
Tasya, Irene dan Ruth melihat bersama-sama isi kotak itu, sementara aku mengambil piring dan pisau, Anggi menyiapkan teh hangat untuk kami semua.
Alex dan Jonathan hanya duduk sambil berbicara.
"Gimana kata kakek??" tanya Jonathan.
"Kakek gak bilang apa-apa, langsung kasih gelang untukku dan cincin permata untuk Joana." Jawab Alex.
"Semoga setelah ini gak ada apa-apa ya." Ucap Jonathan.
"Yah semoga." Ucap Alex.
Namun ada yang aneh pada diriku, sejak aku memakai cincin dari kakek Alex sampainya aku di rumah ini, aku jadi merasa aku selalu dalam keramaian, rasanya telingaku panas sesekali dan jari-jari sampai telapak tanganku terasa gatal dan panas.
Aku mencoba mengabaikannya, mungkin karena aku belum mandi sore pikirku, karena kami sampai di rumah hari sudah hampir gelap.
Kami semua berkumpul di ruang tengah, kecuali Anggi dan Tasya karena sedang sholat magrib. Kami berkumpul sambil minum teh dan makan bolu yang aku dan Alex bawa, entah kenapa tanganku semakin terasa gatal. Aku berulang kali menggaruknya dan ingin melepaskan cincin itu, tanpa sadar aku hampir melepaskan cincin itu namun di tegur oleh Alex.
"Jo mau ngapain lepas cincin??" tanya Alex.
"Tanganku gatal dan panas Lex." Jawabku.
"Ingat apa yang di bilang kakek padamu??" tanya Alex.
Seketika aku mengingat kata-kata kakek, dan bergumam dalam hati.
"Ah ini yang di maksud kakek." Batinku.
Aku berhenti menggaruk tanganku, jika terus ku garuk aku hanya akan memperparah rasanya pikirku. Jadi ku coba tahan dan abaikan dengan menggenggam gelas yang berisi teh panas untuk mengurangi gatalnya. Walaupun sama aja tapi aku tetap mencoba menggenggam gelas tersebut.
Alex yang melihatku mencoba menahannya, langsung berdiri dan duduk di sampingku.
"Mana tanganmu sini biar ku lihat." Ucap Alex.
__ADS_1
Aku mengulurkan tanganku ke Alex. Alex langsung menggenggam tanganku dengan erat, aneh tapi aku merasa gatal dan panasnya lama-lama berkurang dan hilang.
"Apa karena gelang yang di pakainya." Batinku.
"Sudah berkurang kan??" tanya Alex.
"Sudah." Jawabku.
"Kita harus terus seperti ini loh supaya tanganmu gak gatal lagi.." Ucap Alex sambil tersenyum.
"Modus.." Ucap Jonathan.
Seketika kami semua tertawa. Setelah gatalnya menghilang, Alex melepaskan tanganku tapi tetap duduk di sampingku. Tasya dan Anggi datang dan duduk bersama kami.
"Jo tadi pagi kok gak bangunin kita sih mau pergi??" tanya Tasya sambil mengambil sepotong bolu untuk dia makan.
"Aku udah bangunin Irene, dianya gk bangun. Yaudah jadinya kalian juga gak aku bangunkan gak tega aku tuh karena kalian baru tidur." Jawabku.
"Makanya jangan bangunin Irene Jo, Irene emang gitu kalau tidur kayak kerbau." Ucap Ruth.
"Besok kita gak wawancara lagi kan??" tanya Jonathan.
"Enggak bang, kita tinggal sosialisasi dan menjalankan program kita." Jawab Ruth.
"Jadi besok hanya sosialisasi kan??" tanya Alex.
"Iya bang." Jawab Anggi.
"Syukur deh tinggal program, seminggu cukup kali ya biar kita langsung selesai aja PKL di sini." Ucap Alex.
"Cukup asal kita kerja terus dari pagi sampe sore biar cepat selesai." Jawab Jonathan.
"Gakpapa deh capek seminggu yang penting cepat keluar dari sini." Ucap Tasya.
__ADS_1
"Iya benar Sya." Ucapku.
Setelah hening setengah jam, Alex berkata.
"Kalian gak lapar, belum makan malam kan??" tanya Alex.
"Lapar sih." jawab Irene.
"Yaudah sini biar aku beli, aku mau keluar sekalian nih." Ucap Alex.
"Kami list di grup aja ya bang Lex." Ucap Anggi.
"Iya.." Jawab Alex.
Alex menatapku yang sedang main handphone.
"Liat apa sih kamu tuh di handphone serius amat." Ucap Alex spontan.
"Gak liat apa-apa, cuma baca novel." Jawabku.
"Kalau gitu temani aku dulu beli makanan." Ucap Alex sambil mengelus belakang kepalaku.
"Yaudah ayok." Jawabku.
Mereka semua melihat ke arahku dan Alex. Aku yang sadar akan tatapan aneh mereka tidak kepikiran dengan tindakan Alex yang ternyata sudah berubah drastis memperlakukanku.
Aku dan Alex pun pergi naik mobil Alex untuk membeli makanan yang sudah di pesan teman-teman di grup chatting kami.
"Sayang, liat gak tadi tatapan teman-teman ke aku kok beda ya." Ucapku pada Alex.
"Mungkin mereka sudah sadar perubahan sikap kita." Jawab Alex.
Aku terdiam dan berpikir, mana mungkin mereka langsung tau dalam beberapa jam, pikirku.
__ADS_1
To be continue.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan like, komen, share, dan tambahkan ke favorit teman-teman ya❤️❤️.