Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 11


__ADS_3

"siang"jawab Robert tersenyum ramah "saya mau tanya kamar rawat inap tuan Frans Handoko?"tanya Robert


"sebentar tuan saya periksa dulu"ucap resepsionis tersebut


tak berselang lama resepsionis tersebut memberikan no kamar pasien


"pasien atas nama tuan Frans Handoko berada di ruang Flamboyan no 2,ruangan VVIP"jelas resepsionis


"baik terima kasih kalau begitu"ucap Robert berlalu ke kamar Frans Handoko,setiba nya Robert,Anin dan mama fida.kini Anin masuk lebih dulu.


"pa,bagaimana kabar nya hari ini,kapan papa akan bangun?,Anin sudah punya siapa-siapa kecuali papa dan keluarga mama Fida"ucap Anin menahan tangis nya.


"sayang,jangan sedih,Kasin papa kamu,biarpun papa mu dalam keadaan tidak sadar,mama yakin bahwa papa kamu bisa mendengarnya"ucap mama Fida


"mama..!!"ucap Anin tersentak dengan ucapan mama Fida


mama Fida tersenyum menanggapi Anin,dia pun mengusap punggung Anin dengan penuh kasih sayang.


"yang sabar sayang, Allah pasti mempunyai rencana yang lebih indah,maka dari itu kita harus banyak-banyak bersyukur dan berdoa dengan apa yang selama ini diberi Allah subhanahu Wa ta'ala"tukas bibi Fida


"terima kasih ma, aku sangat bersyukur masih mempunyai mama dan kak Robert"ucap syukur Anin yang memeluk pinggang Mama Fida yang sedang berdiri disampingnya.


"sama-sama sayang, mama bersyukur karena mama Felis memberikan gadis cantik dan baik seperti mu"ucap mama Fida


"ma.."panggil Robert yang baru masuk setelah bertanya tentang keadaan papa Anin di ruangan dokter Zaky.


mereka berdua menengok ke asal suara di man Robert berdiri


"apa yang sedang kalian bahas"sampai-sampai tidak ada yang menyadari kalau aku sudah berdiri di pintu dari tadi"ucap Andre berjalan mendekat.


"dari mana saja kamu,baru masuk?"tanya mama Fida ketus melihat anak semata wayang nya baru kelihatan


"maaf mama ku sayang,aku baru saja menemui dokter Zaky yang menangani om Frans"ucap Robert


"kak,apa kata dokter tentang keadaan papa"tanya Anin antusias


"Alhamdulillah,semua nya normal,jika di tangani dengan serius,insya Allah om Frans akan cepat sadar seperti sedia kala"ucap Robert.


"Alhamdulillah ya Allah,terima kasih untuk semua nya"ucap Anin bersyukur mendengar kabar yang di beritahu oleh Robert


setelah hampir setengah hari telah berlalu,kini mereka bertolak pulang ke rumah,Meraka berjalan beriringan,semua dokter dan perawat tampak hormat dengan Robert dan mama Fida.

__ADS_1


"sore tuan,nyonya?"sapa salah satu dokter rumah sakit tersebut saat berpapasan di lorong rumah sakit.


"sore dokter"jawab Robert ramah,Robert yang tau dengan tatapan Indri dia pun berbicara


"kenapa?bingung ya?,ini adalah rumah sakit keluar Albino,yang di dirikan olah almarhum ayah"ucap Robert tersenyum lembut


"ouwww,,,pantes saja,dari tadi para dokter dan perawat menunduk saat berpapasan dengan Kaka"ucap Anin manggut-manggut


"ya sudah ayo kita pulang"ucap mama Fida,mereka pun berlalu dari rumah sakit,menuju kediaman Albino.


...****************...


"Aksa kamu sudah pulang"tanya mama nya


"mama,iya ma,soal nya sudah tidak ada kerjaan lagi,Oya ma dua hari lagi,tuan Wijaya yang ada di novel author yang berjudul "ceo terjerat cinta gadis cilik" akan mengadakan resepsi pernikahan anak nya anak nya"ucap Gian mengingat kan


"benarkah?"tanya mama senang "tapi...kamu kapan Aksa menikah nya?"tanya mama Stevani


"ma.."ucap Gian mendekati sang mama "nanti kalau Gian sudah ketemu jodoh nya,pasti akan menikah"ucap Gian menenangkan sang mama


"apa kamu "ucap mama memberi tanda kutip pada sang anak


"ma jangan ngaco deh,Gian masih normal ya?"ucap Gian kesal karna mama Stevani mengira Gian itu gai.


