedang makan spontan melihat ke arah Ruth. Kami takjub dengan pemikiran Ruth yang selalu positif, kami akui dia memang tidak penakut tapi jika dia bisa sampai keringat dingin fiks itu suara kencang banget pasti sampai-sampai dia takut.


"Cuma itu aja??" tanya Tasya.


"Iya cuma itu aja yang berupa suara, tapi aku pernah melihat bayangan hitam berjalan di dinding dapur yang berbentuk manusia, tapi hitam semua dan dia seperti manusia yang berjalan cuma hanya berupa bayangan dan itu juga di dinding. Kalau pantulan bayangan orang pasti gak akan kayak nempel gitu di dinding kan, ini beneran kayak nempel di dinding bayangannya. Cuma ya aku hanya terdiam aja melihat itu dari kamar dan akhirnya ku tutup pintu kamar. Itu siang aku lihatnya, waktu kita semua mau tidur siang. Jadi ya aku gk terlalu takut." Jawab Ruth.


"Serem juga ya Ruth, kau bisa simpan ceritanya sampai hari ini keren loh." Ucap Irene.


"Kalau cerita ntar kau yang takut." Jawab Ruth.


Kami tertawa.

__ADS_1


"Kalau Anggi gimana, setelah lihat itu ada ngalami hal aneh lagi kah??" tanyaku pada Anggi.


"Itu aja sih Jo yang paling parah, selebihnya sama kayak Ruth hanya suara. Suara orang ngobrol di ruang tv ku dengar beberapa kali, suara tangisan dua kli ku dengar, dan suara orang jalan itu sering banget ku dengar, cuma ya aku terus berdoa aja sama Allah biar di beri perlindungan, mau di lawan juga gak bisa kan." Ucap Anggi.


"Iya sih." Jawabku.


"Irene gimana, ada alami sesuatu kah??" tanyaku.


"Gadak sih Jo, kalau ada aku pasti sudah heboh cerita samamu. Tapi aku sering mimpi buruk, 3 atau 4 kali aku mimpi buruk. Tapi anehnya semua tentangmu Jo, pokoknya intinya dalam mimpiku kau selalu minta tolong. Cuma aku lupa detail ceritanya, udah ku coba ingat-ingat, sama sekali gak ingat." Jawab Irene.


Aku melihat Alex dan Jonathan saling pandang. Setelahnya aku bertanya pada Tasya.


"Tasya gimana, ada ceritakah??" tanyaku.


" Ada Jo, lumayan banyak tapi." Jawab Tasya.


"Ya gakpapa cerita aja Sya." Ucapku.

__ADS_1


"Iya cerita aja, kita dengerin kok." Ucap Irene menambahi.


"Aku ada ngalami hal aneh, ini selain suara ya, kalau suara kita semua udah pernah dengar hal yang sama. Yang pertama, aku kan tidur di dekat dinding tuh yang waktu kita pindah posisi tidur karena Anggi liat penampakan di plafon kayu, kita kan langsung ubah tempat tidur yang tadinya kepala kita belakngin pintu, kan kita jadi ubah kaki kita sekarang yang mengadap ke pintu. Malam pertama kita tidur kayak gitu aku mencium aroma bunga melati, bunga kembang yang harum banget nyengrak gitu loh ke hidung aku cari-cari sumber wanginya pas aku cium dinding yang di atas kepala kita itu wangi banget. Karena aku penasaran ku coba endus lagi besoknya, wanginya hilang tapi bau amis banget kayak darah yang amis banget. Di situ aku kaget, ini perasaanku aja atau gimana gitu tapi beberapa kali ku coba endus selalu baunya berubah-ubah kadang wangi kadang amis, dan aku teringat samping kamar kita kan, kamar ibu kos, apa mungkin ya bau itu dari kamar itu." Ucap Tasya.


"Serius Sya, kok aku gk pernah cium apapun ya." Ucapku.


"Coba nanti kita endus aja deh, siapa tau harus di endus dulu." Ucap Anggi menambahi.


Ku lihat lagi Alex dan Jonathan saling tatap.


"Ini dua orang kenapa sih lihat-lihatan mulu." Gumamku dalam hati.


"Terus, terus, lanjutin ceritamu." Ucap Alex.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote, dan hadiah kalian adalah semangatku ❤️.

__ADS_1


__ADS_2