
"ya sudah, sekarang kita pulang setelah itu jenguk Papa kamu di rumah sakit"ucap bibi Fida
"iya bi"jawab Anin, mereka pun meninggalkan bandara mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Robert.
dalam perjalanan pulang Indri pun tertidur dalam mobil hingga mobil terparkir di depan halaman rumah bibi Fida.
"ma biarkan saja Anin tidur,nanti Robert yang gendong,mungkin dia kelelahan habis perjalanan jauh"ucap Robert.
"baiklah kalau begitu Mama masuk duluan ya?"ucap Fida.
"oke ma!"jawab Robert
kini Robert menggendong Indri membawanya ke kamar yang sudah disiapkan sebelumnya, kamar tersebut bersebelahan dengan kamarnya.
"selamat beristirahat adikku yang manja"bisik Robert lalu mencium keningnya, setelah itu ia pun kembali ke kamarnya
tak berselang lama Anin pun bangun dengan linglung,
"perasaan tadi aku di mobil bibi dan kak Robert?, kenapa aku bisa di dalam kamar?"ucap Anin bingungkini dia membersihkan diri kemudian keluar kamar,dia melihat bibi Fida dan Robert sedang di ruang tamu
"eh.. sayang, kamu udah bangun?sini duduk sama"ajak bibi Fida
"iya bi"ucap Indri
"Anin,mau makan siang di rumah pa di luar sekalian jenguk papa kamu?"tanya Robert
"gimana kalau makan di luar aja Kak?"tanya Anin ragu
"baiklah ma sebaik nya kita makan siang di luar aja,sekalian jenguk om Frans"ucap Robert
ya sudah ayo kita siap-siap,terus berangkat?"ajak bibi Fida
"bibi,Kaka,terima kasih ya sudah ngerawat aku dan papa?"ucap Anin menunduk
bibi Fida memegang dagu Anin kemudian mengangkatnya,dan kemudian Anin pun menatap netra sang bibi
"dengar kan bibi sayang,kamu keponakan Tante satu-satunya,bibi wajib melindungi kamu setelah keluarga mu,jadi mulai sekarang jangan berterima kasih lagi oke!!"ucap bibi Fida
"benar Anin,yang di katakan mama itu benar ada nya,mulai sekarang,aku ini mama ku,juga mama mu,Kaka janji akan selalu menjaga kamu dan papa kamu dari om Ramon"ucap Robert menimpali dan menghampiri Anin dan sang mama.
"aku gak tau kalau tidak ada bibi dan Kaka"ucap Anin sesenggukan
"ya sudah jangan nangis lagi,sekarang kamu siap-siap dan kita berangkat kerumah sakit"ucap Robert
"baik kak,bi,Anin kekamar dulu?"ucap Anin berlalu pergi
"Robert mama mau bicara soal Ramon,dia memaksa adikmu untuk mengalihkan semua aset keluarga om Frans"ucap bibi Fida
"iya ma,aku sudah mendengar semua nya dari kolega- kolega ku,dan orang kepercayaan Robert ma"ucap Robert tegas
__ADS_1
"terus kamu bagaimana?"tanya bibi Fida
"ma itu kita pikirkan nanti ya,sekarang kita fokus pada kesehatan Anin dan om Frans dulu"ucap Robert
"baiklah nak,kalau begitu Mama ambil tas dulu di kamar ya?"ucap bibi Fida berlalu pergi.
kini Robert di tinggalkan oleh wanita-wanita nya untuk bersiap-siap,dan dia kini berada di ruang tamu
"Ramon, lihat apa yang akan aku lakukan dengan perusahaan mu, kau membuat keponakanku terlunta-lunta!!"geram Robert terhadap Ramon Abraham.
lamunan Robert buyar dengan kehadiran Anin
"kak, mana bibi?"tanya Anin
"kok masih bibi manggilnya, kan disuruh manggil Mama?"ucap Rober wet mengingatkan ponakannya
"hehehe.. maaf lupa"ucap Anin cengengesan.
