Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
Bab 71


__ADS_3

"uh...."lenguh Anin mulai mengerjapkan mata nya,dan melihat sang suami yang ada di dekat nya. "Mas,aku kenapa?"tanya Anin.


"Sayang,kamu sudah sadar"ucap Aksa bertepatan dengan dokter Fitri yang tadi di telfon oleh farel.


"Permisi tuan"ucap dokter Fitri.


"Kenapa lama sekali Fit, istriku pingsan dari tadi"ucap Aksa kesal.


"Maaf Sa,tadi ada pasien darurat yang harus aku tangani"ucap dokter Fitri memanggil nama tanpa embel-embel tuan atau pak.


"Ckckc...alsan saja kau ini,cepat periksa istri ku,cepat!!"perintah Aksa.


Sesaat setelah pemeriksaan,dokter Fitri pun tersenyum,membuat Aksa geram.


"Apa yang kau lakukan,kenapa senyum-senyum,ketika melihat istri tak berdaya,hah!!"bentak Aksa.


"Mas,kenapa marah-marah,dengarkan dulu penjelasan dokter Fitri,kau membuat nya takut saja"ucap Anin lembut.


Seketika raut wajah Aksa pun berubah ketika berhadapan dengan sang istri.


"Dasar bucin,baru gitu aja sudah berubah,dasar!!"gumam dokter Fitri geleng-geleng.


"Dok,ada apa dengan ku,kenapa aku pingsan?"tanya Anin lembut.


"Kapan terakhir anda haid nona?"tanya dokter Fitri.


"Satu bulan lalu,dan seharus nya...!!"ucap nya terhenti dan menutup mulut nya menatap tak percaya pada dokter,menyadari sesuatu Anin pun berkaca-kaca membuat Aksa panik.

__ADS_1


"Sayang,apa yang terjadi?"tanya Aksa,dan melihat kearah dokter. "Jelaskan Fit?"ucap nya lagi.


"Begini Sa,saat ini kemungkinan besar istrimu sedang hamil,dan untuk....!!"ucapan dokter Fitri terpotong.


"Apa??,hamil?"tanya Aksa terkejut.


Dan sesaat kemudian dia memeluk istri nya dan memberikan ciuman bertubi-tubi.


'cup'


'cup'


'cup'...


"Mas...!!,hentikan!!"ucap Anin memberontak.


"Aksa,aku belum selesai berbicara,kau selalu saja memotong omongan ku"ucap dokter Fitri kesal.


"Apa lagi yang mau kamu jelaskan,bukan kah sudah jelas,kalau istriku hamil"ucap Aksa enteng.


"Hah...kau selalu saja begitu,istrimu kemungkinan hamil,sebaik nya kamu periksa langsung kerumah sakit,konsultasi dengan dokter kandungan hanya untuk memastikan saja"ucap dokter Fitri.


"Apakah ada rekomendasi dokter kandungan yang terbaik di rumah sakit tempatmu bekerja?"tanya Aksa.


"Ya,sebaik nya kamu langsung temui saja dokter Citra,nanti biar aku hubungi dia"ucap dokter Fitri.


"Baiklah,terima kasih,nanti biar Farel transfer ke rekening mu"ucap Aksa.

__ADS_1


"Seratus juta!!"ucap nya berkelakar.


"Apakah kau seorang rentenir berkedok dokter"ucap Aksa.


"Ya bisa di bilang,itu hanya berlaku untuk mu saja Sa"ucap dokter Fitri. "Oh ya,aku sampai lupa menanyakan,kapan kamu menikah Sa, tau-tau sudah hamil saja?"tanya nya lagi.


"Kepo sekali kau ini,sudah sana pergi,nanti aku transfer"usir Aksa.


"Cih...dasar,habis manis sepah di buang"ucap dokter Fitri.


"Memang aku tidak membutuhkan mu lagi,sudah sana pergi!!"usir Aksa.


"Nona...??"ucap dokter Fitri berfikir karna belum tau nama nya.


"Anin,dokter Fitri"ucap Anin menimpali.


"Ah....ya,senang berkenalan dengan mu"ucap dokter Fitri.


"Sama-sama dokter,maafkan ucapan suami ku tadi"ucap Anin.


"Kenapa harus minta maaf sayang,dia itu kan memang aku bayar,biarkan saja dia sakit hati,dengan kata-kata ku"ucap Aksa datar.


"Kejam sekali ucapan mu Sa"ucap dokter Fitri mendramatisir.


"Farel,siapkan mobil,aku akan ke rumah sakit sekarang"pinta nya.


"Apakah perlu saya antar pak?"tanya Farel.

__ADS_1


__ADS_2