
"Ayo bangun,setelah itu antar Kaka,ke bandara ok"perintah Aksa.
"Apa...!!"ucap Anin terkejut. "Kaka jadi pulang sekarang?"tanya Anin lesu hendak membaringkan tubuh nya kembali.
"Eitssss.....mau ngapain lagi hah?"tanya Aksa.
"Aku tidak mau mengantarmu kak"ucap Anin sedih.
"Why?"tanya Aksa.
"Aku...aku takut jika kamu tak akan pernah kembali,lebih baik aku tak melihat mu pergi,jika kau mau pulang,pulang lah"ucap Anin,beranjak memasuki kamar mandi.
Aksa tertegun mendengar apa yang di ucapkan oleh Anin.
dert...dert...
Lamunan Aksa terganggu dengan getar handphone nya yang berada di saku celana nya,
Melihat siapa nama yang menelfon tanpa menunggu lama ia mengangkat dan berjalan ke arah balkon kamar Anin.
"Ya halo..ada apa Nald?"tanya Aksa.
"Pak,apakah anda akan kembali ke sini hari ini?"tanya balik Farel.
"Rel,apakah aku bisa tidak kembali kesana saat ini?"bukan nya menjawab,malah bertanya kembali pada sang asisten sekaligus sahabat itu.
"Jangan gila Aksa,di sini kerjaan lagi setumpuk"ucap Farel dengan galak."Apa yang membuat mu seperti ini,jangan bilang kau tak ingin jauh dari wanitaku"ucap nya lagi mengintimidasi Aksa.
"Bukan,aku hanya tak ingin membuat nya merasa aku akan meninggalkan nya"ucap Aksa.
__ADS_1
"Oh...ayolah Sa,kau bisa membawa nya kemari bukan?"tanya Farel.
"Itu permasalahan nya Rel,Anin ingin menetap di sini,aku nggak bisa maksa dia untuk ikut dengan ku"ucap Aksa murung.
"Terus kamu mau lepas tanggung jawab dengan perusahaan yang ada di sini,sedang perusahaan di sini sedang butuh perhatian extra dari kita,karna ini perusahaan baru aksa?!!"ucap Farel kesal.
Hening tak ada jawaban dari Aksa,membuat Farrel tambah frustasi.
"Aksa,apakah kau masih di sana dan mendengarkan aku"tanya Farel.
"Ya,aku masih mendengarkan mu"ucap Aksa.
"Aku akan pertimbangkan semuanya dengan Anin. Setelah mendapat kesepakatan aku akan mengabarimu kembali"ucap Aksa.
"Baiklah aku akan menunggu kesepakatan kalian"ucap Farel.
Tanpa menunggu apapun lagi Aksa mematikan telfon nya sepihak.
."Kembalilah kak,aku tak mau jadi orang yang egois"ucap Anin yang mendengarkan pembicaraan Aksa dan Farel.
Aksa membalikan badan nya,melihat gadis yang beberapa Minggu ini menghuni hati nya,berdiri di depan nya yang menggunakan gaun sederhana,namun terlihat elegan di tubuh nya.
Akas menampilkan senyuman yang menawan,dan menghampiri wanita nya.
"Aku tidak akan meninggalkan mu di sini sendiri,biarkan di sana ada farel yang mengurusnya"ucap Aksa menarik Anin dalam pelukan nya dan menghadiahi ciuman di pucuk kepala nya dengan penuh kasih sayang.
"Kak,setelah aku pikir-pikir,sebaik nya Kaka selesaikan perusahaan Kaka yang berada di kota A,aku tidak ingin membuat Kaka dilema"ucap Anin yang masih memeluk erat pinggang Aksa.
"Sayang,aku mencintaimu, sungguh sangat mencintaimu"ucap Aksa mengeratkan pelukan nya.
__ADS_1
"Ya aku tau itu,tapi ratusan bahkan ribuan karyawan yang bergantung pada perusahaan itu akan menjadi beban buat aku jika terjadi apa-apa dengan perusahaan mu"ucap Ani terdengar lirih.
"Jika Kaka mencintaiku,kembalilah di mana orang membutuhkan uluran tangan mu melalui perusahaan yang sedang kau bangun,jangan kau patahkan semangat berjuang mereka untuk menghidupi keluarga yang menanti nya,Aku akan jadi manusia paling egois jika menginginkanmu tetap di sini,sedangkan masih banyak orang yang membutuhkan mu dan perusahaan mu"ucap Anin panjang lebar.
"Anin aku janji,akan datang menjemputmu dan papa Frans"ucap Aksa yang memegang kedua pundak Anin dengan serius.
"Aku akan menunggu hari itu,di mana kau akan menjemputku"ucap Anin tersenyum menyembunyikan kesedihan nya.
"Bagaimana kalau kita menikah hari ini sebelum aku kembali ke kota A"ucap Aksa.
"Apa?"ucap Anin terkejut.
"Aku serius sayang,biarkan aku akan mengurus semua nya bersama Robert"ucap Aksa mencium kening Anin dan berlalu pergi.
tak..tak..tak..
Suara langkah kaki Aksa menuju di mana Robert sudah dalam keadaan rapi.
"Apakah kau bisa meminjamkan asisten mu untuk hari ini"tanya Aksa..
"Ada apa?"tanya Robert.
"Aku akan menikahi Anin hari ini juga"ucap Aksa yang frontal.
uhuk..uhuk..
Robert tersedak kopi yang baru saja hendak tertelan di kerongkongan nya.
"Jangan ngacok kamu Sa"ucap Robert.
__ADS_1
"Aku serius Bert"ucap Aksa dengan kesungguhan nya.
"Tapi..."ucap Robert.