
"Anin jangan cepat-cepat jalan nya,kamu sedang hamil"teriak Aksa mengejar Anin.
Anin memelankan langkah kaki nya setelah Aksa berteriak.
"Jangan ulangi lagi Nin?pesan Aksa.
"Maaf mas,aku lupa"ucap Anin nyengir kuda.
"Kamu kenapa buru-buru,ini juga sudah di rumah sayang"ucap Aksa merangkul pinggang Anin dengan mesra.
"Ya Allah,kenapa kalian selalu buat mupeng aku sih"ucap Robert berjalan mendahului Aksa dan Anin.
Anin dan Aksa melihat tingkah Robert hanya terkekeh.
"Anak-anak Dady,kalian sehat-sehat ya di sini,jangan buat mommy susah ya sayang"ucap Aksa tak henti-hentinya berbicara pada jabang bayi yang ada di dalam perut istri nya.
"Kamu nggak ngerasain apa-apa kan sayang?"tanya Aksa.
"Aku baik-baik saja mas,kami nggak usah khawatir"ucap Anin menenangkan sang suami.
"Anin, Aksa,kalian sudah sampai,lah mana Kaka mu Nin?"tanya mama Fida.
"Mungkin Kaka langsung ke kamar ma"jawab Anin.
"Tumben tuh anak langsung ke kamar"ucap mama Fida heran.
"Apa kabar kalian?"tanya mama Fida.
__ADS_1
"Alhamdulillah ma,kami sehat"jawab Aksa.
"Mama dengar kamu sudah isi sayang?"tanya mama Fida.
"Iya ma, alhamdullilah Allah sudah memberikan kepercayaan pada kami"ucap Anin.
"Alhamdulillah sayang,bagaimana keadaan cucu Oma"ucap mama Fida mengelus perut rata Anin.
"Kami sehat-sehat saja Oma"jawab Anin dengan nada anak kecil.
"Kami?"tanya mama Fida mengerutkan dahi nya untuk meminta penjelasan.
"Iya ma kami,karna di sini ada dua cucu mama sekaligus"ucap Anin tersenyum.
"Kamu serius sayang?"tanya mama Fida tak percaya dan menatap ke arah sang menantu.
"Alhamdulillah ya Allah"ucap mama Fida bersyukur.
Dari arah tangga terdengar derap langkah mendekat kearah mereka di mana mereka sedang bercerita.
"Papa?"seru Anin berdiri dan memeluk sang papa.
"Sayang apa kabar putri papa yang cantik ini?"tanya papa Frans yang masih memeluk putri nya.
"Anin baik-baik saja pa,Anin punya kabar gembira buat papa"ucap Anin antusias.
"Benarkah?,apa itu nak"tanya papa Frans.
__ADS_1
"Ayo pa,kita duduk dulu"ajak Anin menuntun sang papa untuk duduk.
"Pa,apa kabar?"tanya Aksa dan menyalimi sang mertua.
"Papa baik-baik saja nak"jawab papa Frans.
"Tadi kamu mau ngasih tau kabar apa nak,sehingga membuatmu begitu bahagia?"tanya papa Frans setelah duduk dengan nyaman.
"Papa akan segera memiliki dua cucu"bisik Anin.
speechless....kalimat pertama yang menggambarkan raut wajah papa Frans.
"Masya Allah nak,papa sangat bahagia sekali"ucap papa Frans menghujani ciuman di seluruh wajah Anin dan menarik Anin masuk dalam pelukan nya.
"Andai saja mama mu masih hidup,dia akan sangat bahagia,dia ingin melihat kamu menikah,dan memiliki anak-anak yang lucu"ucap papa Frans sedih.
"Sekarang pun mama sudah bahagia pa di atas sana,mama melihat Anin sudah bahagia bersama suami dan sekarang papa juga sudah sehat"ucap Anin meneteskan air mata nya.
"Iya sayang"ucap papa Frans tersenyum menghapus air mata anak semata wayang nya.
"Sekarang berapa bulan kehamilan kamu Nin?"tanya mama Fida.
"Sekarang sudah jalan 6 Minggu ma"jawab Anin.
"Kamu harus jaga kandungan mu Nin, trimester pertama itu sangat rentan bagi ibu hamil,salah sedikit saja,bisa berakibat fatal pada janin"pesan mama Fida.
"Iya ma,Anin akan hati-hati"jawab Anin.
__ADS_1
"Aksa bawa istrimu istirahat ke kamar,dia pasti lelah"pinta mama Fida.