Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 101


__ADS_3

"Bagaimana bisa keluarga ku hancur,sehancur-hancur nya,semua ini salahmu mas"gumam Tante Siska. "Andai saja kamu tidak serakah,semua ini tidak akan pernah terjadi,padamu dan anak kita"ucap Siska yang masih terduduk di lantai.


Di sisi lain,Aksa sedang menunggu dokter keluar dari ruangan di mana sang istri sedang di tangani.


"Keluarga pasien?"tanya dokter.


"Saya suami nya dok,bagaimana keadaan istri saya dok?"tanya Aksa tergesa-gesa.


"Tenang pak,istri anda tidak apa-apa,hanya saja sedikit terkejut,tolong di jaga ya pak kandungan nya,karna kalau terlalu banyak beban pikiran takut,akan berakibat fatal,bisa saja,mengalami keguguran ataupun membahayakan nyawa ibunya"ucap dokter.


"Alhamdulillah,baik dok,saya akan menjaga kandungan istri saya dengan baik"jawab Aksa.


"Baik kalau begitu,sebentar lagi pasien akan segera di pindahkan di ruangan rawat inap,silahkan di tunggu"ucap dokter.


"Terima kasih dokter"ucap Aksa membuat sang dokter berlalu.


"Aksa!!,bagaimana keadaan Anin?"tanya mama Fida yang baru saja sampai bersama papa Frans.


"Anin baik-baik saja ma,pa"jawab aksa. Membuat kedua orang tua itu menarik nafas dengan lega.


"Sebenar nya apa yang terjadi Sa?"tanya papa Frans.


"Anin di culik,oleh Veronica dan Lauren pa?"jawab Aksa.


"Apa?!, Veronica?"tanya papa Frans terkejut.

__ADS_1


"Iya pa,tapi papa tenang saja mereka sudah di tangani"ucap Aksa menenangkan papa mertua nya itu.


*


*Hari berlalu,hari ini adalah hari di mana acara pernikahan Robert dan Dewi,yang di selenggarakan di hotel dengan tema black and white,jadi tatanan pernikahan dengan pernak-pernik berwarna hitam dan putih.


Robert yang terlihat tampan,dan Dewi terlihat sangat cantik.


Senyum bahagia tak pernah luntur dari 🙄kedua nya. Kini mereka berdua duduk di depan penghulu,yang di saksikan oleh paman Dewi.


Suara gemuruh mengumandangkan kata 'sah' berjamaah.


"Sah"....


"Alhamdulillah"ucap Robert dan Dewi bersamaan dengan mengusap kedua tangan nya di wajah masing-masing.


"Terima kasih pak"ucap Robert menjabat tangan pak penghulu.


Para tamu undangan pun silih berganti memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai pengantin.


"Selamat kak,semoga sakinah,mawadah,warohmah,dan barokah. semoga ceper di beri momongan ya?"diam dan goda Anin.


"Aamiin,terima kasih ya dek"ucap Robert memeluk Anin.


"Sudah-sudah,jangan peluk-peluk istri orang"ucap Aksa ketus.

__ADS_1


"Masya Allah Sa,Anin adik ku Lo,gitu aja cemburu"ucap Robert kesal atas kecemburuan sang adik ipar.


"Selamat Kaka ipar,nggak nyangka ya Dew,kalau kita bakalan jadi keluarga"ucap Anin pada sahabat nya.


"Ya aku juga nggak nyangka,hai ponakan aunty, sehat-sehat ya sayang,sampai jumpai di dunia yang penuh tipu-tipu ini"ucap Dewi mengusap perut Anin yang sudah mulai membuncit.


"Iya aunty,semoga di sini cepat ada dedek bayi nya ya"ucap Anin kembali mendoakan Dewi.


"Aamiin"njawab Dewi.


"Halo semua nya"sapa Gilang dan Mayang.


"Weh...Weh,seperti nya ada yang jadian nih"ucap Anin dan Dewi.


"Iya dong,dari pada nggak ada yang mau sama si Gilang. Kan aku nya jadi kasihan"ucap Mayang,yang membuat semua yang ada di sana tertawa bahagia.


Lengkap sudah kebahagiaan Anin dan Aksa,beserta sahabat nya.


Halang rintang yang sudah terlewati,menjadi pelajaran dalam hidup,bahwa hidup itu tidak selama nya bahagia,karna perjalanan hidup itu berwarna warni.


Durian mengajar kan kita bahwa untuk mendapatkan manis nya hidup,kita harus melewati duri-duri kehidupan.


Terima kasih,buat para pembaca setia,sudah mau menyempatkan membaca cerita halu author,maaf kalau banya salah kata author minta maaf yang sebesar-besarnya.


Wassalamu'alaikum wr.wb.

__ADS_1


I love you.


TAMAT


__ADS_2