
"Sayang mas berangkat sekarang ya?"ucap Aksa,membuat Anin berkaca-kaca.
"Jangan sedih,Minggu depan mas sudah kembali"ucap Aksa memeluk sang istri.
"Aduh-aduh yang mau di tinggal paksu?"goda Robert.
Mendengar sang Kaka menggoda,membuat Anin enggan melepaskan sang suami.
"Mass?"panggil Anin dengan memelas.
"Sabar ya sayang,tinggal 6 bulan lagi,kita sama-sama"ucap Aksa menenangkan istri nya.
"Ma,Pa,Aksa berangkat dulu,titip Anin,kalau ada apa-apa tolong kabari aku segera"pesan Aksa.
"Iya nak, hati-hati kalau kerja,jaga kesehatan,jangan telat makan"pesan mama Fida.
"Iya ma,terima kasih"ucap Aksa memeluk mama Fida dan papa Frans bergantian.
"Bert,aku titip Anin,kalau dia bandel cukup kasih tau aku aja,biar aku yang hukum"ucap Aksa pada Robert menggoda Anin.
"Mas,aku bukan anak kecil lagi ya"ucap Anin merajuk.
"Iya..iya,ya sudah mas berangkat dulu"pamit Aksa. "Sayang Dady berangkat,tunggu Dady pulang ya"ucap Aksa mengelus dan mencium perut Anin.
"Kak,aku ikut nganter ke bandara ya?"pinta Anin.
__ADS_1
"Nggak boleh,kamu istirahat di rumah aja,nanti mas ngabarin kamu kalau udah sampai sana"ucap Aksa.
Setelah sesi perpisahan yang penuh drama oleh bumil,yang enggan di tinggal suami,akhirnya dengan terpaksa melepas sang suami berangkat untuk bekerja.
Setelah keberangkatan sang suami,kini Anin sedang fokus menghadapi skripsi nya.
Hari berlalu kini sudah tiga hari setelah kepergian sang suami,Anin sudah masuk kuliah,kini Anin,Gilang,Dewi, Mayang,sedang berada di kafe dekat kampus,mereka sedang membahas judul apa yang akan mereka buat bahan skripsi,di sudut lain ada yang sedang mengawasi mereka,tanpa ada yang menyadari.
"Dew,aku ke toilet dulu ya,sudah kebelet"ucap Anin berlalu pergi.
"Oke,mau aku temenin"tanya Dewi.
"Nggak usah"jawab Anin tanpa berhenti.
seseorang yang melihat Anin menuju toilet,dia pun mengikuti,hingga ada kesempatan untuk membawanya pergi dari sana.
seseorang tersebut menelfon rekan ya untuk membantu membawa Anin keluar dari kafe lewat pintu samping,tanpa di ketahui oleh sahabat nya.
."Lama banget ya Anin di toilet nya"ucap Dewi.
"Iya Dew,coba aku lihat dulu ya ke toilet"timpal Mayang.
"Aku ikut ya"pinta Dewi.
"Aku ikut"pinta Gilang juga.
__ADS_1
"Nggak!!"ucap kedua wanita itu tegas.
Kamu di sini saja,siapa tau nanti Anin kembali kita nggak tau"timpal Dewi.
"Oke kalau begitu"ucap Gilang pasrah.
Dewi dan Mayang menuju toilet,dia bertemu dengan seorang waiters.
"Mbak apakah anda melihat perempuan di dalam?"tanya Dewi.
"Tidak ada orang di dalam mbak,karna saya baru saja dari dalam,tapi tak ada seorang pun"ucap waiters tersebut. "Tapi saya menemukan ini"ucap nya lagi menunjukan handphone milik Anin.
"Nggak biasa nya Anin ninggalin handphone milik nya sembarangan,kan?"ucap Dewi.
"Benar Dew,atau...."ucap Mayang.
"Anin di culik"ucap keduanya yang terkejut.
"Tidak mungkin...ayo kita temui Gilang dulu"ajak Mayang.
Mereka terburu-buru menuju meja di mana Gilang berada.
"Ada apa sih kalian?kaya di kejar setan aja?"tanya Gilang heran.
"Anin...Anin, Lang?"ucap Mayang gagap.
__ADS_1
"Ya Anin kenapa?"tanya Gilang celingukan mencari Anin. "Di mana Anin?"tanya Gilang.
Ayo nggak lama lagi kisah Anin sama Aksa akan tamat ya,jadi jangan lupa mampir di cerita author yang lain,terima kasih...