
"Farel,siapkan mobil,aku akan ke rumah sakit sekarang"pinta nya.
"Apakah perlu saya antar pak?"tanya Farel.
"Tidak perlu,karna sebentar lagi ada meeting,jadi kamu tinggal di kantor,dan satu lagi,aku akan langsung pulang,tidak balik lagi ke kantor"pesan Aksa.
"Baik pak"ucap Farel menundukkan kepalanya bertanda setuju.
Aksa menggendong Anin dalam dekapan yang penuh dengan ke posesif nya.
"Mas...!!,aku bisa jalan sendiri,tak perlu di gendong"ucap Anin merajuk.
"Sudah diam saja,aku nggak mau,kamu kenapa-kenapa?"ucap Aksa.
"Mas,aku hamil loh,bukan sakit,jadi aku masih bisa jalan pelan-pelan,oke?"ucap Anin meyakinkan suami nya.
"Baiklah,tapi harus pelan-pelan ya?"ucap Aksa seraya menurunkan tubuh istri nya bak persolin yang tak boleh lecet sedikit pun.
Saat beriringan di kubikel karyawan,mereka berdua menjadi pusat perhatian karyawan di sana dan bertanya-tanya siapa wanita cantik yang sedang berjalan denga CEO tampan mereka.
"Lihat-lihat pak Aksa jalan dengan siapa ya?"bisik-bisik karyawan.
__ADS_1
"Iya dia itu adik nya pak Aksa?"bisik yang lain menimpali.
"Mana mungkin adik pak Aksa,perlakuan nya saja mesra gitu"karyawan lain menimpali lagi.
"Iya bener masa kalau cuma adik se mesra itu?"ucap karyawan lagi.
Melihat tatapan mata para karyawan,Anin merasa tak nyaman,dan akhir nya Aksa pun mengumumkan pernikahan nya itu,karna melihat tak nyaman sang istri.
"Dengar kan semua nya"ucap Aksa lantang.
"Wanita yang berada di samping saya ini,dia adalah istri ku sekaligus ibu dari anak-anak ku,jadi jangan ada yang membuat istriku tak nyaman,mengerti!!"ucap Aksa tegas.
"Mengerti pak"jawab karyawan serempak.
"Hemmmm,tidak masalah kan jika mengenalkan diri?"tanya Anin kembali.
"Tentu saja tidak sayang"ucap Aksa tersenyum dan mengelus kepala Anin dengan sayang.
"Pak,so sweet banget sih pak,jadi ngiri lihat nya!!"celetuk karyawan yang memang sedikit bar-bar.
Suara karyawan serempak menertawakan karyawan yang nyeletuk tadi.
__ADS_1
"Sudah-sudah,istriku akan memperkenalkan diri nya.
"Perkenalkan nama ku Anindita Putri Handoko,istri dari pak Gian Aksa Abi Manyu,senang berkenalan dengan kalian semua"ucap Anin tersenyum lembut.
"Wah...manis banget senyum nya"ucap karyawan cowok,dan membuat Aksa menatap tajam.
Anin tersenyum malu,mendengar suara karyawan cowok tadi.
"Sudah-sudah,perkenalan nya cukup,kalian akan sering bertemu istri ku,jadi jangan ada yang macam-macam,mengerti!!"ucap Aksa menekan kan.
"Mengerti pak"ucap karyawan.
"Baiklah kalau begitu,kembali lah bekerja,jika masih ingin bekerja di perusahaan ini?"ucap Aksa tegas dan menggandeng tangan Anin meninggalkan karyawan dengan bisik-bisik tetangga nya,hingga mereka hilang di balik lift khusus untuk para pejabat tinggi di perusahaan.
"Mas,aku akan tinggal dengan mama dan kak Robert,karna papa memutuskan untuk kembali ke kota M,di mana mama di makamkan"ucap Anin.
"Tapi kamu sedang hamil sayang,aku takut kamu kenapa-napa?"ucap Aksa. "sebaik nya kamu cuti saja,bagaimana?"tanya nya lagi.
"Tadi mas sendiri yang memintaku,untuk menyelesaikan skripsi dan kuliah ku yang tinggal beberapa bulan lagi"ucap Anin.
"Tapi aku yang nggak mau kamu jauh dari aku sayang,aku ingin selalu siaga di samping kamu,ketika kamu membutuhkan apapun yang kamu perlukan"ucap Aksa.
__ADS_1
"please...aku janji setelah wisuda,aku akan meluncur ke sini untuk menemui mu dan menemani mu,oke?"ucap Anin menyakinkan Aksa.