"mama jangan berpikir yang tidak-tidak ya?ucapan Gian menyelidik.


"nggak kok sayang,ya sudah nanti sana mandi terus istirahat,nanti kalau waktu nya makan malam mama akan panggil"ucap mama Stevani


"oke...kalau begitu Gian masuk dulu ya ma"ucap Gian mencium pipi sang mama kemudian berlalu masuk ke dalam kamar.


"dasar"gumam mama Stevani geleng-geleng kepala.


"Bu tolong siapkan makan malam,satu jam lagi ya?"ucap mama Stevani


"baik nya"jawab asisten rumah tangga keluarga Abi Manyu


di kamar Gian Aksa sedang memikirkan apa yang di katakan ibu nya soal wanita,


"dimana dia,,gadis kecil yang ingin aku bahagiakan,karna kebaikan nya"gumam Gian


#flashback on#

__ADS_1


pada siang hari,ketika di mana Gian sedang dalam perjalan bisnis di kota T,dia di dalam mobil melihat anak berumur sekitar dua belas tahunan,sedang membantu nenek-nenek yang sedang di mintain duit oleh segerombolan anak remaja


"Nek,berikan uang yang ada pada nenek itu"ucap ketua geng itu


jangan nak,ini uang pertama dari hasil nenek jual kue-kue ini,jika kalian ambil bagaimana nasib nenek"ucap nenek Ijah.


"bodo amat,itu urusan nenek,kami hanya butuh uang yang ada di tangan nenek"ucap nya lagi remaja tersebut,ketika salah satu remaja hendak merebut uang yang ada di tangan sang nenek


"jangan nak..ini buat modal nenek jualan besok"ucap nenek Ijah sambil menangis


"jika nenek tidak memberikan uang itu maka aku akan mengacak-acak dagangan nenek"ucap remaja itu,


gadis yang dari tadi melihat interaksi tersebut akhirnya memberanikan diri untuk membela sang nenek


"hentikan...dasar manusia gak punya malu,berani sekali kalian dengan orang yang lebih tua,apa kalian banci"ucap gadis kecil itu


"hai,gadis ingusan,ngapain ikut campur urusanku,lebih baik kau pergi dari sini,sebelum kami membuang mu di sungai"ucap remaja itu


tanpa menghiraukan remaja itu,Anindita membangunkan nenek Ijah berdiri yang tadi sempat terjatuh akibat dorongan dari remaja tersebut,ya dia adalah Anindita "Nek,apakah nenek tidak apa-apa?"tanya nya


"tidak apa-apa nak,terima kasih,tapi kamu harus hati-hati,karna mereka ada empat orang"ucap nenek lirih


"hei...cepat berikan uang itu pada kami"ucap salah satu remaja itu mendekati Anin


kalian ingin uang kan,makanya kerja,jangan hanya mengemis sama orang yang sudah renta"ucap Anin lantang,


"dasar kurang ajar"ucap remaja itu hendak memukul Anin,tapi ada tangan kekar yang ada di di depan untuk melindunginya,dengan perlahan Anin mengangkat kepala nya dan menatap pria tampan yang ada di depan nya dengan mengerutkan kening nya,


"jangan berani-berani nya kalian mengganggu wanita ini"ucap laki-laki tampan itu,


"apa urusan nya dengan mu"ucap remaja itu


"urusan nya dengan ku,karna kalian membuat kaum laki-laki malu melihat kelakuan kalian yang mengemis dengan orang tua renta"ucap Gian,ya dia adalah Gian,(masih ingat nggak dengan Anin yang selalu bermimpi seorang lelaki yang akan membahagiakan nya).


"persetan dengan itu,hajar dia"ucap remaja itu


Gian yang sedang sibuk dengan para berandalan itu,kini Anin membantu nenek itu untuk menyingkir,


"Nek sebaik nya nenek cepat pulang dan istirahat saja,ini ada uang sedikit,buat ganti rugi kue yang di hancurin sama berandalan itu tadi"ucap Anin


"nak maaf nenek tidak bisa menerima ini"ucap nenek menolak pemberian Anin

__ADS_1


"Nek,bukan maksud Anin merendahkan nenek,tapi Anin ikhlas nolong nenek,jadi Anin mohon terima ya nek"ucap Anin lagi dengan memohon.


__ADS_2