
"Apakah kau yakin Aksa?"tanya Lauren.
"Ya,ketika kau mengirim foto itu,saat itu juga hari kehancuran mu"ucap Aksa dingin lantas mematikan telfon nya.
Di seberang sana Lauren tengah mengamuk,lantaran Aksa sudah berani membangkang nya.
"Apa yang terjadi dengan nya?,apakah dia menemukan bukti foto itu?,tidak..tidak,ini tidak boleh terjadi, brengsek kau Aksa...!!"teriak Lauren.
'prang'......
'prang'....
'prang'.....
Semua benda yang ada di hadapan nya hancur,bahkan para pelayan tidak berani mendekat,lantaran sang majikan yang mengamuk dan mengerikan.
"Aku akan membuat mu bersujud dan memohon di kaki ku Sa,dan kau ******,tunggu apa yang akan aku lakukan pada mu nanti"ucap nya dengan tangan mengepal hingga kuku tangan nya menancap di telapak tangan nya,membuat telapak tangan Lauren memerah.
...****************...
"Sayang..!"panggil Aksa.
Tak melihat istri nya di kamar,dia pun memanggil kembali "Anin,sayang!"panggil nya lagi.
Mendengar gemericik air dalam kamar mandi,dia pun bernafas lega.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka,Anin masuk setelah membersihkan tubuh nya,ia keluar menggunakan jubah mandi lantas memerintah suami nya untuk membersihkan diri.
"Kak,kamu sudah kembali,mandilah ini sudah mau petang"ucap Anin lembut.
__ADS_1
Aksa mendekat dan memeluk sang istri dengan mengendus tubuh nya dengan wangi vanilla,sehingga memanjakan Indra penciuman Aksa.
"Kak,jangan begini,geli tau"ucap Anin meronta.
"Biarkan saja begini,sebentar saja"ucap Aksa yang masih mendusel-ndusel leher Anin dan rambut nya.
"Sayang,ada yang ingin aku katakan padamu,tapi.."ucap Aksa terpotong,mendengar notifikasi dari ponsel milik Anin.
"Sebentar kak,aku lihat pesan dulu,tadi aku sempat minta jadwal sama Gilang"ucap Anin melepaskan tangan Aksa yang melingkar di perut nya ..
"ckck...menganggu aja sih"gerutu Aksa.
"Sebaiknya Kaka mandi,setelah itu baru katakan apa uang ingin Kaka beritahu pada ku,okey"ucap Anin.
"Baiklah,tapi cium dulu"ucap Aksa menampilkan bibir nya untuk di cium Anin.
Tanpa membuat drama,Anin pun mencium bibir Aksa yang sudah di tunjukan.
"Sudah sana masuk"ucap Anin mendorong suami nya,
Setelah Aksa masuk kamar mandi,Anin menyiapkan pakaian Aksa terlebih dahulu,setelah nya, ia pun berganti pakaian,Anin memakai dress yang begitu indah berwarna cream berleher membentuk vinek dan sedikit bordiran di dada nya menambah kesan elegan.
Setelah semua nya selesai Anin mengambil handphone nya yang belum sempat ia lihat.
Dahi nya mengerut melihat nomor baru yang mengirim pesan multimedia itu.
"Nomor siapa ini,perasaan aku tidak kenal"ucap Anin lirih.
Saat tangan hendak membuka pesan tersebut,suara Aksa memanggil dari balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang..!!"panggil Aksa.
Anin meletakkan kembali handphone nya,dan menghampiri sang suami.
"Ada apa kak?"tanya Anin.
"Ambilin handuk yang baru sayang"ucap Aksa.
"Bukan nya di dalam ada handuk kak?"tanya Anin.
"Iya,tapi nggak sengaja jatuh dan basah"ucap nya.
"Baik,tunggu sebentar ya"ucap Anin berbalik kearah lemari dan mengambil handuk yang di perlukan suami nya.
'tok...tok..tok..'
"Kak buka pintu nya,ini handuk nya!"panggil Anin.
'Ceklek'...
Tangan Aksa menjulur untuk mengambil handuk dari tangan Anin.
"Terima kasih sayang"ucap Aksa.
Sesaat kemudian Aksa keluar dari kamar mandi.
"Bajuku mana sayang"ucap Aksa.
Tak ada jawaban dari Anin,melihat raut wajah Anin yang tegang dan bergetar,Aksa pun mendekat.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Anin?"tanya Aksa khawatir.