
"kamu selalu saja begini,apakah sudah di obati,atau mau kerumah sakit?"tanya nya yang masih khawatir.
"Kak,aku nggak apa-apa,ini hanya luka kecil,lagian sudah di olesi salep sama kak Aksa"ucap Anin.
"Ya sudah kamu istirahat aja dulu"ucap Robert.
"He'em"jawab Anin mengangguk.
"Sa,ada yang ingin aku sampaikan ke kamu,kita bicara di ruang kerja ku saja"ucap Robert.
"Baik,tapi setelah Anin selesai makan siang,karna tadi kami melewatkan nya"ucap Aksa.
"Baiklah kalau begitu,aku ke kamar dulu"ucap Robert. "Dan kamu Anin,jangan mengerjakan apapun lagi ok,suruh bibi saja kalau mau apa-apa"pesan Robert pada Anin.
Beberapa menit telah berlalu,Anin dan Aksa selesai makan siang yang terlewat kan.
"Kaka antar ke kamar,setelah itu Kaka ada pekerjaan yang harus kakak kerjakan dengan kakamu"ucap Aksa yang di angguk i oleh Anin.
"Kak,apa yang kamu rahasiakan dari aku?"tanya Anin,yang sedari tadi melihat gelagat suami yang sudah tidak tenang ketika di meja makan,tepat nya setelah kedatangan kak Robert.
"Hah...Kaka tidak merahasiakan apapun sayang"ucap Aksa yang jelas-jelas berbohong.
"Kaka jangan berbohong,aku tau Kaka tidak jujur sama aku"ucap Anin. "Sebaik nya kaka temuin kak Robert,kalau sudah selesai urusan nya,aku harap setelah kamu kembali,kamu bisa mengatakan pada ku,apa yang kau sembunyikan dari ku kak"ucap Anin.
"Beneran sayang Kaka tidak ada bohong sama kamu,hanya saja Kaka masih butuh waktu untuk mengatakan pada mu"ucap Aksa.
__ADS_1
"Aku tak mau mendengar,sekarang pergilah,kak Robert menunggumu"pinta Anin dengan dingin.
Terpaksa Aksa meninggalkan istri nya untuk istirahat sejenak,dan dia bergegas pergi,sebelum nya ia meninggalkan jejak sayang dengan mencium pucuk kepala Anin.
"Kaka keruangan kerja Robert dulu sayang"pamit nya.
......................
'ceklek'
Suara pintu di buka dari luar dan masuklah aksa.belum sempat duduk dia bertanya lebih dulu.
"Apa yang terjadi,dan bagaimana penyusuran nya tentang perempuan itu?"tanya Aksa yang ketar-ketir.
"Sabar dong Sa,duduk dulu Napa,kamu kenapa tegang banget?"tanya Robert.
"Oh begitu,ya tinggal jelasin aja,apa susah nya sih Sa"ucap Robert enteng.
"Hah.... maksudmu supaya aku di tinggal sama adikmu itu,jika aku bercerita tentang foto itu,sebelum menemukan bukti nya"ucap Aksa kesal.
"Tenang saja,semua bukti sudah aku kantongi,sebaik nya kau temui istrimu setelah selesai aku bicara"ucap Robert.
"Katakan lah,bagaimana?"pinta Aksa.
"Ternyata foto tentang kamu itu, memang benar bahwa kamu di jebak oleh perempuan itu"ucap Robert.
__ADS_1
..."Flashback on"...
"*Lau,Aksa sekarang lagi menghadiri pesta ulang tahun sahabat nya,memang nya kamu tidak di kabari"ucap teman Lauren.
"Aku di kabari,tapi kenapa Aksa tidak menelfon ku,atau mengajak ku,apa dia masih marah sama aku, gara-gara aku ingin keluar negri ya"ucap Lauren.
"Ya sudah kamu buruan datang kesini,acaranya juga sebentar lagi di mulai"ucap teman nya tersebut.
"Iya ini aku masih di jalan,sebentar lagi aku sampai"ucap Lauren.
Sambungan telfon pun terputus.
"Pak tolong berhenti di depan ya pak,aku mau beli sesuatu dulu"ucap Lauren.
Setelah mobil terparkir dengan sempurna,dia menjejakkan kaki nya di sebuah toko.dan setelah mendapatkan apa yang ia cari,akhir nya melanjutkan perjalanan nya.
Tak memakan waktu lama,lima belas menit kemudian dia sampai.
"Sa,itu Lauren kan?"tanya Azam.
"Ya"jawab nya datar.
"Kamu ada masalah dengan nya,apa kalian bertengkar?"tanya Tomi.
"Tidak,hanya saja dia terlalu keras kepala"ucap Aksa.
__ADS_1
"Maksudmu?tanya Farel*.