
"Vi,setelah ini apakah masih ada jadwal lain lagi?"tanya Veronika selesai pemotretan
"seperti nya tidak ada,sebaik nya kita pulang dan beristirahat,soal nya besok jadwal kamu fashion show busana yang akan di selenggarakan di gedung Zamrud Corp's,stelah itu syuting iklan produk baru yang hari ini kamu lakukan pemotretan"ucap Vivi
"baik lah,stelah ini kau pulang saja duluan,aku akan bertemu dengan teman ku dulu setelah itu aku baru pulang?"ucap Vero
"baiklah kalau begitu aku berberes dulu"ucap Vivi mulai membereskan alat makeup dll.
kini saat nya untuk Veronika pergi menemui salah satu produser iklan,di club's Rolex
"hallo bang jeri"sapa Vero setelah melihat jeri yang sedang minum sampanye
"hai kamu sudah datang?"tanya jeri apakah kamu sendiri?"ucap nya lagi
"hemm..tentu saja aku sendiri,memang harus dengan siapa lagi?"ucap Vero Som polos
tanpa di sadari oleh Vero,ada senyuman menyeringai dari jeri "ayo silahkan minum,aku yang traktir untuk hari ini"ucap jeri.
"he,,,bukan nya kebalik bang,harusnya aku yang traktir kamu,karna tanpa bantuan kamu,tidak mungkin aku mendapatkan semua ini sampai saat ini"ucap Vero
"sudah lah gak apa-apa,lain kali kamu yang harus traktir aku bagaimana?"tanya jeri
"baiklah,Oya bang aku ketoilet dulu ya?"pamit Vero yang di angguk i oleh jeri
kini jeri mengeluarkan obat kemudian memasukan ke minuman Vero,tidak lama kemudian Vero kembali
"kalau begitu ayo bersulang "cheers"seruan jeri dan Vero bersamaan.
mereka berdua asyik mengobrol,beberapa menit kemudian Vero merasakan panas di dalam tubuh nya,seperti ada yang bergelenjar di dalam aliran darah nya.
melihat perubahan Vero akhirnya jeri pura pura khawatir "apa yang terjadi Vero?"tanya jeri
"aku juga tidak tau bang--akh panas"ucap Vero
dengan sigap jeri membawa Vero kekamar yang ada di ruangan VVIP di club's itu,
"bang..panas,, tolongin aku bang"rancauan Vero
kini Vero mulai melucuti pakaiannya sendiri membuat jeri menelan Saliva nya nya sendiri
"tak pernah ku sangka aku akan mendapatkan tubuhmu yang seksi itu Vero,aku mendambamu semenjak pertama kali bertemu"gumam jeri
__ADS_1
jeri mendekati Vero,dengan rakus Vero ******* habis bibir jeri,tanpa bisa di tahan kini keduanya saling membelit satu sama lain,hingga terjadilah permainan gila yang di lakukan eh jeri dan Vero,ketika jeri memasuki inti dari tubuh Vero,terasa sulit karna itu baru pertama kali nya Vero melakukanya"akhhhhhh.."teriak Vero mencengkeram seprai,
tercetak jelas noda darah yang tertera di atas seprai tersebut
"apakah sakit"ucap jeri lembut"tenang sayang aku akan pelan-pelan"ucap nya lagi
Vero yang tersadar akibat rasa sakit yang di rasakan nya ingin memberontak,tapi jeri menahan pinggangnya yang ramping itu,memulai aktifitasnya perlahan-lahan tapi pasti,,,,sudah ya author gak sanggup nerusinyaðŸ¤ðŸ¤,takut khilaf,jangan menghayal ya,yang punya pasangan merapat,bagi yang jomblo jangan ngiler 🤤🤤yeeeee..😂😂😂
hingga pagi menyapa kini Anindita sudah lebih baik,dia ingin berjalan-jalan ke taman dengan di temani bibi Fida,
"bibi biar Anin jalan saja"ucap Anin
"tidak sayang,ayo bibi yang dorong sampai taman,"ucap bibi Fida
"bibi..!!,apakah sore nanti kita jadi pulang kerumah bibi?"tanya Anin
"kenapa?"tanya bibi Fida "apa kamu berubah pikiran?"tanya nya lagi
