Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 22


__ADS_3

"Aku pikir hari itu kau memang mengakhiri hubunganmu dengan Jesica." Ucap Alex.


Jonathan hanya terdiam, dan yang lainnya juga hanya terdiam.


" Jujur aku jadi malu dengan Joana, kenapa hal yang sama harus terus terulang." Ucap Jonathan.


Hening mereka hanya diam.


" Tolong sampaikan maaf ku yang sebesarnya pada Joana, sampaikan padanya nanti malam datang untuk berkumpul dan besok juga, hari ini aku tidak bisa membawa Jesica tapi ku pastikan besok kita semua berkumpul, karena masalah ini sudah di ketahui semua orang aku akan meluruskannya di depan semua orang besok malam aku janji." Ucap Jonathan yang kemudian pergi masuk ke kamarnya.


Di kamar aku tidak tidur jadi aku bisa mendengar semua perkataan mereka, karena jarak kamar dan ruang tengah tidak jauh, dan dekat sekali. Suara mereka bergema jadi aku bisa mendengar nya.


"Aku mau tanya bang, apa maksud pembicaraan kalian tadi??" tanya Tasya.


" Yang mana??" tanya Alex kembali.


" Yang bilang kalau seharusnya mereka sudah putus.." Ucap Tasya.


" Oh itu, mereka udah lama pacaran dari SMA tapi putus nyambung." Jawab Alex.


" Oh udah lama, trus kenapa balikan bang??" Tanya Tasya yang semakin kepo.


" Tasya ihh kok kepo gitu." Tegur Ruth.


" Aku penasaran Ruth." Ucap Tasya sambil tersenyum ke Ruth.


" Tanya aja nanti malam ke Jonathan yaa." Ucap Alex sambil berdiri dan jalan ke kamar.


Teman-teman sekamarku pun masuk ke kamar.

__ADS_1


" Jo, tu Jonathan bilang besok di selesaikan." Ucap Irene.


" Iya aku tau, aku dengar semuanya kok." Ucapku.


" Kirain tadi kau tidur." Ucap Irene.


" Enggak, mana mungkin aku bisa tidur." Jawabku.


" Woi udah jam setengah lima nih siap-siap yuk.." Usul Anggi.


" Diluan aja wee aku terakhir aja ya, lagi malas gerak." Ucapku.


Akhirnya Anggi dan Tasya pergi mandi dan bersiap duluan, aku dan Irene yang paling terakhir mandi. Tanpa terasa kami bersiap mandi dan dandan, kami selesai pukul 18.00 wib, di obrolan grup biasanya aku aktif namun kali ini aku tidak membaca maupun balas grup chat kami yang khusus satu rumah.


Ruth mengabari Jonathan dan Alex lewat grup chat, karena aku malas berjalan bareng Jonathan aku memutuskan untuk pergi ke rumah ibu Semang (ibu kos) Arumi duluan bersama Irene. Aku pamit ke teman-teman lainnya.


Anggi dan Tasya hanya melihat ke arahku tanpa memberi respon apapun, karena mereka tau aku lagi kesal-kesalnya dan malas melihat Jonathan.


" Oke, hati-hati.." Ucap Ruth langsung setuju tanpa menahan ku karena tau akan percuma bila menahan ku.


Saat aku dan Irene keluar kamar, Alex dan Jonathan juga keluar kamar, Alex menyapa kami.


" Udah selesai?? mana lainnya yuk jalan.." Ucap Alex.


Aku hanya diam, melihatku diam dan tidak berhenti jalan mengabaikan perkataan Alex, Irene menjawab Alex.


" Udah selesai juga bang, tunggu aja kita luan ya, soalnya ada urusan." Jawab Irene sambil tersenyum.


" Oh oke, hati-hati." Jawab Alex yang sepertinya paham situasinya.

__ADS_1


Aku dan Irene jalan berdua saat itu Irene juga menegurku.


"Jo, disini cuma kita berdua please jangan sembunyikan perasaanmu mumpung ini lumayan jauh cerita lah samaku semua yang ada di hatimu." Ucap Irene.


Awalnya aku diam, beberapa saat kemudian aku mulai berbicara.


" Kau tau aku lagi suka-sukanya pada Jonathan, tapi aku juga merasa bodoh karena tidak tau Jonathan dan Jesica sudah berpacaran bahkan sudah 6 bulan. Aku kesal Ren karena ketidaktahuanku, tapi apa salahku yang hanya tertawa bareng dengan Jonathan aku tidak melakukan hal aneh tapi kenapa aku di ceritakan begitu buruknya dengan semua teman sekelas kita, aku gatau kalau ternyata banyak yang membenciku." Ucapku.


" Itu bukan salahmu Jo, kita juga gak bisa kan menahan orang lain yang berpendapat buruk tentang kita." Ucap Irene.


" Iya Ren aku mengerti, tapi kenapa semua langsung percaya dengan satu foto saja, apa tidak ada gitu yang bertanya-tanya dalam hatinya atau pikirannya bahwa mungkin itu salah paham, kau lihat kan isi grup itu semua langsung menjelekkan ku tidak ada satu pun yang berfikir positif sedikit saja tentangku di grup itu." Ucapku.


" Jadi kami kau anggap apa Jo, Arumi dan teman-temannya, aku dan lainnya tidak ada yang menjelekkan mu bahkan Arumi memberitahukan padamu baru dia ambil kesimpulan tentang kejadian ini." Jawab Irene.


Aku terdiam dan kemudian menatap Irene, ya Irene benar aku tidak melihat teman-temanku yang masih membelaku aku hanya fokus pada mereka yang membenciku. Aku langsung memeluk Irene.


" Maafkan aku Irene.." Ucapku dengan wajah memelas.


Irene mengusap wajahku.


" Jangan tunjukkan wajahmu yang seperti itu dan menyingkir dariku kau membuatku geli Joana." Jawab Irene.


" Tapi maafkan aku dulu.." Ucapku kembali.


" Iya iya, sana.." Jawab Irene.


Kami berdua tersenyum bersama, tanpa terasa aku dan Irene sudah sampai di rumah ibu kos Arumi yang satu desa dengan kami yaitu rumah pak Kodir dan Ibu Bety.


To be continue.

__ADS_1


__ADS_2