Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 98


__ADS_3

"Ya Anin kenapa?"tanya Gilang celingukan mencari Anin. "Di mana Anin?"tanya Gilang.


"Anin...Anin hilang"ucap Dewi panik.


"Jangan bercanda kalian,bagaimana bisa hilang,di luar ada pengawal Anin loh"ucap Gilang tak percaya.


"Kami berdua sudah mengecek semua toilet,tapi nihil. Tadi waiters menemukan handphone milik Anin di westafel pencuci tangan"ucap Dewi menunjukan handphone milik Anin.


"Ayo kita bilang ke pengawal Anin"ucap Gilang beranjak pergi.


Baru berapa langkah sudah di berhentikan seorang kasir.


"Berhenti mas,mbak"ucap kasir tersebut.


"Ada apa,kami sedang buru-buru"jawab Gilang tanpa rasa bersalah akibat panik.


"Kalian belum membayar tagihan nya"ucap kasir tersebut.


"Astaghfirullah hal'adzim,kami lupa"ucap ketiga ora itu bersamaan menepuk dahi nya.


"Mayang,tolong bayarin ini pakai kartu ku"ucap Gilang mengeluarkan kartu gold nya.


Mayang sempat tertegun,melihat kartu hilang, bahwasanya yang dia tau,Gilang orang biasa-biasa saja,bagaimana mungkin dia punya kartu ini.


"Hei...kok malah bengong, buruan!!"seru Gilang.


"Ah...i..ya,maaf"ucap Mayang gagap.


"Ya sudah kami tunggu di luar,sekalian kami akan memberitahu pengawal Anin"ucap Gilang.

__ADS_1


"He'em"jawab Mayang menganggukkan kepalanya.


"Gil,aku mau mengabari kak Robert"ucap Dewi.


"Iya Dew,Segera?"pinta Gilang.


Gilang keluar,sedangkan Dewi masih sibuk menelfon Robert,sudah dua kali menelfon tak ada respon,panggilan ketiga baru ada jawaban dari seberang sana.


"Halo sayang,ada apa?"jawab Robert.


"Kak, Anin?"ucap Dewi bingung.


"Ada apa dengan Anin, Dew?"tanya Robert terkejut.


"Anin kak,anu....itu.."ucap Dewi gugup.


Robert berlari menuju parkiran tanpa memberitahu asisten nya,saat sudah masuk mobil,tanda pesan masuk dari Dewi yang mengirim lokasi mereka sekarang.


Kurang lebih empat puluh lima menit berlalu,kini Robert telah sampai di mana Dewi,Gilang,dan Mayang berada.


"Apa yang terjadi?"tanya Robert setelah memarkirkan mobil nya dengan sembarangan.


"Anin di hilang kak"ucap Gilang.


"Bagaimana bisa Anin hilang?"ucap Robert terkejut.


"Tadi Anin ijin ke toilet,ketika aku ingin menemani nya,tapi dia larang,hingga hampir tiga puluh menit,Anin tak juga kembali,akhir nya aku memutuskan mencari Anin ke toilet,tapi saat aku kesana,hanya telfon nya yang ada,itu pun yang nemuin pelayan kafe"ucap Dewi terisak.


"Baik,kalau begitu,kalian berdua pulang,biar Anin Kaka yang cari dengan anak buah Kaka"ucap Robert mengelus kepala sang kekasih menenangkan.

__ADS_1


"Aku ikut ya kak"pinta Dewi.


"Aku juga ikut ya kak"timpal Mayang.


"Begini saja,Dewi ikut Kaka,sedangkan Mayang ikut Gilang bersama pengawal Anin"solusi Robert.


"Baik kak"ucap Gilang dan Mayang bersamaan.


"Ayo sayang"ajak Robert pada Dewi.


"Sayang?"ucap Gilang dan Mayang bersamaan.


"Dew,kamu punya hutang penjelasan dwngan kami"ucap Mayang.


"Iya...iya,nanti akan aku jelas kan,sekarang pikirkan Gimana keadaan Anin"ucap Dewi.


"Baik,ayo kita berangkat.


Di sisi lain Anin masih tak sadarkan diri,hari sudah mulai beranjak sore,belum ada yang menemukan Anin,hingga beberapa saat Anin melenguh panjang.


"Uh..."lenguhan Anin.


Setelah sadar,dia pun terkejut dalam keadaan terikat dan mulut nya di lakban hitam.


"Aku dimana ini,kak Robert tolong aku"ucap Anin dalam hati.


"Cetak" suara pintu terbuka.


"Ka...kalian..?"ucap Anin dalam hati terkejut.

__ADS_1


__ADS_2