"ti..tidak bi,hanya saja..ah sudah lah,mungkin hanya perasaan ku saja"ucap nya ragu-ragu
sudah hampir satu jam penuh Anindita dan bibi Fida di taman rumah sakit,
"ayo bi"ucap Anin
tak berselang lama Ramon dan pengacaranya datang
"gimana kabarmu nak"ucap Ramon berbasa-basi
"tidak usah sok baik"ucap Fida ketus
Indri yang bingung siapa orang yang ada di ruangan nya,apa
"bibi ini siapa?"tanya Anin
"wah..wah,ternyata keponakan ku melupakan siapa orang yang ada di depan nya ini"ucap Ramon yang pura-pura tidak tau kalau Anin lupa ingatan "perkenalkan ini paman kamu yang akan melanjutkan perusahaan ayahmu"ucap Ramon dengan bangga
"oh jadi ini suami bibi ku yang baik itu,sayang sekali bibi ku mendapatkan suami yang serakah"ucap Indri menatap tajam paman nya
"kurang ajar..!!teriak Ramon hendak menampar pipi Anin,tapi ada tangan seseorang yang menahan nya
"tuan apakah anda tidak malu memukul seorang perempuan"ucap orang itu
__ADS_1
Anin membuka mata nya,melihat ada seorang yang ia kenal "kak Farel..!!"ucap Indri kaget
"apakah aku mengenalmu?"tanya Farel
"tidak kak hanya saja saya tau Kaka waktu ada kunjungan di kampus pelita tahun kemarin,aku salah satu di antara mahasiswi di sana"ucap indri
"oh begitu"ucap Farel,sebenar nya dia tidak mengenal Anin sama sekali,dia melihat wajah Anin baru pertama kali,siapa sangka hadis cantik di depan nya ini ternyata mengenali nya.
"hei,anak muda,,,!"ucap Ramon lantang"ada urusan apa kau denganku"ucap nya lagi
"wah sayang sekali tuan Ramon Abraham tidak mengenali saya"ucap Farel
"siapa sebenar nya kau?,dan ada urusan apa kau?"tanya Ramon
"maaf tuan saya terlambat"ucap Black Dark"maaf tuan saya lupa memberi tahu anda,bahwa tuan Farel Bramastyo ini asisten sekaligus sekertaris tuan Gian Aksa Abi Manyu!"ucap black dark
"apa!!"ucap Ramon terkejut "maafkan sikap saya tuan Farel"ucap Ramon gugup kra menyinggung orang kepercayaan dari (AMG Company).
"ah sudah lupakan saja"ucap Farel santai"begini maaf sebenar nya ini urusan keluarga kalian,saya tidak sengaja lewat dan mendengar akan ada penanda tangan pengalihan semua aset keluarga Handoko benar begitu?"ucap Farel
"be..benar tuan,untuk kelangsungan hidup para karyawan perusahaan ( Handoko Group Company)"ucap Ramon gugup
"sial kenapa orang dari AMG datang segala,bisa gagal tanda tangan pemindahan aset tas nama ku"ucap nya dalam hati
"kalau begitu silahkan lanjutkan, tapi ingat tuan Ramon jangan sekali-kali anda main kekerasan dengan perempuan"ucap Farel
"maaf nona,ibu,mari saya permisi"pamit Farel
"terima kasih kak/nak"ucap bibi Fida dan Indri bersamaan setelah itu Farel melenggang pergi dari kamar rawat inap Anindita
"sudah jangan banyak drama,sekarang cepat tanda tangani,semakin cepat semakin lebih baik"ucap ramon menyeringai
"ya jelas saja lebih cepat labuh baik,karna setelah itu kau pun bisa menguasai seluruh harta Frans benar begitu ramon"ucap bibi Fida
"jaga ucapan mu Fida,jika saja kau bukan..ah sudah lah tanda tangan di sini?"ucap Ramon menyerah kan sebuah file yang menyatakan bahwa surat pengalihan aset Frans Handoko telah sah menjadi milik Ramon Abraham
"mana sertifikat rumah Frans?"tanya Fida
"ini surat-surat rumah tuan Frans Handoko"ucap pengacara tersebut
setelah di periksa oleh Fida,mereka pun pergi setelah mendapat tanda tangan ahli waris Anindita Putri Handoko.
__ADS_1