Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 82


__ADS_3

"Apa-apaan kamu brengsek,kamu pulang ke sini,tanpa mengabari kami,dasar teman durjana kau Sa!!"teriak Azam kesal.


Dengan lemah lembut,Anin menyapa Azam.


"Assalamualaikum kak,apakah sudah lupa cara mengucapkan salam?"tanya Anin.


"Wa'alaikum salam,Eh...ma..maafkan aku Nin,aku tidak tau kalau kau juga ikut suami mu ke kota ini"ucap Azam gugup.


"Ya kak,bagaimana kabar nya,lama ya tidak bertemu?"tanya Anin basa basi.


"Alhamdulillah sehat,kamu sendiri bagaimana?"tanya Azam.


Belum sempat menjawab Anin mendengar suara sang suami yang keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang telfon sayang?"tanya Aksa yang masih mengusap-usap rambut nya dengan handuk kecil di tangan nya.


"Oh..ini mas,kak Azam yang menelfon"ucap Anin beranjak dari tempat tidur dan menyerahkan ponsel nya,lalu meraih handuk yang di tangan suami nya untuk membantu mengeringkan rambut nya. Aksa menurut dan duduk di depan sang istri yang ada di tempat tidur,dan bicara dengan Azam.


"Ada apa?"tanya Aksa.


"Sialan kamu,aku sudah teriak-teriak,tau nya yang angkat istrimu,aku malu sekali"ucap Azam,membuat anin tersenyum dan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Aksa hanya mampu tersenyum tanpa menanggapi ucapan Azam.


"Hei..kenapa kau diam saja"tanya Azam kesal karna tak ada tanggapan.


"La terus aku harus ngomong apa?"tanya Aksa.


"Ah...bodo amat, lama-lama kesel juga aku nya"ucap Azam kesal sendiri.


"La kamu nelfon cuma mau marah-marah doang?"tanya Aksa lagi.


"Ya,habis nya punya sahabat bikin spaneng aja,nggak ada kabar nya,tau-tau udah nikah aja nggak ngabarin"cerocos Azam.


"Apa kamu lupa sahabat kita yang hobi nya mantengin laptop nya?"ucap Azam.


"Jangan bilang,kalau Tomi meretas cctv?"tanya Aksa.


"Ya bagaimana lagi,karna sahabat nya sudah hampir satu bulan nggak ada kabar,dan nggak kelihatan batang hidung nya"ucap Azam yang masih kesal.


"Ya...ya..ya maaf,aku lagi sibuk kulur-kilir,apa lagi ini Anin hamil,jadiau nggak mau aku harus bolak-balik ke kota T"ucap Aksa menjelaskan.


"Wah..wah... benar-benar si poenix memang top cer,berarti kami akan punya keponakan?"ucap Azam antusias.

__ADS_1


"Kami?"tanya Aksa heran.


"Iya,aku,Tomi dan Akbar"ucap Azam.


"Ah iya,aku sampai melupakan mereka,apa kalian punya waktu?"tanya Aksa.


"Ya calon pamud sampai melupakan sahabat nya. memang kenapa kalau kami ada waktu?"tanya Azam.


"Aku tunggu di restoran biasa kita ngumpul buat makan malam bersama,bawa pasangan kalian"ucap Aksa mematikan telfon nya sepihak..


"Sayang siap kan dirimu,sebentar lagi kita akan makan malam bersama sahabat dan pacar mereka masing-masing"ucap Aksa.


"Memang aku harus ikut ya mas,aku malu sama teman-teman mu mas"ucap Anin.


"Kenapa harus malu sayang,mereka itu sudah seperti saudara aku sendiri"ucap Aksa.


"Hmmm baiklah kalau begitu,tapi jangan malam-malam ya pulang nya,besok aku harus balik ke kota T"ucap Anin yang di angguk i oleh Aksa.


Tepat pukul tuju malam,kini Anin dan Aksa menunggu para sahabat nya untuk datang,kini satu persatu pasangan kekasih itu telah tiba.


"Anggela sejak kapan kamu pacaran sama cecunguk ini?"tanya Aksa terkejut.

__ADS_1


__ADS_2