"itu mama Fida kak udah turun,ayo kita berangkat"ucap Anin menggelayut manja pada sang Kaka
Robert melihat tingkah Anin yang manja,dia pun tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Anin
"ish..Kaka,kan jadi berantakan!!"ucap Anin manyun
"sudah-sudah ayo berangkat"ucap mama Fida
"kamu mau makan apa Nin?"tanya Robert
"kalau Anin sih suka makan di warteg kak,soal nya kalau di warteg itu rasanya bisa gimana gitu!!"ucap Anin membasahi bibir nya dengan lidah.
"dasar kamu itu,gak ada yang berubah sedari kecil,selalu saja makan jajan pinggiran jalan!"ucap
"sebenarnya kali mama tau pasti di larang,yang sering aku ngumpet"ucap Anin sedih "Anin nyesel selalu bantah mama"ucap nya meneteskan air mata.
"sayang sekarang ada mama Fida,jadi jangan sedih lagi ya?biar mama Felis bahagia di sana,tapi kalau kamu sedih pasti mama mu akan ikut sedih juga"ucap Mama Fida pada Anin
"ya bener Nin,apa yang di katakan oleh mama itu ada benar nya"ucap Robert."ayo turun kita makan siang dulu"ucap nya lagi.
Kini mereka sudah memesan makanan masing-masing,kini mereka sedang bersenda gurau,hingga kedatangan tamu yang tak di undang
"selamat siang tuan Albino"ucap Azam dan sang sekertaris.
"siang tuan Azam"ucap Robert
"kebetulan sekali ya kita ketemu di sini?,hallo nona senang bertemu dengan mu lagi,apa jangan-jangan kita jodoh"ucap Azam ngebanyol
"tentu nya saya yang malas bertemu dengan anda"ucap Anin jengah
"siang Tante"sapa Azam,tanpa menghiraukan jawaban Anin
__ADS_1
"siang nak"jawab mama Fida
kini makanan mereka telah tiba.
"kalau begitu saya permisi Tante,noman cantik,dan tuan Albino"ucap Azam handak pergi
"kenapa tidak makan bersama saja nak"ajak mama Fida.
"sepertinya tuan Azam,sedang terburu-buru ma"ucap Anin "iyakan tuan Azam"tanya nya pada Azam
"i..iya,mungkin lain waktu saja Tante saya yang akan traktir,"ucap Azam
"oh terima kasih tuan Azam kami masih sanggup bayar"ucap Anin ketus
Robert yang mendengar ucapan sang adik hanya bisa geleng-geleng dan sambil tersenyum,lain dengan mama Fida yang langsung menegur sang putri.
"sayang jangan gitu,gak baik nyela orang"bisik mama Fida karna merasa nggak enak
"gak apa-apa nak,kita makan bersama saja"ajak bibi Fida setengah memaksa karna merasa tidak enak.
"baik lah kalau begitu"ucap Azam ikut duduk berhadapan dengan Anin yang cuek
mereka makanan yang sudah di pesan sambil tanya jawab,Anin yang hanya mendengarkan meras jengah karna ada nya azam.tiga puluh menit berlalu akhir nya makan siang pun berlalu
"kalau begitu kami permisi pak Azam,lain kali kita sambung lagi acara mengobrol nya"ucap Robert sopan
"baik tuan Albino,dan terima kasih untuk makan sing nya"ucap Azam yang melirik kearah Anin
kini Anin,Robert dan mama Fida pergi ke rumah sakit mengunjungi papa Frans.
"selamat siang tuan Albino?,ada yang bisa di bantu tuan"tanya resepsionis
"siang"jawab Robert tersenyum ramah "saya mau tanya kamar rawat inap tuan Frans Handoko?"tanya Robert
"sebentar tuan saya periksa dulu"ucap resepsionis tersebut
tak berselang lama resepsionis tersebut memberikan no kamar pasien
"pasien atas nama tuan Frans Handoko berada di ruang Flamboyan no 2,ruangan VVIP"jelas resepsionis
"baik terima kasih kalau begitu"ucap Robert berlalu ke kamar Frans Handoko
***maaf ya readers aku jarang up untuk akhir-akhir ini,
tapi tetep jangan lupa like komen dan vote ya
i love you all
by:Agus indrawati***
__ADS_1