
Melihat punggung kedua nya pergi dan menghilang di balik pintu lift rumah sakit,Aksa hanya bisa mendesah pelan.
Saat itu pula ia membuka pintu ruangan Ani untuk melihat keadaan Anin,saat melihat kedalam dan ternyata Anin sudah tertidur pulas akibat meminum obat dari rumah sakit yang di berikan dokter.
Aksa berjalan mendekat kearah Anin yang sedang terlelap.Dia menarik kursi yang berada di samping ranjang pasien,dan menggenggam tangan Anin.
"Nin,mungkin kata maaf saja tidak cukup,untuk bisa mengembalikan semua keadaan nya seperti dulu,tapi aku harap kamu tau,bahwa aku benar-benar ingin bertanggung jawab padamu,bukan karna aku merasa bersalah,tapi karna aku benar-benar ingin menikah dengan mu Nin,aku mencintaimu sangat mencintaimu"ucap Aksa di depan Anin.
'deg'....Detak jantung Anin seperti terpompa setelah pengakuan Aksa,tapi dia terus melanjutkan untuk berpura-pura tidur.
"Kamu tau Nin,pertama aku bertemu kamu,rasanya seperti mimpi,karna tidak mungkin gadis yang selama ini berterbangan di dalam mimpi ku berada di depan ku,aku sempat menolak waktu itu,tapi aku semakin yakin juga ketika aku bertemu dengan mu kembali di hotel,ya karna saat itu aku kembali di tarik ke masa di mana kita bertemu di jalanan setelah menolong nenek Ijah"ucap nya.
"aku benar-benar mencintaimu Nin,maaf kan aku sekali lagi karna memberi kesan yang buruk untuk mu,tap ijin kan aku menikahimu,aku harap ketika kau bangun nanti,kau akan membuka hatimu dan menerima aku untuk menjadi suami mu"ucap Aksa lagi.
Hening,sunyi,sepi seperti tak ada kehidupan seseorang pun dalam ruangan itu,hanya sesekali helaan nafas Aksa yang terkesan menahan sesuatu.hampir lima menit berlalu karna Aksa takut Anin terbangun dan melihat nya Aksa bermaksud meninggalkan nya.
"selamat istirahat,aku akan menunggu mu di luar,aku tidak mau kamu tertekan karna ada nya diri ku disini"ucap Aksa berdiri dan memberi ciuman di kening Anin dengan penuh kasih sayang,saat hendak melepaskan genggaman tangan nya,Anin menggenggam tangan Aksa dengan erat.
"Kak.."ucap Anin perlahan membuka mata nya.
"A..Anin,.maafkan a..aku,aku tidak bermaksud kurang ajar padamu,a..aku hanya ingin menjaga mu karna Robert sedang mengantar Tante Fida"ucap nya gugup,seperti ketangkap basah oleh masyarakat karena mencuri sesuatu.
"Kalau begitu a..aku keluar dulu,maaf mengganggu istirahat mu"ucap Aksa berjalan ke arah di mana pintu keluar tanpa menunggu jawaban dari Anin.
__ADS_1
Tapi belum sempat membuka pintu Aksa membeku di tempat setelah mendengar Anin berkata yang membuat nya tak bisa bernafas lagi,dengan senyum mengembang dia pun berbalik.
"Kak,apakah aku harus menerima lamaran mu"ucap Anin.
"ah..sudah lah,karna calon suami tidak romantis,melamar calon istri yang sedang tertidur,itu nggak adil kak"ucap Anin pura-pura cuek.
"Nin,apakah aku tidak bermimpi,apakah aku hanya halusinasi semata,benarkah kau menerima ku?"tanya Aksa mencari kebenaran dari ucapan Anin.
"Tentu saja itu benar,apa Kaka tidak mendengar nya?"tanya Anin cemberut.
Tanpa kata apapun Aksa memeluk Anin dengan begitu erat,meluapkan kebahagiaan nya yang tiada Tara.
"Terima kasih sayang,terima kasih banyak,karna kau telah menerima pinangan ku"ucap Aksa yang masih memeluk erat Anin dan menghujani banyak ciuman di wajah Anin,karna dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.
"Apa..jangan katakan kamu mencabut kata-kata mu Nin?"tanya Aksa.
"Bukan kata-kata lagi yang di cabut,tapi lambat laun pasti nyawaku yang akan di cabut karna Kaka memeluk terlalu erat sampai aku sesak untuk bernafas"ucap Anin cemberut..
"Ah...iya..iya,maaf,maaf,aku terlalu bahagia sampai tak menghiraukan keadaan mu"ucap Aksa tergelak.
"Kak,siapa orang yang telah menjebak kita"tanya Anin serius.
"Apa yang membuatmu menerima ku"tanya balik Aksa tanpa menjawab pertanyaan Anin.
__ADS_1
"Ishhh..Kaka menyebalkan,aku sedang bertanya,tapi di jawab dengan pertanyaan,apa sesulit itu menjawab pertanyaan ku"tanya Anin menelisik wajah laki-laki yang akan menjadi calon suami setelah beberapa saat yang lalu.
"Apa dengan menjawab pertanyaan mu,kamu akan percaya pada ku hem?"tanya Aksa.
"Ya,selagi itu masuk di akal"ucap Anin mencoba untuk duduk.
"eits..jangan sembarangan bergerak,kamu mau ngapain?"tanya Aksa.
"Tuan Gian Aksa Abi Manyu....aku ini sehat wal'afiat,aku juga bukan orang penyakitan,jadi kalaupun aku lari sekarang,tidak akan membuatku kesakitan"ucap Anin."Aku hanya ingin duduk,aku lelah berbaring terus"ucap nya lagi.
"Baiklah akan aku bantu,tapi dengan satu syarat"ucap Aksa menyeringai.
Anin mengangkat alis nya sebelai untuk memikirkan sesuatu.
"Apakah,tuan Aksa seperthitingan itu untuk membantu orang lain?,tidak..tidak,aku bisa duduk sendiri tanpa syarat apapun"jawaban Anin membuat Aksa kesal.
"Hah ..kenapa kau sulit sekali untuk di perdaya"gumam Aksa.
"Kaka ngomong sesuatu?"tanya Anin.
"Tidak.."jawab Aksa cepat.
"Baiklah,sekarang katakan siapa dalang di balik ini semua"tany Anin.
__ADS_1