
"Jangan bilang,kalau kau yang menolong Anin dengan nenek di lampu merah 10 tahun yang lalu Sa?"tanya Robert.
"He'em,bagaimana kamu tau?"tanya Aksa.
"Itu.."ucap Robert.
"Apa yang tidak aku tau tentang adik ku,biarpun adik ku yang nakal itu tidak akan memberi tahu ku"ucap Robert dengan tengil nya.
Aksa tak menanggapi lagi ucapan Robert.
Mereka tiba di bandara,setelah beberapa jam kini mereka sampai di kota A,dimana rumah kediaman albino,di mana di sana ada mama Fida yang sedang duduk di ruang tv sambil menonton acara berita.
"Ma.."panggil Robert.
Mama Fida menoleh ke asal suara.
"Bert,kamu baru pulang,bukanya kamu..."ucapan mama Fida terhenti setelah melihat Aksa di belakang Robert.
"***,Tante,selamat malam"sapa Aksa menyalami mama Fida,karna melihat mama Fida terlihat terkejut.
"Wa'alaikum salam Sa,bagaimana bisa kalian datang bersama?"tanya mama Fida.
"Iya Tante,tadi Robert menemui aku di kita T"ucap Aksa.
Mama Fida melihat dengan penuh pertanyaan.
"Tadi Aksa sama Robert,ada bisnis yang di Lombok,jadi memang di haruskan ketemu"ucap Robert.
"Terus kenapa Aksa ada di sini?,bukan maksud Tante tidak suka kamu ada di sini?"tanya mama Fida.
"Sebenar nya, Aksa ingin menemui Anin Tante"ucap Aksa menjelaskan.
__ADS_1
"Oh,tapi Anin barusan saja keluar sama teman nya"ucap mama Fida.
"Apa?,siapa ma?"tanya Robert khawatir.
"Sama Gilang,Dewi dan Mayang,katanya pingin ngumpul di tukang bakso langganan"ucap mama Fida.
Aksa yang memang tidak mengenal gilang,merasa hati nya bergemuruh,merasa cemburu yang berkobar-kobar.
"Robert,antar aku untuk menemui Anin"ucap Aksa.
Robert yang melihat raut wajah Aksa membuatnya ingin tertawa.
"Tenang kan dirimu kawan,itu hanya teman kuliah Anin,mereka sahabatan sudah lama,sejak Anin kecil di sini"ucap Robert.
Mendengar ucapan Robert membuat nya lega.
"Ya sudah aku antar dimana Anin berada?"ucap Robert.
"baik lah nak,nanti menginap saja di sini"perintah mama Fida.
"tapi Tante.."ucap Aksa.
"sudahlah,ayo keburu malam"potong Robert.
"Bert,selama ini apa Anin mempunyai pacar?"tanya Aksa.
"Pernah sih,tapi aku juga tidak tau siapa pacar Anin"ucap Robert,yang masih fokus mengemudi mobil nya.
"Benarkah,apakah dia masih berhubungan dengan kekasih nya?"tanya Aksa lagi.
"Lama-lama kamu kaya reporter berita ya,nanya melulu!!"ucap Robert kesal.
__ADS_1
"Ye.... aku kan hanya ingin tau soal calon istri ku"ucap Aksa.
"Mungkin Anin punya cerita yang hampir sama dengan jalan percintaan kamu"ucap Robert.
"Benarkah,berarti cwo Anin ninggalin Anin demi orang lain?"tanya Aksa.
"Oh ayolah Sa,bukan begitu juga,nanti aja Lo cari tau sendiri sama Anin"ucap Robert kembali diam,begitu pun dengan Aksa yang masih persitegang dengan pikiran nya.
Tak lama kemudian mereka berdua sampai di kedai bakso langganan pak Dudung.
"Aku ke toilet dulu,kamu kesana saja dulu"ucap Aksa.
"Jangan lama-lama"ucap Robert.
"Ok.."jawab Aksa berlalu pergi.
"Selamat malam"sapa Robert.
'deg'....
Mendengar suara lelaki itu,Dewi tau siapa dia.
"Malam kak"jawab Gilang dan Mayang,sedang kan Dewi menunduk karna malu.
"Kaka,bagaimana kaka bisa di sini?tanya Anin.
"Tadi Kaka..."ucap Robert
"Anin.."panggil seseorang..
'deg'.....
__ADS_1