Teror 45 Hari Di PKL

Teror 45 Hari Di PKL
Episode 58


__ADS_3

Jam 6 pagi aku sudah terbangun, sebenarnya aku takut tidur jadi aku hanya memejamkan mataku agar tidak terasa terlalu berat. Aku membalikan badanku ke arah dimana Alex dan Jonathan tidur. Ku lihat Alex tertidur pas sekali wajahnya mengarah ke arahku.


Ku lihat matanya dan berkata dalam hatiku.


"Wajah sehangat ini kenapa dipakai oleh setan sih untuk mengelabuiku." Batinku.


Aku memejamkan mataku sebentar, ku dengar suara Alex membangunkan Jonathan.


"Jonathan bangun, ayo pindah ke kamar aku mau bersiap. Biar Joana bisa bersiap di kamar, sebentar lagi aku dan dia mau pergi ke rumah kakek." Ucap Alex.


"Hmm iya, sebentar kasih aku waktu 5 menit." Jawab Jonathan.


"iya.." Ucap Alex.


"Duluan aja sana mandi, nanti aku nyusul ke kamar." Ucap Jonathan.


"Yaudah kalau gitu." Jawab Alex.


Ku dengar suara langkah kaki, sepertinya Alex keluar dari kamar. Tak lama ku dengar suara langkah kaki kembali, sepertinya Jonathan keluar dari kamar.


Aku membuka mataku, ku bangunkan Irene.


"Ren, bangun..Ren.. temani aku mandi." Ucapku.


Irene tidak bergerak, sepertinya dia sangat kelelahan. Ku beranikan diriku untuk mandi sendirian, ku ambil peralatan mandiku. Aku keluar dari kamar dan berpapasan dengan Alex yang baru selesai mandi namun kali ini dia memakai baju kaos.


"Mau mandi??" tanya Alex.


"Iya Lex.." Jawabku.


"Sendiri??" tanyanya kembali.


"Iya, Irene gak bangun aku bangunin." Jawabku.


"Mau ku temani??" tanya Alex.


Aku yang kaget spontan menyilangkan tanganku ke dadaku. Ku tatap tajam Alex, dia pun menatapku.


"Kenapa gitu??" tanya Alex kembali.


Aku hanya menatap Alex dan menyipitkan mataku.


"Oh aku paham, otak mu kotor ya. Maksudku aku tidak temani kau di kamar mandi, tapi aku tunggu kau di luar kamar mandi, aku menunggumu di depan kamar mandi Joana bukan sama-sama di kamar mandi." Ucap Alex sambil menarik hidung mancungku.

__ADS_1


"A-aa sakit tau." Ucapku sambil mengelus hidungku.


"Makanya ngomong nya yang jelas dong Lex, yaudah tunggu aku di luar ya, aku takut." Ucapku.


"Dasar pikiranmu aja yang sedang gak bagus, masih terbayang-bayang ya mimpimu." Ucap Alex menggodaku.


"Apaan sih, enggak tau." Jawabku sambil masuk ke kamar mandi.


Alex Tertawa, sambil menungguku di depan pintu. Ku percepat mandiku agar Alex tidak terlalu lama menunggu. 15 menit aku pun selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi.


"Lama banget sih mandinya." Ucap Alex.


"Itu udah paling cepat Lex." Jawabku.


"Aku aja gk selama itu mandi." Ucap Alex.


"Beda dong, aku mandi beneran kau kan tidak." Jawabku.


"Dasar bocil.." Ucap Alex.


Aku tersenyum.


Setelah aku bersiap-siap, teman-temanku belum ada yang bangun. Yang sudah bangun hanya aku, Alex dan Jonathan. Aku dan Alex selesai bersiap pukul 7.15 wib.


"Hati-hati kalian di jalan, jangan terlalu malam sampe rumah ya bro." Ucap Jonathan sambil menepuk pundak Alex.


"Siap bro." Jawab Alex.


"Bang, kita pergi dulu ya." Ucapku.


"Iya, hati-hati Jo." Jawab Jonathan.


Aku dan Alex pun pergi ke rumah kakek Alex. Di perjalanan Alex menelepon pakdenya, memberitahu pakde bahwa kami sedang dalam perjalanan menuju rumah kakek. Di perjalanan aku bertanya.


"Lex, berapa jam dari sini ke rumah kakek??" tanyaku.


"Hanya 2 jam saja Jo, tidak terlalu jauh." Jawab Alex.


"Syukurlah kalau gitu." u,capku.


Aku duduk memang sedikit agak jauh dari Alex, canggung rasanya duduk terlalu dekat dengannya.


"Jo, jangan terlalu ke belakang ya, ntar jatuh. Pegang jaketku erat, soalnya motor seperti ini licin dan datar tempat duduknya." Ucap Alex.

__ADS_1


"Iya.." Jawabku sambil ku tarik jaket Alex dan ku genggam kencang.


Aku berdoa dalam hati.


"Tuhan, semoga tidak hujan." Batinku.


Selama di perjalanan aku dan Alex tidak terlalu banyak bicara, hanya sekedarnya saja.


Sudah 1 jam kami di perjalanan, aku mulai kelelahan dan mengantuk, ingin sekali rasanya bersandar tapi aku takut Alex jadi risih denganku.


"Jo, gak lapar??" tanya Alex.


"Lapar, sedikit." Jawabku.


"Kita makan dulu ya, aku juga udah lapar." Ucap Alex.


"Oke Lex.." Jawabku.


Kami singgah di salah satu rumah makan seafood.


"Bisa makan seafood kan??" tanya Alex.


"Bisa kok Lex." Jawabku.


Kami pun masuk ke dalam memesan makanan, Alex memesan nasi goreng seafood dan aku memesan mie goreng seafood dengan minuman yang sama, teh botol dingin.


Tidak terlalu lama menunggu, makanan kami pun datang. Kami makan dengan cepat agar tidak terlalu sore pulangnya nanti. Setelah selesai makan sebelum kami melanjutkan perjalanan Alex berkata.


"Nanti duduknya gausah terlalu jauh Jo, pinggangmu akan sakit jika terus menahan seperti itu. Jika mau bersandar, bersandar saja gakpapa. Jangan canggung di samping orang yang menyukaimu, seharusnya kau bisa bebas karena aku menyukaimu." Ucap Alex.


Aku langsung menatap Alex, dia belum pernah mengutarakan hal itu sebelumnya tapi kenapa dia dengan santai mengucapkannya. Aku jadi merinding.


"Aku tau kau tau Jo, kalau aku menyukaimu. Karena Jonathan sudah memberitahumu kan di rumah sakit, makanya aku bisa santai mengucapkannya." Ucap Alex.


"Awalnya aku gak percaya Lex, ternyata beneran ya Jonathan tidak bercanda." Ucapku.


"Dasar gak peka.." Ucap Alex.


Seketika aku pun tertawa, karena aku pernah mengucapkan kata-kata itu sebelumnya. Alex pun ikut tersenyum.


To be continue.


Terimakasih untuk semua pembaca setiaku, dukungan like, komen, share, vote, hadiah dan favorit kalian adalah semangatku ❤️.

__ADS_1


__ADS_2